Rabu
26 Agustus 2026 | 11 : 24

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Lewat Diaspora Banyuwangi, Bupati Anas Ajak Perantau Kolaborasi Bangun Daerah

pdip-jatim-diaspora-banyuwangi-2019

BANYUWANGI – Lebih dari seribu perantau alias diaspora asal Banyuwangi memadati Pendopo Sabha Swagata Blambangan, Sabtu (8/6/2019). Mengenakan batik dan udeng khas Banyuwangi, para warga rantau dari berbagai kota dan negara mengikuti acara bertajuk “Diaspora Banyuwangi” tersebut.

Acara yang dihelat tiap libur Lebaran itu selalu dihadiri Ikatan Keluarga Banyuwangi (Ikawangi) dari berbagai daerah di Indonesia dan mancanegara.

Beragam kuliner lokal khas Banyuwangi disajikan, mulai rujak soto, nasi tempong, pecel pitik, dan ayam kesrut. Lagu-lagu khas Banyuwangi dimainkan untuk mengobati kerinduan para perantau.

Baca juga:

> Lebaran Hari ke-2 di Banyuwangi, Warga Osing Kemiren Gelar Barong Ider Bumi

> Siswa Asuh Sebaya Banyuwangi Donasikan Rp 17 M untuk Siswa Kurang Mampu

> Pastikan Layanan Sosial Tetap Jalan, Bupati Anas Kunjungi Lansia

> Anas Undang Perantau Hadiri Diaspora Banyuwangi Bernostalgia di Kampung Halaman

Bupati Abdullah Azwar Anas mengatakan, Diaspora Banyuwangi selalu digelar rutin setiap tahun sejak lima tahun lalu. Acara ini menjadi media penting Pemkab Banyuwangi untuk menyampaikan perkembangan pembangunan daerah sekaligus meminta masukan dari warga perantau.

“Dalam kesempatan ini, kami juga mengajak para perantau untuk berkolaborasi membangun daerah. Silakan bikin sesuatu di Banyuwangi, usaha pertanian, peternakan, pariwisata, dan sebagainya sesuai minat bapak-ibu semua. Ayo bareng-bareng majukan daerah,” kata Anas.

Dia lantas memaparkan berbagai perkembangan Banyuwangi. Mulai dari Bandara Internasional Banyuwangi, pengembangan pariwisata, hingga pabrik kereta api terbesar di Indonesia yang tengah dibangun di Banyuwangi.

Saat ini, di Banyuwangi juga sedang dibangun industri kereta api terbesar di Indonesia yang dilengkapi dengan museum kereta api. Industri tersebut juga berarsitektur khas rumah masyarakat Suku Osing, sehingga bakal menjadi ikon baru Banyuwangi.

Anas juga menyampaikan sejumlah program sosial-kemasyarakatan yang telah dijalankan, seperti pendistribusian makanan bergizi gratis setiap hari ke lebih dari 3.000 warga lanjut usia (lansia) miskin, hasil kolaborasi Pemkab Banyuwangi, pemerintah desa, dan Badan Amil Zakat.

“Saat ini kami juga menjadikan Puskesmas sebagai mal orang sehat, bukan lagi orang baru datang ke sana saat sakit. Sebelum Lebaran kemarin saya ke Puskesmas Jajag, alhamdulillah luar biasa daftar kunjungan orang sehat untuk konsultasi gizi, sanitasi, atau cek darah meningkat,” jelasnya.

“Kita ingin tingkatkan upaya promotif dan preventif kesehatan, maka bapak ibu yang perantauan ini bisa ikut bantu sosialisasikan ke kerabatnya di Banyuwangi untuk ke Puskesmas agar tetap sehat, jangan nunggu sakit baru ke Puskesmas,” imbuh Anas.

Dia menambahkan, di lokasi acara, Diaspora Banyuwangi juga dihadirkan beragam usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Para diaspora bisa langsung melihat dan belanja oleh-oleh dari UMKM.

“Mengapa kita hadirkan UMKM langsung di lokasi pendopo ini, meskipun mereka juga punya gerai masing-masing dan bisa beli lewat online? Karena kita ingin membangun kedekatan. Bukan saja beli oleh-oleh, tapi kita bangun kesadaran untuk mencintai, membeli, dan mempromosikan produk Banyuwangi,” terang Anas.

“Kita di sini disatukan oleh rasa cinta kepada Banyuwangi. Maka dengan melihat produk UMKM, Bapak/Ibu ribuan diaspora ini bisa ikut tergerak mempromosikan, bahkan tidak menutup kemungkinan bermitra, berbisnis bersama,” lanjutnya.

Para diaspora Banyuwangi menyambut positif perkembangan daerah tersebut. Misalnya, Yanti, pengusaha perjalanan wisata yang membuka bisnis di Jepang.

“Sekarang pulang ke Banyuwangi lebih mudah karena sudah ada bandara. Dulu harus ke Surabaya, lalu perjalanan darat berjam-jam. Saya berharap Banyuwangi terus maju, sehingga bisa ada penerbangan dari Jepang langsung ke Banyuwangi,” kata perempuan yang telah 19 tahun tinggal di Jepang itu.

Yanti juga siap untuk membantu mempromosikan Banyuwangi di luar negeri. Ia mengaku, dulu cukup sulit untuk menjelaskan tentang Banyuwangi. Tapi, sekarang banyak orang yang mengenal Bumi Blambangan tersebut. (goek)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Artikel Terkini

KRONIK

Perkuat Mutu Pendidikan, Banyuwangi Kolaborasi dengan Dunia Usaha

BANYUWANGI – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Banyuwangi terus memperkuat kualitas pendidikan melalui kolaborasi ...
KRONIK

Endog-Endogan, Tradisi Maulid Nabi di Desa Kembiritan Banyuwangi

BANYUWANGI – Tradisi Endog-endogan di Desa Kembiritan, Kecamatan Genteng, Banyuwangi, kembali digelar untuk ...
PEREMPUAN

Susy Cecilia: Kesederhanaan Fatmawati Adalah Spirit Perempuan Indonesia

ADA sesuatu yang sederhana tetapi sangat besar maknanya ketika nama Fatmawati Soekarno kembali disebut. Bukan ...
KABAR CABANG

DPC Tulungagung Kukuhkan Pengurus Ranting dan Anak Ranting se-Kecamatan Campurdarat

TULUNGAGUNG – Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PDI Perjuangan Kabupaten Tulungagung mengukuhkan pengurus Ranting dan ...
KABAR CABANG

Data Desil Tak Sesuai Realita, Warga Lumajang Bisa Lapor ke Kantor DPC atau Gedung DPRD

LUMAJANG – Komisi D DPRD Kabupaten Lumajang merespon adanya keluhan masyarakat terkait data Desil yang dinilai ...
LEGISLATIF

Puan: DPR Siap Terima Aspirasi Massa Peserta Demo 27 Agustus

JAKARTA – Ketua DPR RI Puan Maharani memastikan DPR terbuka menerima aspirasi masyarakat yang akan disampaikan ...