Omicron Meningkat, Basarah Minta Pemerintah Evaluasi PTM

Loading

JAKARTA – Wakil Ketua MPR RI Ahmad Basarah ingatkan pemerintah untuk mengevaluasi kebijakan pembelajaran tatap muka (PTM) 100 persen ketika kasus penularan Covid-19 varian Omicron terus meningkat.

Terutama berdasarkan prediksi dari Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Panjaitan puncak kasus Omicron di Indonesia akan terjadi pada pertengahan Februari hingga awal Maret 2022.

Inggris dan Afrika Selatan telah melewati puncak harian kasus varian Omicron, namun peningkatan kasus Covid-19 di India, Thailand, dan Filipina masih cukup tinggi.

“Prediksi yang diungkapkan pemerintah pusat harus dijadikan alarm oleh Kemendikbudristek. Jangan sampai sekolah menjadi cluster baru penyebaran Omicron,” terang Ahmad Basarah, Senin (17/1/2022).

Berdasarkan prediksi tersebut, Basarah meminta semua pihak yang berurusan dengan dunia pendidikan harus menyadari bahwa lambat laun peningkatan kasus varian Omicorn juga tengah terjadi.

Dia juga menaruh perhatian yang besar dengan cepatnya penularan Omicron di Indonesia yang mencapai 748 kasus pada pertengahan Januari 2022. Anggota Komisi X DPR RI tersebut mengatakan, untuk Jakarta sendiri kini sudah terdeteksi 19 pasien Covid-19 dari 15 sekolah.

Terlebih, berdasarkan pernyataan dari Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Langsung Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Siti Nadia Tarmizi, penyebaran Omicron sangat cepat. Dari total 748 kasus Omicron di Indonesia, 569 di antaranya akibat perjalanan ke luar negeri dan 155 kasus akibat transmisi lokal.

“Saya menyarankan, Kemendikbudristek juga Kementerian Agama dan dinas-dinas pendidikan di seluruh Indonesia mempertimbangkan kembali kebijakan PTM 100 persen yang kini sedang dijalankan. Kita tunggu perkembangan Omicron sampai pertengahan Februari, jika perlu sampai awal Maret. Jika sudah aman, PTM 100 persen kita lanjutkan,” tegas Ketua DPP PDI Perjuangan tersebut.

Dirinya menyepakati kekhawatiran terjadinya learning loss selama proses pembelajaran secara daring. Sebagaimana Sekretaris Jenderal Kemendikbudristek, Suharti, menjabarkan selama pandemi Covid-19 learning loss meningkat 10 kali lipat dibanding pada 2019.

Basarah yang juga berprofesi sebagai dosen dibeberapa perguruan tinggi memahami terjadinya kesenjangan proses pembelajaran di tengah-tengah masyarakat. Namun, keselamatan jiwa generasi muda juga harus diperhatikan.

“Terjadinya learning loss di tengah generasi muda memang harus jadi perhatian. Tapi, jiwa dan kesehatan generasi bangsa tidak boleh dijadikan eksperimen,” imbuhnya.

Selain itu, dia mendorong pemerintah baik di pusat maupun di daerah agar mempercepat vaksinasi anak usia 6 – 11 tahun di seluruh Indonesia agar mencapai minimal 70 persen sebelum pertengahan Februari. Sementara untuk vaksinasi anak usia 12-17 tahun yang sudah dimulai sejak Juli 2021 juga segera dituntaskan.

“Sebelum vaksinasi lengkap dua dosis diberikan pada siswa TK dan SD, sebaiknya PTM 100 persen buat mereka ditunda dulu. Pemenuhan hak hidup dan hak kesehatan bagi anak-anak saat PTM digelar adalah faktor yang tak bisa dianggap main-main,” pungkas Basarah. (ace/pr)