Kamis
01 Oktober 2026 | 10 : 50

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Konflik Timur Tengah Memanas, Renny Pramana Minta Pemprov Pastikan Keselamatan 7.000 PMI

pdip-jatim-250124-renny-fraksi

SURABAYA — Sekitar 7.000 Pekerja Migran Indonesia (PMI) asal Jawa Timur tercatat bekerja di kawasan Timur Tengah di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik antara Iran dengan koalisi Amerika Serikat dan Israel.

Menanggapi situasi tersebut, Ketua Fraksi PDI Perjuangan DPRD Jawa Timur Wara Sundari Renny Pramana mendorong Pemerintah Provinsi Jawa Timur untuk aktif berkoordinasi dengan pemerintah pusat guna memastikan keselamatan para pekerja migran asal Jatim.

Menurutnya, kondisi geopolitik di kawasan Timur Tengah perlu menjadi perhatian serius pemerintah daerah, mengingat ribuan warga Jawa Timur masih bekerja di sejumlah negara di kawasan tersebut.

“Keselamatan warga Jawa Timur yang bekerja di luar negeri harus menjadi prioritas. Pemprov Jatim perlu aktif berkoordinasi dengan pemerintah pusat, KBRI, serta instansi terkait untuk memastikan kondisi para PMI tetap aman,” ujar Renny, Minggu (8/3/2026).

Anggota Komisi E DPRD Jawa Timur itu juga meminta pemerintah daerah menyiapkan langkah antisipatif jika situasi konflik semakin berkembang. Ia menilai pemetaan lokasi para PMI serta kesiapan skenario evakuasi perlu dipersiapkan sejak dini untuk mengantisipasi kemungkinan terburuk.

“Pemprov harus memastikan data PMI asal Jatim yang berada di Timur Tengah benar-benar terupdate. Jika situasi tidak kondusif, langkah evakuasi harus sudah dipersiapkan,” tegasnya.
Renny menambahkan, perlindungan terhadap pekerja migran tidak hanya dilakukan ketika terjadi krisis, tetapi juga harus dimulai sejak proses penempatan tenaga kerja ke luar negeri.

“PMI adalah pahlawan devisa yang memberikan kontribusi besar bagi daerah dan negara. Karena itu negara, termasuk pemerintah daerah, harus hadir memberikan perlindungan maksimal bagi mereka,” ujarnya.

Berdasarkan data Sistem Komputerisasi Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (SISKOP2MI), sekitar 7.000 PMI asal Jawa Timur bekerja di kawasan Timur Tengah, dengan jumlah terbesar berada di Arab Saudi, Turki, dan Qatar.

Meski sebagian besar PMI tidak berada langsung di wilayah konflik, pemerintah tetap diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi dampak yang dapat muncul akibat eskalasi geopolitik di kawasan tersebut. (yols/pr)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

SEMENTARA ITU...

Mas Ipin: FJTT Jadi Parameter Seni Jaranan Trenggalek Tetap Eksis

Bupati Trenggalek Mochamad Nur Arifin menilai FJTT menjadi parameter eksistensi seni jaranan sekaligus ruang ...
KRONIK

Soroti Kecelakaan KM Virgo Transport 8, Darul Dorong Pembangunan Pos Bakamla di Masalembu

SUMENEP – Pencarian korban kecelakaan KM Virgo Transport 8 di perbatasan perairan Masalembu, Sumenep, Jawa Timur, ...
LEGISLATIF

Tingkatkan Ekonomi Kepulauan, Hosnan PDIP Minta Pemkab Sumenep Maksimalkan Jalan Sapudi dan Raas

SUMENEP – Anggota Fraksi PDI Perjuangan DPRD Sumenep, Hosnan, memberikan atensi terhadap pembangunan infrastruktur ...
KRONIK

Pedagang Pasar Tanjung Demo, DPRD Jember Fasilitasi Pertemuan Jumat

JEMBER – Ratusan pedagang Pasar Tanjung berunjuk rasa di depan Kantor Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jember, Rabu ...
LEGISLATIF

Anas Karno: Disiplin ASN dan PPPK Harus Berlaku Sama, Jangan Tebang Pilih

SURABAYA – Sekretaris Komisi A DPRD Kota Surabaya, Anas Karno, menekankan standar kedisiplinan harus berlaku sama ...
KRONIK

Wabup Antok Takziah di Rumah Duka Korban Kapal Virgo, Sampaikan Belasungkawa

NGAWI – Wakil Bupati Ngawi Dwi Rianto Jatmiko bertakziah ke rumah duka Doddy Soemarno, warga Desa Klitik, Kecamatan ...