Selasa
11 Agustus 2026 | 6 : 59

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Megawati Berharap Ada Konferensi Asia Afrika Jilid II

pdip-jatim-megawati-soekarnoputri-02

JAKARTA – Presiden kelima RI Megawati Soekarnoputri menyerukan digelarnya kembali Konferensi Asia Afrika (KAA) kedua.

“Saya berharap suatu saat di tanggal yang sama dengan hari ini kita dapat bertemu kembali. Konferensi Asia Afrika yang berikutnya,” kata Megawati, melalui pidatonya mewakili keluarga proklamator Ir. Soekarno dalam acara peringatan Konferensi Asia-Afrika (KAA) di Istana Negara, Jakarta, Selasa (18/4/2017).

Ketua Umum DPP PDI Perjuangan ini melihat bahwa zaman sudah berubah. Dunia saat ini sudah saling terkoneksi akibat globalisasi dan pasar bebas.

Di sisi lain, negara-negara di Asia Afrika masih diliputi sejumlah persoalan. Salah satu yang menjadi sorotan adalah konflik antarsaudara.

“Benar kita telah merdeka. Tapi lihat ke dalam negeri kita masing-masing. Di beberapa negara lintas Asia Afrika terjadi konflik. Ada yang disebabkan perebutan wilayah atau percikan isu SARA yang mengarah ke isu disintegerasi,” ujarnya.

“Bahkan terkadang argumentasi masing-masing agama, tindakan penghilangan nyawa manusia dianggap sebagai kebenaran,” lanjut dia.

Hasil KAA 18 hingga 24 April 1955 bernama Dasasila Bandung, kata Megawati, harus dilanjutkan negara-negara pengikut KAA untuk merespons persoalan yang terjadi saat ini.

“Sudah saatnya kita menggunakan peristiwa sejarah KAA sebagai sebuah pisau tajam, yaitu pisau analisis. Mari kita bersama merumuskan definisi problem yang lahir di abad 21. Putuskan bersama langkah dan strategi,” ujar Megawati.

“Sudah saatnya kita bertindak bersama Dasasila Bandung yang telah dinyalakan para pemimpin kita di abad 20,” tambah dia.

Dalam pidatonya, Megawati kembali menegaskan soal dukungannya atas kemerdekaan Palestina. “Dalam kesempatan ini, saya menyatakan untuk tetap ikut berjuang bagi kemerdekaan negara Palestina,” tegasnya.

Dia menyebutkan, dalam KAA 62 tahun lalu, negara-negara yang mengikuti konferensi itu melahirkan semangat kemerdekaan di antara bangsa-bangsa.

Terbukti, selama 10 tahun pascakonferensi tersebut digelar, tercatat 41 negara di Asia, Afrika, bahkan Amerika Latin yang mendeklarasikan kemerdekaan satu per satu.

“Sekarang negara-negara Asia dan Afrika telah banyak yang merdeka. Tapi menurut saya, ini utang sejarah kemerdekaan yang harus tetap kita perjuangkan. Baik sebagai bangsa atau pribadi,” ujar Megawati.

Oleh sebab itu, perjuangan kemerdekaan Palestina, menurut Megawati, merupakan utang sejarah yang harus dipenuhi oleh bangsa-bangsa dunia.

Pada akhir pidatonya, Megawati mengutip kembali pesan yang pernah dilontarkan Bung Karno dalam pidato KAA 62 tahun silam.

“Hidup dan biarkan hidup. Bersatulah dalam keberagaman. Live and let live, Unity in Diversity,” tutup Megawati.

Hadir dalam acara itu, Presiden Joko Widodo, Wakil Presiden Jusuf Kalla, jajaran menteri Kabinet Kerja serta sejumlah utusan negara-negara yang mengikuti KAA.

Peringatan KAA kali ini bertemakan Keberagaman Indonesia. Mulai dari Presiden dan seluruh tamu yang hadir menggunakan baju adat dari berbagai daerah.

Presiden dan Wapres misalnya, menggunakan pakaian khas betawi yang serba hitam lengkap dengan peci. Pramono Anung menggunakan pakaian adat Bali.

Menteri Koordinator bidang Politik Hukum dan Keamanan Wiranto menggunakan baju adat Jawa. Sementara Megawati menggunakan kebaya putih motif bunga dan selendang orange. (goek)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Artikel Terkini

SEMENTARA ITU...

Eri Cahyadi Ingatkan Mahasiswa Baru ITS: Jangan Hanya Andalkan AI, Perkuat Karakter dan Integritas

Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi mengingatkan mahasiswa baru ITS agar tidak hanya mengandalkan AI, tetapi memperkuat ...
SEMENTARA ITU...

Andreas Buka Peluang UMKM Eks Dolly Tembus Pasar Ekspor, Risma Tekankan Pasar Lokal Harus Kuat

Anggota DPR RI Andreas Eddy Susetyo membuka peluang UMKM eks Dolly menembus pasar ekspor, sementara Risma ...
KRONIK

Bupati Bupati Ipuk Lepas 32 Kontingen Pramuka Banyuwangi ke Jambore Nasional ke-12 di Cibubur

BANYUWANGI – Sebanyak 32 Pramuka Penggalang siswa berbagai SMP di Banyuwangi akan mengikuti Jambore Nasional ...
KRONIK

Guntur Wahono: Tiban Bukan Sekadar Adu Skill, Tapi Merawat Persaudaraan Antar Daerah

BLITAR – Seni tradisi Tiban tidak semestinya berhenti sebagai tontonan budaya. Di balik pertarungan para jawara di ...
OLAHRAGA

Kalah 1-4 dari Jabar, Deni Wicaksono Tegaskan Peluang Banteng Jatim Masih Terbuka

SURABAYA – Kekalahan telak 1-4 dari Banteng Jawa Barat membuat langkah Banteng Jatim di Soekarno Cup 2026 langsung ...
OLAHRAGA

Aji Santoso Dorong Soekarno Cup Berkelanjutan, 400 Talenta Muda Dibuka Jalan ke Klub Profesional

SURABAYA – Lapangan Soekarno Cup 2026 bukan sekadar tempat bagi pemain muda mengejar kemenangan. Di balik ...