PDIP Jatim membuka ruang besar bagi generasi muda agar terlibat langsung dalam pengambilan keputusan partai.
LAMONGAN — PDI Perjuangan Jawa Timur menegaskan komitmennya membuka ruang lebih luas bagi generasi muda dalam struktur partai.
Anak muda tidak lagi hanya diposisikan sebagai objek politik, tetapi didorong terlibat langsung dalam proses pengambilan keputusan hingga perjuangan politik di tingkat akar rumput.
Penegasan itu disampaikan Wakil Ketua Bidang Kehormatan DPD PDI Perjuangan Jawa Timur, Agus Wicaksono, usai pelantikan 297 Pengurus Anak Cabang (PAC) PDI Perjuangan se-Kabupaten Lamongan di Sport Center Lamongan, Senin (18/5/2026).
Baca juga: Ketika Tari Jaka Mada Menjadi Ruh Pelantikan PAC dan KSB Ranting PDIP Lamongan
“PDI Perjuangan ingin memastikan bahwa anak muda tidak hanya menjadi objek politik, tetapi ikut terlibat langsung dalam proses pengambilan keputusan dan perjuangan partai,” tegas Agus.
Pelantikan tersebut menjadi bagian dari agenda reorganisasi sekaligus regenerasi kepemimpinan partai di tingkat kecamatan menjelang agenda politik mendatang.

Menurut Agus, dinamika politik nasional saat ini menuntut partai politik lebih adaptif terhadap perubahan komposisi pemilih yang semakin didominasi generasi muda, khususnya Generasi Z dan milenial.
Karena itu, PDI Perjuangan mulai memberi ruang signifikan kepada kader muda untuk masuk dalam struktur organisasi partai.
“Kami melihat adanya dominasi pemilih dari kalangan generasi Z dan anak muda. Karena itu struktur PDI Perjuangan kini memberi ruang lebih besar kepada kader muda,” ujarnya.
Ia menjelaskan, sekitar 20 persen kepengurusan PAC saat ini wajib diisi anak muda yang memiliki minat dan kepedulian terhadap dunia politik.
Langkah tersebut dinilai penting agar partai tidak mengalami jarak komunikasi dengan generasi baru pemilih Indonesia.
Agus menegaskan konsolidasi lima tahunan yang dilakukan PDI Perjuangan bukan sekadar pergantian kepengurusan formal.
Lebih dari itu, agenda tersebut menjadi bagian dari strategi jangka panjang menjaga kesinambungan kaderisasi partai.

Menurut Agus, anak muda harus diberi ruang belajar politik secara langsung melalui organisasi dan aktivitas sosial kemasyarakatan.
Karena itu, pendidikan politik berkelanjutan menjadi salah satu fokus utama partai.
“Anak muda harus diberikan ruang untuk belajar, berorganisasi, dan terlibat langsung di tengah masyarakat,” tegas anggota DPRD Jatim tersebut.
Selain memberi ruang kepada kader muda, PDI Perjuangan Jawa Timur sebelumnya juga telah mewajibkan keterwakilan perempuan minimal 30 persen dalam struktur kepengurusan partai.
Agus menyebut kebijakan itu berjalan cukup baik dan kini diperkuat dengan keterlibatan generasi muda.
“Sebelumnya kami sudah menginstruksikan minimal 30 persen perempuan dalam struktur kepengurusan dan itu sudah berhasil,” ungkapnya.
Ia optimistis kombinasi kader senior, perempuan, dan generasi muda akan menjadi kekuatan baru partai menghadapi tantangan politik yang semakin kompetitif ke depan.
Menurutnya, energi dan cara pandang baru dari generasi muda akan membantu partai tetap relevan dengan perkembangan zaman. (yols/pr)
BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS











