Selasa
26 Mei 2026 | 7 : 18

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Komisi B DPRD Jombang Soroti Serapan Gabah oleh Bulog Masih Belum Maksimal

pdip-jatim-250204-ama-siswanto-jombang

JOMBANG – Komisi B DPRD Jombang menyoroti harga gabah yang masih di bawah harga pokok penjualan (HPP) terutama di wilayah Jombang utara Sungai Brantas.

”Kami mendapat laporan dari petani, harga gabah masih di bawah HPP, terutama di Kecamatan Kabuh yang saat ini mulai panen,” ungkap Wakil Ketua Komisi B DPRD Jombang Ama Siswanto, Minggu (6/4/2025).

Menurutnya, hal ini dikarenakan Bulog masih belum optimal untuk menyerap gabah petani. ”Karena serapan Bulog sendiri juga dibatasi. Sehingga gabah petani masih banyak dibeli tengkulak dengan harga di bawah HPP,” terangnya.

Politisi PDI Perjuangan ini mendorong pemkab melalui dinas pertanian untuk mencari solusi guna mensejahterakan petani dengan harga gabah yang sesuai.

”Seperti ada wacana pemkab untuk pengadaan beras ASN. Pemkab harus segera melakukan kajian, apakah itu benar-benar efektif atau seperti apa. Kalau benar efektif harus segera dijalankan,” tegas Ama.

Sebelumnya, Koordinator Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) Kecamatan Kabuh, Fatkhur Rohman, mengakui wilayah setempat saat ini sudah mulai panen padi.

”Sekarang sudah hampir 25 persen yang panen, sisanya atau puncaknya setelah Lebaran,” beber Fatkhur.

Disinggung soal harga, Fatkhur tetap berpedoman pada HPP yang sudah ditetapkan. ”Yang kami kawal ini program serap gabah bersama Bulog. Harganya tetap, Rp 6.500 per kilogram gabah bersih kering sawah,” tuturnya.

Menurutnya, petani di Kecamatan Kabuh jarang menjual gabah kering panen (GKP). Biasanya dibawa pulang dan dikeringkan terlebih dahulu.

”Karena dalam setahun sekali panen padi, sehingga gabahnya dibawa pulang dan disimpan,” ujarnya.

Idealnya saat ini, harga harus sesuai yang ditetapkan pemerintah, yakni Rp 6.500 per kilogram. Meski tengkulak yang membeli gabah ke petani.

”Keinginan pemerintah begitu, tetapi tengkulak ini kadang sudah orang ke berapa. Karena mereka ini akan disetor lagi, sehingga harganya di tingkatan petani beda,” bebernya.

Selain itu, petani bisa melakukan koordinasi dengan masing-masing kelompok tani (poktan) atau gabungan poktan (gapoktan), agar gabah mereka diserap Bulog. Tentunya dengan harga yang sudah sesuai HPP.

”Misalnya ingin gabahnya terserap Bulog dengan harga sesuai pemerintah, caranya harus mendaftar program serap gabah. Petani bisa koordinasi ke masing-masing poktan biar nanti ditindaklanjuti,” kata Fatkhur. (fath/pr)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

KRONIK

Renny Pramana Salurkan Bantuan Sapi Kurban ke Ponpes dan Panti Asuhan di Kediri

Ketua Fraksi PDIP DPRD Jatim Wara Sundari Renny Pramana menyalurkan bantuan sapi kurban ke pondok pesantren, ...
KRONIK

Mbak Susy Serahkan Bantuan Sapi Kurban PDIP Jatim di Lamongan

DPD PDI Perjuangan Jawa Timur menyalurkan bantuan hewan kurban di Lamongan untuk memperkuat semangat gotong royong ...
KRONIK

Sambut Idul Adha 1447 H, PDIP Jatim Sembelih 10 Ekor Sapi untuk Warga dan Ponpes Sekitar Kantor DPD 

SURABAYA – DPD PDI Perjuangan Jawa Timur menyambut Hari Raya Idul Adha 1447 H, dengan menyembelih sepuluh ekor sapi ...
KABAR CABANG

Said Abdullah Salurkan 298 Ekor Sapi Kurban di Madura, Sasar Pesantren hingga Musala

SUMENEP – Ketua DPD PDI Perjuangan Jawa Timur, Said Abdullah, bersama Yayasan Fathimah Binti Said Gauzan ...
KABAR CABANG

DPC Bojonegoro Bersinergi dengan Pesantren, Salurkan Daging Kurban 6 Sapi untuk Santri dan Warga

BOJONEGORO – Dewan Pimpinan Cabang PDI Perjuangan Bojonegoro bersinergi dengan sejumlah pondok pesantren dalam ...
LEGISLATIF

Diana Sasa: Putusan MK Soal Kuota Perempuan Jadi Peringatan Keras bagi Parpol

Anggota DPRD Jatim Diana Sasa menilai putusan MK soal kuota 30 persen perempuan menjadi peringatan keras agar ...