Sabtu
05 September 2026 | 5 : 52

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Menteri dari PDIP Sudah Bekerja Sesuai Harapan Jokowi-JK

SAMSUNG CAMERA PICTURES
SAMSUNG CAMERA PICTURES
SAMSUNG CAMERA PICTURES
Sekjen DPP PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto, saat menjadi pembicara di acara bedah buku “Revolusi Pancasila” karya Yudi Latif, di kantor PWNU Jatim, Senin (9/11/2015).

SURABAYA – Sekjen DPP PDI Perjuangan Hasti Kristiyanto mengatakan, menteri Kabinet Kerja dari PDI Perjuangan sudah bekerja mendukung program pemerintahan Joko Widodo-Jusuf Kalla.

“Sesuai data-data yang dimiliki PDI Perjuangan, termasuk kajian-kajian yang dilakukan survei, itu sudah sejalan dengan apa yang menjadi harapan Bapak Jokowi-JK,” kata Hasto, usai acara bedah buku “Revolusi Pancasila” karya Yudil Latif, di kantor PWNU Jatim, kemarin.

Pernyataan itu dia sampaikan, menjawab pertanyaan wartawan terkait rencana adanya reshuffle Kabinet Kerja Jokowi-JK tahap II. Hasto menegaskan, PDI Perjuangan tidak dalam posisi menginisiasi, mendorong dan mempercepat reshuffle kabinet di pemerintahan Jokowi-JK.

“Kami meyakini prioritas pemerintahan saat ini adalah mempercepat pembangunan ekonomi nasional, dengan karakter kepemimpinan beliau yang merakyat,” ujarnya. (Hasto: Membumikan Pancasila dengan Jalan Trisakti)

Hasto menegaskan, persoalan reshuffle menteri itu kewenangan penuh presiden. “Presiden berdaulat untuk mengambil keputusan politik. Tapi saya yakin, bahwa presiden tidak akan mengambil suatu risiko-risiko politik yang tidak diperlukan dalam reshuffle,” jelas Hasto.

Dia menambahkan, PDI Perjuangan juga menyampaikan kritik kepada menteri, untuk perbaikan kinerja. Tidak hanya kepada menteri dari PDI Perjuangan, tapi juga menteri di luar kader.

“Tanpa kritik akan kehilangan arah. Kritik tersebut untuk memperbaiki kinerja menteri,” terangnya.

Terkait isu masuknya kader PAN dan Golkar dalam reshuffle kabinet kedua, menurut Hasto, semua pemerintahan pasti membutuhkan konsolidasi, tapi bukan untuk transaksi kepentingan.

“Saya percaya pemerintahan Jokowi-JK membangun konsolidasi partai bukan untuk menghitung jumlah kursi kabinet yang akan diperoleh. Artinya, tidak ada transaksional dalam pemerintahan Jokowi-JK,” jelas dia.

Pihaknya secara tegas menjelaskan, bahwa bergabungnya PAN ke koalisi pemerintahan sesuai pernyataan Ketua Umum Zulkifli Hasan adalah untuk komitmen kebangsaan.

“Reshuffle silakan dilakukan jika tujuannya memang untuk memperkuat konsolidasi dan mempercepat kinerja pemerintahan serta program-program kerakyatan,” tegas Hasto. (goek)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

LEGISLATIF

Tambahan Fiskal Rp223 Miliar di P-APBD Jember 2026, PDIP: Apa Manfaat Nyatanya Buat Warga?

JEMBER – Fraksi PDI Perjuangan DPRD Kabupaten Jember mempertanyakan manfaat tambahan ruang fiskal sekitar Rp223,12 ...
OLAHRAGA

Trenggalek Bertekad Tembus 10 Besar Porprov Jatim 2027

KONI Trenggalek menargetkan masuk 10 besar Porprov Jatim 2027 meski anggaran terbatas. Dari 40 atlet yang siap ...
EKSEKUTIF

Tanam Pohon Peringatan Hari Lahir Kejaksaan, Wabup Antok Berharap Srigati Bisa Jadi Agro Wisata

NGAWI – Kejaksaan Negeri Ngawi menanam sejumlah pohon buah di kawasan wisata religi Palereman Srigati, Desa ...
KRONIK

Imbas 1.600 Pekerja PT INKA Banyuwangi Dirumahkan, DPRD Desak Pemkab dan Pusat Turun Tangan

BANYUWANGI – Ketua DPRD Kabupaten Banyuwangi, I Made Cahyana Negara, menyatakan keprihatinan mendalam atas ...
OLAHRAGA

Bupati Fauzi Lepas Assyabaab U-13, Titipkan Pesan Penting Soal Karakter dan Disiplin

SUMENEP – Sebanyak 25 anggota Assyabaab U-13 resmi dilepas menuju Kabupaten Jember untuk mengikuti kompetisi Zona ...
LEGISLATIF

Baktiono Dorong RT/RW Dilibatkan Aktif dalam Pendataan Bansos, Data Desil Harus Sesuai Kondisi Riil Warga

SURABAYA – Anggota Komisi B DPRD Kota Surabaya Baktiono mendorong pemerintah melibatkan RT dan RW secara aktif ...