GRESIK – Pimpinan DPRD Kabupaten Gresik bersama Ketua Komisi menyampaikan hasil kinerja menindaklanjuti aduan masyarakat tahun 2025. Mulai dari pendidikan, kesehatan, infrastruktur hingga persoalan lingkungan.
Salah satu yang banyak menjadi perhatian publik soal kerusakan infrastruktur jalan. Pasalnya, banyak jalan rusak dampak dilewati kendaraan besar yang melebihi tonase.
Ketua Komisi III DPRD Gresik, Sulisno Irbansyah menyampaikan, banyak sekali aduan masyarakat yang masuk ke komisinya. Baik secara resmi melalui surat maupun ketika melakukan serap aspirasi masyarakat.
“Aduan yang masuk meliputi lingkungan hidup seperti pembuangan limbah. Kemudian, galian C dan infrastruktur jalan rusak,” kata Sulisno, Kamis 14 Agustus 2025.
Politisi PDI Perjuangan itu menyebut, persoalan lingkungan hidup sudah ditindaklanjuti dengan melakukan inspeksi mendadak (sidak) serta meminta penjelasan dari perusahaan terkait.
“Seperti pembuangan limbah di wilayah Bungah, sudah kami tindaklanjuti. Kemudian, soal kebocoran pabrik di wilayah Manyar juga sudah kami panggil,” imbuhnya.
Kemudian soal kerusakan infrastruktur jalan juga sudah dibahas dengan dinas terkait. Proses perbaikan jalan rusak kerap dilakukan oleh Unit Reaksi Cepat (URC) meski pada akhirnya tidak bertahan lama, dan kembali rusak.
Pihaknya merinci, dari hasil perhitungan dibutuhkan anggaran Rp 1,2 triliun untuk perbaikan jalan se-kabupaten Gresik menggunakan beton atau cor. Sayangnya, anggaran pemerintah belum mencukupi sehingga dilakukan solusi jangan pendek.
“Kami sudah sepakati ada penambahan anggaran untuk UCR, supaya penanganan jalan rusak dapat dilakukan lebih menyeluruh,” pungkasnya. (mus/hs)
BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS













