Rabu
13 Mei 2026 | 11 : 39

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Hasto: Membumikan Pancasila dengan Jalan Trisakti

SAMSUNG CAMERA PICTURES
SAMSUNG CAMERA PICTURES
SAMSUNG CAMERA PICTURES
Sekjen DPP PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto (tengah), di acara bedah buku Revolusi Pancasila karya Yudi Latif, di kantor PWNU Jatim, Senin (9/11/2015).

SURABAYA – Sekretaris Jenderal DPP PDI Perjuangan, Hasto Kristiyanto mengatakan, buku karya Yudi Latif berjudul “Revolusi Pancasila”, menjadi pedoman praktis tentang penerapan Pancasila. Sebab, Pancasila memiliki karakter progresif sebagai solusi atas berbagai persoalan.

“Pancasila dalam karakternya yang progresif. Maka realitas kemiskinan yang terjadi di Indonesia harus didekati dengan watak kekuasaan yang membumikan nilai-nilai ketuhanan, kemanusiaan, persatuan Indonesia, musyawarah mufakat, dan cita-cita kesejahteraan yang berkeadilan sosial,” kata Hasto.

Pernyataan itu disampaikan Hasto, saat menjadi pembicara bedah buku Revolusi Pancasila di kantor Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Timur, Senin (9/11/2015). Selain Hasto, bedah buku yang dipandu Wakil Gubernur Jatim Syaifullah Yusuf itu juga menghadirkan pembicara KH Yahya C Staquf, Yudi Latif, dan Priyatmoko.

Selain jajaran pengurus PWNU Jatim, sejumlah ulama tampak hadir. Dari jajaran partai politik, tampak hadir Ketua DPD PDI Perjuangan Jatim, Kusnadi, dan sejumlah pimpinan parpol lainnya.

Membumikan Pancasila, lanjut Hasto, bisa dilakukan dengan jalan Trisakti yang mengusung kedaulatan politik, kemandirian ekonomi dan berkepribadian di bidang budaya. “Karena itu, mengapa petani-petani Indonesia harus berdaulat, agar Indonesia bisa berdikari dalam pangan,” ujarnya.

Revolusi Pancasila, tambah dia, bisa mengubah watak sosial masyarakat agar lebih berkeadilan. Hasto juga menegaskan komitmen PDI Perjuangan untuk menggunakan buku karya Yudi Latif itu sebagai bagian dari teori sosial dan ideologi untuk mengubah struktur sosial yang tidak adil.

Acara bedah buku yang digelar PWNU Jatim itu, sebut Syaifullah Yusuf, untuk memperingati Hari Pahlawan 10 November. Buku yang diluncurkan di Jakarta pada 27 Oktober lalu itu didiskusikan untuk guna mengingatkan pentingnya Pancasila.

Wagub yang akrab disapa Gus Ipul itu menegaskan pentingnya Pancasila untuk dipahami dalam perspektif buku Revolusi Pancasila. “Atas dasar ini, maka NU selalu memberikan dukungan terhadap gagasan peringatan 1 Juni sebagai lahirnya Pancasila,” tegas Gus Ipul. (goek)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

EKSEKUTIF

Eri Cahyadi: Pemimpin Bukan Dinilai dari Penghargaan, Tapi Dampaknya bagi Rakyat

Eri Cahyadi menegaskan pemimpin sejati tidak diukur dari penghargaan, tetapi dampaknya terhadap kesejahteraan ...
KRONIK

Sensus Ekonomi 2026, Bupati Fauzi Ajak Masyarakat Memberikan Data yang Benar dan Jujur

SUMENEP – Bupati Sumenep, Achmad Fauzi Wongsojudo, menyambut baik Sensus Ekonomi 2026 yang dilaksanakan oleh Badan ...
LEGISLATIF

Novita Hardini Minta Pengawasan Daycare Diperketat usai Kasus Kekerasan Anak di Yogyakarta

Novita Hardini meminta pengawasan daycare diperketat usai kasus dugaan kekerasan anak di Yogyakarta menjadi sorotan ...
KABAR CABANG

Perkuat Narasi Digital, DPC Ngawi Gembleng Kader Muda Kelola Media Sosial

NGAWI – Dinamika era digital telah mengubah perilaku publik secara fundamental, mulai dari cara mengakses informasi ...
LEGISLATIF

Puan Maharani Ingatkan Jangan Sampai Indonesia Jadi Basis Judi Online Internasional

Puan Maharani mengingatkan pentingnya antisipasi agar Indonesia tidak menjadi basis operasional judi online ...
SEMENTARA ITU...

Dari Anak Buruh Tani, Hafif Memilih Masuk Politik: “Anak Muda Jangan Cuma Mengeluh dari Kejauhan”

Kisah Hafif Rohmatullah, anak buruh tani asal Jember yang memilih masuk politik lewat PDIP demi memperjuangkan ...