Jumat
01 Mei 2026 | 8 : 30

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Megawati Diminta Jadi Utusan Khusus Perdamaian Abadi Dua Korea

pdip-jatim-220512-msp-yoon-2

JAKARTA – Presiden ke-5 RI sekaligus Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri diminta menjadi utusan khusus untuk perdamaian antara Korea Selatan dan Korea Utara. Hal itu terungkap setelah Megawati menerima audiensi perwakilan pemerintah dan parlemen Korsel di Hotel Lotte Seoul, Selasa (10/5/2022).

“Wakil Ketua DPR dan Sekretaris Presiden Korsel atas nama Pemerintah Korsel di bawah Presiden Yoon minta Ibu Megawati Soekarnoputri tetap membantu atau menjadi utusan khusus untuk membuat perdamaian abadi dua Korea,” beber Ketua DPP PDI Perjuangan Rokhmin Dahuri yang turut mendampingi Megawati dalam pertemuan tersebut.

Megawati lantas menerima permintaan itu dengan senang hati. “Ibu Megawati menyarankan pendekatan dari hati ke hati atau persaudaraan harus diutamakan untuk perdamaian permanen kedua korea,” ungkapnya.

Baca juga: Megawati Dapat Gelar Profesor Kehormatan dari SIA, Kusnadi: Kami Bangga dan Ucapkan Selamat

Kim Seok-Ki yang merupakan salah satu Ketua People Power Party, partai berkuasa di Korsel, di dalam pertemuan itu menyebut bahwa pemerintah dan rakyat negara gingseng itu memandang Megawati merupakan tokoh dunia penting.

“Bahwa Ibu Megawati adalah tokoh dunia yang mampu untuk memfasilitasi tercapainya perdamaian permanen antar kedua Korea dalam waktu tidak terlalu lama,” ujarnya.

Megawati dinilai masuk sebagai sedikit tokoh yang diterima di Korea Utara dan Korea Selatan. Megawati memiliki kedekatan personal, kultural dan sejarah dengan Korea Utara terkait dengan hubungan baik yang dijalin ayahnya, Presiden Soekarno dengan pemimpin Korea Utara waktu itu Kim Ill Sung.

Bahkan jalinan hubungan baik mantan Presiden Soekarno dengan Kim Ill Sung dikenal dengan diplomasi bunga anggrek hingga kini dirayakan di Korea Utara dengan festival bunga anggrek.

Selain membahas upaya perdamaian di Semenanjung Korea, kata Rokhmin, pertemuan itu juga membahas penguatan dan pengembangan kerja sama yang saling menguntungkan dan menghormati antar kedua negara di bidang ekonomi, pendidikan dan kebudayaan, research and development (R&D), pertahanan dan keamanan, serta politik.

Dalam pertemuan ini, Megawati didampingi oleh Bendahara Umum DPP PDIP Olly Dondokambey dan Ketua DPP PDIP Rokhmin Dahuri serta Dubes RI untuk Korsel Gandi Sulistiyanto.

Sementara pihak Korsel diwakili Byong – Joon Kim, Sekretaris Presiden Korea Selatan, Kim Seok-Ki yang merupakan salah satu Ketua People Power Party, partai berkuasa di Korsel, Yong – Sang Chung, CEO Korea Peace Energy Center, serta Kim Suil, Penasehat Presiden Korsel.

Sementara itu, pada Rabu (11/5/2022), Presiden Korea Selatan Yoon Suk-yeol melakukan pertemuan dengan Megawati Soekarnoputri, di Istana Kepresidenan Korea Selatan di Seoul.

Megawati hadir di Istana Kepresidenan Korea Selatan setelah pada sebelumnya mengikuti prosesi pelantikan Yoon sebagai presiden yang baru menggantikan Moon Jae-in.

Sekitar pukul 9.45 waktu setempat, Megawati sampai di kompleks Istana Kepresidenan Korea Selatan di Seoul. Ia pun ditemui Yoon, yang kemudian menemani dia mengisi buku tamu.

Buku tamu itu bertuliskan, “Semoga persahabatan antara Republik Indonesia dengan Republik Korea Selatan semakin erat selamanya. Salam hangat Megawati Soekarnoputri Presiden ke-5 Republik Indonesia”.

Setelah menuliskan buku tamu tersebut dan ditemani Yoon, kemudian mereka berfoto bersama di hadapan wartawan.

Selanjutnya, keduanya pun berjalan bergandengan menuju ruang pertemuan. Megawati duduk di sisi kanan dan Yoon di sisi kiri.

“Suatu kemuliaan bagi saya bisa bertemu dengan Ibu Megawati yang telah lama memberikan kontribusi dalam peningkatan perdamaian di Semenanjung Korea,” kata Yoon dalam sebagaimana rilis yang diterima media ini.

Ia mengatakan, Megawati telah lama menjalin tali silaturahmi yang sangat erat dengan Korea Selatan. Yoon berharap Megawati senantiasa berkenan memberikan perhatian dan dukungan kepada Korsel, kekuatan ekonomi ke-10 dunia dan juga salah satu investor manca negara utama di Indonesia.

Lebih lanjut, dia mengatakan, Korea Selatan dan Indonesia sama-sama telah melewati perjalanan sejarah yang berliku, dan berhasil meraih demokrasi serta mencapai perkembangan ekonomi. Pengalaman kedua negara tersebut menjadi bagian penting dalam membangun kerja sama yang spesial antara kedua negara.

“Indonesia merupakan satu-satunya negara di kawasan ASEAN yang menjadi mitra khusus bagi Korea Selatan. Selama setengah abad ini Indonesia dan Korea Selatan melakukan loncatan besar di bidang kerja sama,” ujar dia.

Dan tahun ini, lanjut dia, Indonesia menjadi ketua G-20. Pada tahun depan, Indonesia memegang keketuaan KTT ASEAN.

“Terkait dengan dua hal tersebut, kami berharap Indonesia terus menerus dapat menunjukkan kepemimpinannya juga memberikan dukungan dan perhatian kepada Korea Selatan,” kata Yoon.

Menanggapi hal itu, Megawati lalu menyampaikan rasa terima kasih atas perhatian yang diberikan Yoon. Mantan presiden Indonesia itu pun menyampaikan salam dari Presiden Joko Widodo.

“Pada kesempatan yang sangat baik ini saya pribadi dan keluarga, dan atas nama Presiden Joko Widodo, sekali lagi ingin menyampaikan selamat atas menjadi presiden ke-20 Korea Selatan,” kata Megawati.

Ucapan dia itu langsung dibalas Yoon. “Saya juga mengucapkan terima kasih kepada Presiden Joko Widodo,” katanya.

Megawati lalu bercerita bahwa dirinya ke Korea Selatan atas seizin Presiden Jokowi. “Dan beliau menyampaikan secara pribadi, menyampaikan salam hormat saya dan tolong sampaikan undangan pada suatu saat nanti (Yoon) dapat berkunjung ke Indonesia,” kata Megawati.

Merespons hal itu, Yoon kembali menyampaikan ungkapan terima kasihnya untuk Jokowi. “Saya sangat berterima kasih dan mohon sampaikan rasa terima kasih saya kepada pak presiden,” kata dia. (goek)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

KRONIK

May Day di DPRD Jatim, Yordan Tegaskan Tuntutan Buruh Akan Diteruskan ke Pusat

Aksi May Day di DPRD Jatim, Yordan Batara-Goa pastikan tuntutan buruh soal outsourcing, upah, dan PHK diteruskan ke ...
KRONIK

Ini, Kunci Sukses Bupati Ipuk Dorong Anak Muda Banyuwangi Berkreasi di Pertanian

BANYUWANGI – Sejak menjabat sebagai Bupati Banyuwangi, salah satu program prioritas Ipuk Fiestiandani adalah sektor ...
EKSEKUTIF

Mas Dhito Tekankan Rekrutmen Sekolah Rakyat Harus Tepat Sasaran, Prioritaskan Warga Kurang Mampu

Mas Dhito tekankan rekrutmen Sekolah Rakyat Kediri harus tepat sasaran bagi desil 1 dan 2, progres pembangunan ...
LEGISLATIF

May Day Produktif, Doding Ajak Buruh Tanam Pohon Perkuat Lingkungan dan Ketahanan Pangan di Trenggalek

Doding Rahmadi ajak buruh tanam pohon saat May Day di Trenggalek, dorong ketahanan pangan dan lingkungan ...
LEGISLATIF

Puan: Isu Outsourcing, Ancaman PHK hingga Ojol Harus Dibaca Satu Kerangka Perlindungan Pekerja

Puan Maharani nilai isu outsourcing, PHK, hingga ojol harus dibaca dalam satu kerangka perlindungan pekerja di May ...
KABAR CABANG

May Day, PDIP Surabaya Rangkul Ojol Perempuan: Serap Aspirasi hingga Salurkan Bantuan

PDIP Surabaya rangkul 250 ojol perempuan saat May Day 2026, salurkan bantuan dan serap aspirasi pekerja informal. ...