Jumat
22 Mei 2026 | 9 : 27

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Pertemuan dengan Ansor-Banser Ngawi, Diana Sasa Soroti Maraknya Kasus Pelecehan Seksual di Lingkungan Pendidikan Agama

IMG-20260522-WA0031_copy_925x616

NGAWI – Anggota DPRD Provinsi Jawa Timur dari Fraksi PDI Perjuangan, Diana AV Sasa mengungkapkan keprihatinannya atas maraknya kasus pelecehan seksual yang terjadi belakangan ini. Hal tersebut disampaikannya saat agenda silaturahmi bersama GP Ansor dan Banser Kabupaten Ngawi, Jumat (22/5/2026).

Keprihatinan itu muncul setelah kembali mencuat kasus dugaan pelecehan seksual yang melibatkan institusi pendidikan berbasis agama atau pondok pesantren. Sebelumnya kasus serupa terjadi di Ponorogo, dan terbaru muncul di Ngawi.

Menyikapi rentetan kasus tersebut, anggota Komisi D DPRD Jawa Timur itu menegaskan pentingnya tetap menjunjung asas praduga tak bersalah. Namun demikian, ia meminta proses hukum tetap ditegakkan secara adil dan serius.

“Kita juga harus bisa membedakan antara menghormati pesantren sebagai kultur, dan perbuatan melawan hukum oleh oknum dari pesantren,” ujarnya.

Srikandi PDI Perjuangan yang juga menjabat Ketua DPC PDI Perjuangan Magetan itu berharap aparat penegak hukum menangani perkara seperti ini secara serius dan transparan.

“Saya kira dengan adanya kepastian hukum, korban lain yang mungkin belum berani melapor bisa segera melaporkan kepada aparat kepolisian,” tegasnya.

Agar kejadian serupa tidak kembali terulang, Diana mendorong adanya regulasi yang memungkinkan negara hadir melakukan pengawasan terhadap lingkungan pondok pesantren.

Menurutnya, selama ini lingkungan pondok terkesan cukup tertutup sehingga perlu ada standar tertentu untuk meminimalisasi potensi kekerasan seksual.

“Saya kira negara wajib hadir melalui produk kebijakan, sehingga hal-hal seperti ini tidak lagi terjadi,” kata Diana Sasa.

Ia mencontohkan perlunya pengaturan mengenai standar kamar santri, sistem pengawasan, hingga akses pemantauan oleh orang tua.

“Orang tua santri juga harus bisa memantau, misalnya melalui aplikasi. Selama ini terkesan tertutup, bahkan untuk bertemu orang tua hanya bisa dilakukan beberapa kali saja,” ujarnya.

Diana juga menyayangkan dugaan kekerasan seksual terjadi di lingkungan pendidikan yang selama ini mendapat kepercayaan besar dari masyarakat.

“Orang tua menitipkan anaknya untuk mendapatkan pendidikan dari para ulama. Karena itu kepercayaan tersebut harus dijaga,” katanya.

Selain penegakan hukum, Diana menilai perlindungan terhadap korban dan saksi menjadi hal yang tidak kalah penting. Terutama terkait pendampingan psikologis dan perlindungan dari perundungan.

“Para korban harus mendapatkan perlindungan sebagai saksi. Harus dikawal secara psikologis dan dilindungi dari bullying,” tandasnya. (amd/hs)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

LEGISLATIF

Pertemuan dengan Ansor-Banser Ngawi, Diana Sasa Soroti Maraknya Kasus Pelecehan Seksual di Lingkungan Pendidikan Agama

NGAWI – Anggota DPRD Provinsi Jawa Timur dari Fraksi PDI Perjuangan, Diana AV Sasa mengungkapkan keprihatinannya ...
LEGISLATIF

Komisi E DPRD Jatim Pastikan Penataan Guru Honorer Rampung Tahun Ini

SURABAYA — Harapan ribuan guru honorer di Jawa Timur yang sempat dihantui ketidakpastian status kerja mulai ...
LEGISLATIF

Timwas Haji DPR Desak Izin KBIH yang Kapling Tenda Dicabut

JAKARTA — Tim Pengawas Haji yang juga Wakil Ketua Komisi VIII DPR RI, Abidin Fikri mengecam keras praktik ...
SUARA MUDA

Senyum di Antara Antrean: Langkah Kecil Destra Membawa Harapan bagi Warga Bondowoso

“Kisah inspiratif Destra Picatso, Ketua PAC PDI Perjuangan Bondowoso, mengadvokasi warga urus KTP dan KIS. Potret ...
EKSEKUTIF

Naik Motor, Mas Dhito Blusukan Temui Penjual Bunga Tabur di Ngadiluwih

Mas Dhito bersama Forkopimda Kediri melakukan social riding dan blusukan menemui Mbah Minem, penjual bunga tabur di ...
KRONIK

Saiful Anwar Apresiasi Warga Sukowiyono Lestarikan Tradisi Bersih Desa

TULUNGAGUNG – Anggota Fraksi PDI Perjuangan DPRD Kabupaten Tulungagung, Saiful Anwar, menekankan bahwa bersih desa ...