Jumat
16 Oktober 2026 | 10 : 29

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Legislator Kota Malang Usulkan Rp 4,5 M dari Anggaran Refocusing untuk BLT

pdip-jatim-legislatif-040921-i-made-riandiana-kartika

MALANG – DPRD Kota Malang bakal menambah alokasi bantuan tidak terduga (BTT) bagi masyarakat terdampak Covid-19. Dewan mengusulkan Rp 4,5 miliar untuk bantuan langsung tunai (BLT).

Ketua DPRD Kota Malang, I Made Riandiana Kartika menjelaskan, untuk target penerima, pihaknya sudah mengusulkan sebanyak 15 ribu warga penerima BLT.

“Target penerimanya yang kami usulkan sebanyak 15 ribu warga Kota Malang. Dari kami ada anggaran sebesar Rp 20,8 miliar yang direfocusing. Untuk BLT, kami usulkan sebesar Rp4,5 miliar,” beber Made, kemarin.

Rencananya besaran nominal BLT yang akan disalurkan sebesar Rp. 300 ribu kepada setiap warga yang belum pernah menerima bantuan sosial sebelumnya.

Legislator yang juga Ketua DPC PDI Perjuanan Kota Malang ini menambahkan, penerima BLT diprioritaskan untuk warga yang terdampak Covid-19.

“Kita punya pengurus mulai dari tingkat kota sampai tingkat RW itu yang kita gerakkan. Di samping tetap berkolaborasi dengan RT dan RW. Kita basisnya, dari bawah laporannya,” bebernya.

Sementara itu, Ketua Fraksi PDI Perjuangan DPRD Kota Malang, Eko Herdiyanto menambahkan, BLT ini berasal dari hasil refocusing anggaran DPRD Kota Malang yang akan mulai disalurkan pada akhir Oktober.

“Untuk Fraksi PDI Perjuangan kita bisa mengusulkan sebanyak 4.200 KK untuk bisa menerima bantuan. Bantuan ini adalah hasil refocusing anggaran DPRD Kota Malang berdasarkan pengesahan Perubahan Anggaran Kerja (PAK) tahun ini,” terang Eko.

Saat ini, pihaknya masih melakukan pendataan bagi warga yang belum pernah mendapatkan bantuan sosial dalam bentuk apapun.

Untuk selanjutnya data tersebut akan diberikan kepada Dinas Sosial Kota Malang untuk segera dilakukan proses verifikasi dan pengecekan.

Apabila oleh Dinsos dinyatakan belum pernah menerima bantuan dan merupakan masyarakat yang membutuhkan, maka akan segera memasuki tahap pencairan.

“Sesuai dengan apa yang diperintahkan oleh Ibu Ketua Umum Megawati Soekarnoputri, bahwa kita harus menangis dan tertawa bersama dengan rakyat. Setidaknya, ini adalah wujud ikhtiar dan upaya kami untuk meringankan beban yang saat ini dialami masyarakat karena pandemi,” ujar Eko. (ace/pr)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

LEGISLATIF

Fraksi PDI Perjuangan DPRD Lamongan Kawal Raperda Tata Niaga dan Perlindungan Petani Tembakau

LAMONGAN — Fraksi PDI Perjuangan DPRD Kabupaten Lamongan berkomitmen mengawal pembentukan Rancangan Peraturan ...
LEGISLATIF

1.870 Kasus Narkoba Terungkap di Jatim, Andy Firasadi Dorong Pencegahan Berbasis Lingkungan

SURABAYA – Pemberantasan narkoba di Jawa Timur perlu diperkuat hingga ke lingkungan permukiman. Anggota Fraksi PDI ...
KRONIK

Hasto Kristiyanto Dorong Gerakan Merawat Pertiwi Perkuat Ekonomi Pesisir

MALANG – Gerakan pelestarian lingkungan harus memberi manfaat langsung bagi masyarakat. Sekretaris Jenderal DPP PDI ...
KRONIK

Reses di Ponorogo, Kanang Siap Perjuangkan Aspirasi Pendidikan hingga Penyediaan Air Bersih

PONOROGO – Anggota Komisi VI DPR RI, Ir. Budi Sulistyono (Kanang), berkomitmen memperjuangkan berbagai aspirasi ...
HEADLINE

Hasto: Konservasi Mangrove dan Ekowisata CMC Tiga Warna Layak Dicontoh Daerah Lain

MALANG – Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto mengapresiasi langkah konkret pemberdayaan masyarakat ...
EKSEKUTIF

Eri Cahyadi: Kota Modern Tak Boleh Kehilangan Jati Diri Budaya

SINGKAWANG – Kemajuan sebuah kota tidak cukup diukur dari jalan yang mulus, gedung yang menjulang, atau pesatnya ...