Minggu
07 Juni 2026 | 12 : 39

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Hasto Kristiyanto: Bulan Bung Karno Momentum Pembebasan Rakyat Marhaen

pdip jatim 260607 penutupan bimtek 1 sekjen

Sekjen PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto mengajak kader menjadikan Bulan Bung Karno sebagai momentum pembebasan rakyat marhaen, memperkuat nasionalisme, serta menghidupkan kembali nilai-nilai kerakyatan dan kemanusiaan Bung Karno.

BALI – Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan, Hasto Kristiyanto, mengajak seluruh kader partai menjadikan Bulan Bung Karno sebagai momentum pembebasan rakyat marhaen sekaligus memperkuat semangat kerakyatan, nasionalisme, dan nilai-nilai kemanusiaan yang diwariskan Proklamator Republik Indonesia, Soekarno.

Pesan tersebut disampaikan Hasto usai menutup Bimbingan Teknis (Bimtek) Fraksi PDI Perjuangan se-Indonesia Gelombang II di Bali.

Menurut Hasto, Bulan Bung Karno tidak hanya menjadi rangkaian peringatan sejarah, tetapi harus dimaknai sebagai momentum menghidupkan kembali semangat perjuangan yang berpihak kepada rakyat kecil di tengah berbagai tantangan zaman.

“Bulan Bung Karno penuh dengan narasi pembelaan rakyat, terutama sebagai bentuk perlawanan terhadap kolonialisme dan imperialisme yang menampilkan wajah baru,” ujar Hasto, Minggu (7/6/2026).

Baca juga: DPP PDI Perjuangan Nilai Jatim Berpotensi Akselerasi Elektabilitas Partai Menuju Pemilu 2029

Dia menilai tantangan yang dihadapi bangsa saat ini tidak lagi hadir dalam bentuk kolonialisme konvensional, melainkan melalui berbagai bentuk dominasi ekonomi global yang berpotensi memengaruhi kemandirian bangsa.

Karena itu, pemikiran dan gagasan Bung Karno dinilai tetap relevan untuk menjadi pedoman dalam menjaga kedaulatan nasional sekaligus memperkuat keberpihakan kepada rakyat.

Menurutnya, semangat Bulan Bung Karno diawali dengan peringatan Hari Lahir Pancasila setiap 1 Juni yang menjadi pengingat pentingnya mengamalkan nilai-nilai dasar bangsa dalam kehidupan bernegara dan bermasyarakat.

“Kebenaran dari seluruh gagasan Bung Karno dan semangat juang itu diawali dengan Hari Lahir Pancasila,” katanya.

Selain itu, Hasto menegaskan bahwa pemikiran Bung Karno mengenai kaum marhaen masih sangat relevan dalam menjawab berbagai persoalan sosial dan ekonomi yang dihadapi masyarakat saat ini.

Gagasan marhaenisme, lanjutnya, menempatkan rakyat kecil sebagai pusat perjuangan politik sekaligus orientasi utama pembangunan nasional.

Menurut Hasto, semangat mengorganisasi rakyat miskin dan kelompok yang belum memperoleh keadilan sosial harus terus dihidupkan melalui berbagai kebijakan dan kerja politik yang berpihak kepada masyarakat bawah.

“Perenungan terhadap falsafah marhaen, mengorganisir rakyat miskin dan mereka yang belum mendapatkan keadilan menjadi keputusan partai untuk membangun tekad pada setiap 1 Juni,” tutur Hasto.

Ia juga mengingatkan bahwa Bulan Bung Karno menjadi momentum mengenang kelahiran Bung Karno yang diperingati setiap 6 Juni.

Menurutnya, hari lahir Sang Proklamator harus dimaknai sebagai penghormatan terhadap pemikiran dan warisan ideologis yang terus relevan bagi Indonesia maupun dunia.

“Enam Juni adalah hari lahir Bung Karno. Saat itu ada revolusi kemanusiaan, yang di mana pemikiran Bung Karno sangat relevan,” ujarnya.

Ia menambahkan, nilai welas asih dan penghormatan terhadap kemanusiaan merupakan bagian penting dari ajaran Bung Karno yang perlu terus dihidupkan dalam kehidupan berbangsa maupun dalam hubungan antarbangsa.

“Kita mengedepankan nilai welas asih agar kemanusiaan dihormati, yang melahirkan pemikiran bagi Indonesia maupun dunia,” kata Hasto.

Sementara itu, peringatan wafatnya Bung Karno pada 21 Juni juga dinilai memiliki makna penting sebagai momentum refleksi bagi seluruh kader partai.

Menurut Hasto, perjalanan hidup Bung Karno harus menjadi sumber inspirasi untuk terus menghadirkan gagasan-gagasan progresif demi kemajuan bangsa.

“Pada 21 Juni, wafatnya Bung Karno, kita mengambil pelajaran untuk menjadi lebih progresif. Meneruskan pemikirannya untuk bangsa,” ujarnya.

Hasto menegaskan bahwa seluruh rangkaian Bulan Bung Karno pada akhirnya bermuara pada upaya menginternalisasi ajaran Bung Karno dalam kehidupan partai serta pengabdian kepada masyarakat. “Bagaimana PDI Perjuangan hadir dan menginternalisasi ajaran Bung Karno,” pungkasnya.

Melalui peringatan Bulan Bung Karno, PDI Perjuangan kembali menegaskan komitmennya untuk menjadikan pemikiran Bung Karno sebagai landasan perjuangan politik, terutama dalam memperjuangkan kepentingan rakyat, memperkuat nilai kemanusiaan, serta menjaga kemandirian bangsa di tengah dinamika global yang terus berkembang. (yols/pr)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

HEADLINE

Hasto Kristiyanto: Bulan Bung Karno Momentum Pembebasan Rakyat Marhaen

Sekjen PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto mengajak kader menjadikan Bulan Bung Karno sebagai momentum pembebasan ...
KRONIK

Ratusan Warga Padati Makam Bung Karno pada Peringatan Hari Lahir ke-125 Sang Proklamator

Ratusan warga mengikuti doa bersama di Makam Bung Karno, Kota Blitar, untuk memperingati Hari Lahir ke-125 Sang ...
HEADLINE

DPP PDI Perjuangan Nilai Jatim Berpotensi Akselerasi Elektabilitas Partai Menuju Pemilu 2029

Penutupan Bimtek Fraksi PDI Perjuangan se-Indonesia menegaskan posisi strategis Jawa Timur dalam mengakselerasi ...
KABAR CABANG

Harlah Bung Karno, PDIP Kabupaten Blitar Teguhkan Semangat Gotong Royong dan Kerja Kerakyatan

DPC PDI Perjuangan Kabupaten Blitar menggelar tasyakuran Hari Lahir Bung Karno dengan doa bersama dan tumpengan. ...
KABAR CABANG

PDIP Bondowoso Salurkan Air Bersih dan Sembako untuk Warga Terdampak Kekeringan

DPC PDI Perjuangan Bondowoso menyalurkan bantuan air bersih dan sembako kepada warga terdampak kekeringan di 13 ...
KABAR CABANG

DPC Tulungagung Gelar Bimtek Medsos bagi Kader di Tingkat Kecamatan

TULUNGAGUNG – DPC PDI Perjuangan Kabupaten Tulungagung menggelar bimbingan teknis (bimtek) media sosial (medsos) di ...