Ini, Keluhan Nelayan Puger Saat Tidak Melaut

Loading

JEMBER – Nelayan Puger, Kabupaten Jember berharap pemerintah memperhatikan nasib mereka, yang kehilangan penghasilan akibat tak bisa melaut di saat musim ombak besar seperti saat ini.

Harapan tersebut mereka sampaikan kepada Ketua DPD PDI Perjuangan Jawa Timur, Kusnadi, saat mengunjungi tempat pelelangan ikan (TPI) Puger, Sabtu (14/1/2017) lalu.

“Selain faktor keselamatan, para nelayan enggan melaut karena hasil tangkapan tidak akan sesuai harapan saat cuaca buruk,” ungkap Kusnadi, kemarin.

Politisi yang akrab disapa Pak Kus ini mengatakan, jika tak melaut, hal ini sangat berpengaruh besar bagi para nelayan Puger. Sebab mencari ikan di laut adalah profesi utama mereka.

Dari perbincangan dengan nelayan Puger, ungkap Pak Kus, saat tidak melaut, mereka mencari penghasilan dengan bekerja apa saja. Paling banyak, membantu istri membuat terasi, petis, dan bahan makanan olahan lainnya.

“Hanya, sering mereka kesulitan bahan baku karena tidak ada modal. Kalau sudah begini, tidak ada yang mereka kerjakan sehingga kehilangan penghasilan,” ujar politisi yang juga Wakil Ketua DPRD Provinsi Jawa Timur ini.

Pak Kus lantas menyarankan para nelayan membentuk kelompok-kelompok. Dengan berhimpun dalam kelompok nelayan, terang Kusnadi, maka akan mudah mendapatkan bantuan untuk permodalan.

Setelah terbentuk kelompok nelayan, tambah Pak Kus, mereka bisa mengajukan bantuan permodalan. Misalnya, melalui anggota dewan lewat program jaring aspirasi masyarakat (jasmas).

Untuk keperluan ini, dia minta kader PDI Perjuangan setempat, khususnya di jajaran struktural maupun legislatif, agar mendampingi para nelayan dalam pembentukan kelompok.

Usai dari TPI Puger, Pak Kus menyempatkan diri ke rumah keluarga nelayan setempat bernama Amir (50).

Saat itu, dia mendapat informasi jika nelayan warga Dusun Mandaran, Desa Puger Wetan yang hilang terseret ombak saat melaut pada Jumat (13/1/2017) itu, belum ditemukan.

Kepada keluarga Amir, Pak Kus minta mereka bersabar dan selalu berdoa kepada Allah SWT.

Sebelum meninggalkan Desa Puger Wetan, Pak Kus memberikan bantuan sejumlah uang kepada keluarga Amir. Pak Kus juga berharap Amir segera bisa ditemukan, apapun kondisinya. (goek)