Kamis
23 Juli 2026 | 6 : 08

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Novita Hardini Gagas Dapur Cinta di Trenggalek, Ini Alasannya

pdip-jatim-230729-novita-dapur-cinta

TRENGGALEK – Baru baru ini Pemerintah Kabupaten Trenggalek telah meluncurkan program Dapur Cinta. Mungkin tidak banyak orang yang tahu apa itu Dapur Cinta yang digagas Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Trenggalek, Novita Hardini, SE.

Ternyata dibalik program ini ada cita-cita mulia dari penggiat perempuan dan UMKM itu.

Saat kegiatan Makaryo Ning Deso Hebat (Mening Deh) di Desa Sumberdadi, Kecamatan Trenggalek, Rabu (26/7/2023) lalu, Novita menyebutkan, bahwa kemiskinan ekstrem dan penanganan stunting menjadi salah satu program prioritas nasional dan Pemkab Trenggalek.

Bahkan menurut Novita dalam berbagai kesempatan, Bupati Trenggalek Mochamad Nur Arifin sering menyampaikan ini kepada masyarakat. Sesuai data yang ada, tercatat sebanyak 10.733 masyarakat di Trenggalek masuk kategori miskin ekstrem.

Dari angka itu, sebanyak 5.600 di antaranya berjenis kelamin perempuan. “Ada lansia dan juga anak anak di sana. Kemudian yang terpenting ini perlunya untuk diatasi,” ucap Novita Hardini.

Bahkan tokoh perempuan yang juga Bendahara Taruna Merah Putih (TMP) Jawa Timur ini menyebut stunting adalah musuh bersama. Sebab, jelasnya, anak stunting akan menjadi beban negara dan itu memang kewajiban negara.

Karena bayi stunting berdasarkan hasil survei cenderung memiliki penyakit degeneratif nantinya. Kemudian berpeluang menciptakan kemiskinan baru.

Saat ini Pemerintah Kabupaten Trenggalek telah melauncing program Dapur Cinta plus. Ada anggaran sebesar Rp 5,5 miliar di Dinas Kesehatan PPKB yang berupa makanan yang siap untuk diberikan kepada masyarakat miskin ekstrem.

Makanan bergizi ini diberikan kepada mereka, karena para lansia atau anak/ balita yang masuk dalam kemiskinan ekstrem menjadi tanggung jawab negara, sesuai amanah UUD 1945.

“Maka dari itu lahirlah yang namanya program Dapur Cinta,” sambung Novita Hardini.

Namun menurut perempuan energik itu, pemerintah tidak bisa berjalan sendiri. Meskipun pemerintah punya anggaran namun tetap dibutuhkan kolaborasi kerja sama dari semua pihak.

“Saat ini ada desa, kemudian kader PPK desa dan PKK Kabupaten yang memberikan buku panduannya,” lanjutnya.

Dengan Dapur Cinta ini masyarakat yang tergolong miskin ektrem ini nantinya akan mendapatkan bantuan pangan setiap harinya, termasuk lansia. Saat ini tercatat ada sekitar 600 lansia yang hanya beraktivitas di atas pembaringan. (man/pr)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

KRONIK

Hari Anak Nasional 2026, PDI Perjuangan Tegaskan Komitmen Wujudkan Generasi Emas

JAKARTA — PDI Perjuangan menyampaikan pesan penting dalam peringatan Hari Anak Nasional (HAN) 2026. Partai ...
KRONIK

Banyuwangi Asri, Ribuan Warga Bergerak Bersihkan Pantai Ancol Plengsengan

BANYUWANGI – Lebih dari seribu orang bergerak membersihkan pantai di kawasan Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) ...
EKSEKUTIF

Eri Cahyadi Minta Pemeriksaan Dugaan Penyimpangan Dana Rp8 Miliar di KBS Dituntaskan

SURABAYA – Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi meminta proses pemeriksaan dugaan penggunaan dana tidak wajar sekitar Rp8 ...
LEGISLATIF

Perkuat Tata Kelola Pengadaan, Candra Minta Pemkab Jember Tindak Lanjuti Rekomendasi MCP KPK

JEMBER – Ketua Komisi B DPRD Jember, Candra Ary Fianto, meminta Pemerintah Kabupaten Jember segera menindaklanjuti ...
LEGISLATIF

Puan Dorong Pemenuhan Hak Anak Jadi Indikator Utama Keberhasilan Pembangunan Nasional

JAKARTA – Ketua DPR RI Puan Maharani mendorong pemerintah menjadikan pemenuhan hak anak sebagai indikator utama ...
LEGISLATIF

Erma Susanti Salurkan Puluhan Alat Bantu bagi Penyandang Disabilitas di Blitar

BLITAR – Anggota Komisi B DPRD Jawa Timur, Erma Susanti, menyalurkan 60 unit alat bantu bagi penyandang disabilitas ...