Senin
10 Agustus 2026 | 2 : 18

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Mau Kunker? Ini Arahan Presiden Jokowi

pdip-jatim-ilustrasi-kunker

pdip-jatim-ilustrasi-kunkerJAKARTA – Mendagri Tjahjo Kumolo sepakat dengan arahan Presiden Joko Widodo terkait kunjungan kerja (kunker) ke daerah. Arahan tersebut disampaikan Jokowi melalui surat tertanggal 29 November 2016 yang ditandatangani Sekretaris Kabinet Pramono Anung.

Pada intinya, dalam surat itu Jokowi meminta agar jajarannya tidak berlebihan saat melakukan kunjungan kerja ke daerah.

“Setuju, sangat setuju. Kunker ke luar negeri juga sama. Itu kan tugas, bukan piknik, bukan belanja,” kata Tjahjo, Rabu (30/11/2016).

Menurut Tjahjo, setiap bawahan presiden, baik menteri, gubernur, dan pejabat negara lainnya, harus fokus saat melakukan kunjungan kerja.

“Tugas kami ke daerah fokus kerja. Hadir ke luar negeri ya ke undangan atau seminar, buat MoU, fokus. Kalau sudah selesai ya pulang,” ucap Tjahjo.

Mantan Sekjen PDI Perjuangan ini merinci, seperti menteri harus fokus saat kunker ke daerah. Tidak perlu banyak rombongan, dan tidak minta-minta fasilitas.

“Saat ke daerah jangan terlalu banyak rangkaian mobil, jangan terlalu banyak mobil patwal,” paparnya.

Mengenai pelanggaran atas arahan Presiden Jokowi, tersebut, tambah Tjahjo, bakal dijatuhi sanksi. Namun, jelas dia, sanksi terberat tidak datang dari Presiden Jokowi.

“Ya pasti ada sanksinya. Sanksi masyarakat yang paling berat,” ujar Tjahjo.

Berikut bunyi surat yang berisi arahan Presiden:

Bersama ini dengan hormat kami sampaikan bahwa Presiden dalam sidang Kabinet paripurna tanggal 2 November 2016, memberikan arahan kepada Menteri atau pejabat sebagai berikut:

  1. Tidak menerima pihak-pihak yang memperkenalkan diri sebagai saudara, keluarga, atau teman dari Presiden atau mengatasnamakan Presiden, kecuali Presiden sendiri yang menyampaikan pesan kepada Menteri atau pejabat yang bersangkutan.
  2. Menteri atau pejabat harus selektif dalam melakukan kunjungan kerja atau perjalanan dinas ke luar negeri dan fokus pada hal-hal yang penting, tidak membeli barang-barang mewah di negara yang dikunjungi, dan jangan terlalu banyak membawa rombongan.
  3. Menteri atau pejabat yang melakukan kunjungan kerja atau perjalanan dinas ke daerah tidak perlu disambut secara berlebihan yang dapat membebani pejabat di daerah yang dikunjungi.
  4. Menteri atau pejabat yang melaksanakan tugas atau kunjungan kerja tidak menggunakan patroli pengawalan yang panjang dan sirine yang berlebihan, yang dapat mengganggu masyarakat pengguna lalu lintas lainnya.
  5. Menyampaikan kepada pasangan (istri/suami) untuk tidak menerima pemberian/cindera mata dari pejabat atau pihak-pihak di negara/daerah yang dikunjungi untuk menghindari potensi persoalan gratifikasi dan tidak membebani pejabat di negara/daerah yang dikunjungi.

(goek/*)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

KRONIK

Terima Aspirasi Masyarakat, PDIP Jember Tegas Tolak Rencana Hutang Rp786 Miliar

JEMBER – Aksi penolakan rencana Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jember meminjam Rp786 miliar melalui skema Lembaga ...
LEGISLATIF

Abdul Qodir Realisasikan Pokir 2026 untuk Bedah Rumah Warga di Malang

MALANG – Anggota Komisi III DPRD Kabupaten Malang, Abdul Qodir, merealisasikan anggaran Pokok-Pokok Pikiran (Pokir) ...
KABAR CABANG

PDIP Kabupaten Blitar Sisakan 4 Kecamatan, Konsolidasi Ditargetkan Tuntas Sebelum 17 Agustus

BLITAR – Konsolidasi PDI Perjuangan Kabupaten Blitar memasuki tahap akhir. Dari seluruh wilayah yang ditargetkan, ...
KABAR CABANG

PDI Perjuangan Sumenep Gelar Rakorcab, Siap Gelar Musran-Musanran Serentak

SUMENEP – DPC PDI Perjuangan Sumenep menggelar rapat koordinasi cabang (Rakorcab) menjelang pelaksanaan Musyawarah ...
KRONIK

Usung Semangat “Satu Hati, Satu Arah”, Banteng Papua Raya Siap Memberi Kejutan

SURABAYA – Perjuangan luar biasa ditunjukkan oleh tim Papua Raya demi berpartisipasi dalam Soekarno Cup 2026. Skuad ...
KRONIK

Persiapan Tiga Bulan, Banteng Istimewa Yogyakarta Siap Rebut Piala Soekarno Cup

SURABAYA – Tim Banteng Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) datang ke Surabaya sebagai kontingen perdana dengan rasa ...