JOMBANG – Anggota Fraksi PDI Perjuangan DPRD Kabupaten Jombang, Ady Artama Putra, menyatakan dukungan penuh terhadap rencana penetapan lokasi titik nol Soekarno di Gang Buntu, Desa Rejoagung, Kecamatan Ploso, Kabupaten Jombang, sebagai kawasan cagar budaya.
Menurutnya, status cagar budaya tidak hanya berfungsi sebagai ruang edukasi sejarah, tetapi juga memiliki implikasi positif terhadap penguatan ekonomi kerakyatan melalui sektor pariwisata berbasis budaya.
“Kami menyambut sangat baik rencana penetapan titik nol Soekarno ini menjadi cagar budaya resmi. Secara ekonomi, ini tentu akan membawa dampak berantai dan memberi manfaat ekonomi kreatif bagi warga sekitar melalui kunjungan wisatawan,” ujar dia, pada Jum’at (22/05/2026).
Politisi muda PDI Perjuangan ini menegaskan, validasi sejarah ini akan semakin memperkuat posisi tawar Kabupaten Jombang di kancah nasional sebagai daerah episentrum yang melahirkan pemikir dan tokoh-tokoh besar bangsa.
“Ditetapkannya rumah kelahiran Bung Karno sebagai cagar budaya akan memperkuat daya tawar Jombang sebagai kota yang melahirkan tokoh-tokoh besar Nusantara. Sebut saja KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur), Emha Ainun Nadjib (Cak Nun), hingga Prof. Nurcholish Madjid (Cak Nur),” jelas dia.
“Mereka semua adalah tokoh-tokoh besar, dan kini terbukti Bung Karno pun memiliki ikatan historis yang kuat di tanah Jombang ini,” imbuh anggota Komisi D DPRD Jombang ini.
Terkait proses legalitas dan penetapan status cagar budaya, Ady menyatakan pihak legislatif akan mendorong dinas terkait untuk segera melakukan koordinasi lintas wilayah, mengingat adanya keterkaitan administratif sejarah dengan Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya.
“Mudah-mudahan nanti bisa mendapatkan titik terang dengan Disdikbud Jombang berkirim surat lagi ke Kementerian Kebudayaan. Mudah-mudahan segera ada jawaban, kemudian segera bisa dilakukan koordinasi supaya nanti bisa bertemu dengan pihak dari Surabaya. Semoga ini semuanya bisa klir dan berjalan lancar,” tambahnya.
Seperti diketahui, Komisi D Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Jombang mengunjungi situs sejarah rumah yang diidentifikasi sebagai tempat kelahiran Proklamator Kemerdekaan RI, Ir. Soekarno, di Gang Buntu, Desa Rejoagung, Kecamatan Ploso, Kabupaten Jombang, pada Rabu (20/5/2026).
Langkah ini diambil sebagai tindak lanjut konkret parlemen atas aspirasi para penelusur sejarah serta warga setempat.
Dalam peninjauan tersebut, rombongan Komisi D melihat langsung kondisi sisa bangunan yang diklaim sebagai rumah masa kecil Bung Karno sekaligus menggelar dialog interaktif bersama Tim Ahli Cagar Budaya (TACB) Kabupaten Jombang, komunitas sejarah dan tokoh masyarakat.
Pada kesempatan itu, inisiator Titik Nol Soekarno, Binhad Nurrohmat, memaparkan secara rinci kronik sejarah yang menunjukkan Bung Karno lahir pada 6 Juni 1902 di Ploso, yang saat itu secara administratif masih berada di bawah wilayah Karesidenan Surabaya.
Sementara, Ketua TACB Kabupaten Jombang, Nasrul Illah, memaparkan, klaim mengenai kelahiran Bung Karno di Kecamatan Ploso kini telah bergeser dari sekadar isu lisan menjadi fakta sejarah yang objektif. Hal ini didasarkan pada penemuan sejumlah dokumen otentik yang menguatkan lini masa keberadaan orang tua Bung Karno di Jombang.
Beberapa data pendukung yang telah dihimpun, antara lain, Surat Keputusan (SK) dinas ayah Bung Karno, Raden Soekeni Sosrodihardjo, sebagai guru di Sekolah Ongko Loro Ploso per 28 Desember 1901. Selain itu, ditemukan pula dokumen tulisan tangan Raden Soekeni yang menyebutkan tahun kelahiran putranya pada 1902, serta berkas registrasi pendaftaran kuliah Bung Karno di Technische Hoogeschool te Bandoeng (sekarang ITB) yang secara eksplisit mencantumkan tanggal lahir 6 Juni 1902. (fathir/set)
BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS












