Senin
19 Oktober 2026 | 4 : 21

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Komisi B DPRD Jember Soroti Gerobak Cinta dan Kebocoran Retribusi Pasar

PDIP-Jatim-Candra-Ary-Fianto-20082026

JEMBER – Komisi B DPRD Jember meminta Pemerintah Kabupaten (Pemkab) setempat menggeser anggaran sejumlah program yang dinilai kurang mendesak untuk membiayai kebutuhan masyarakat yang lebih prioritas. Salah satunya pengelolaan sampah dan perbaikan drainase pasar.

Ketua Komisi B DPRD Jember, Candra Ary Fianto, mengatakan bahwa salah satu program yang perlu dievaluasi ialah Gerobak Cinta. Menurut dia, proses penganggaran hingga pelaksanaan program tersebut bermasalah.

“Program ini kalau kita lihat proses penganggarannya hingga eksekusinya sudah semrawut. Daripada dipaksakan, anggarannya bisa dialihkan ke program yang menyentuh masyarakat secara langsung,” ujar Candra di Jember, pada Rabu (19/8/2026).

Candra mengusulkan, anggaran tersebut dialihkan untuk pengelolaan sampah di pasar. Ia mencontohkan Pasar Tanjung yang menghasilkan sekitar 14 ton sampah setiap hari.

Selain sampah, Komisi B meminta pemkab segera memperbaiki drainase pasar yang rusak. Candra meminta Dinas Koperasi, UMKM dan Perdagangan menyerahkan data lengkap mengenai kondisi drainase di seluruh pasar.

Komisi B juga menyoroti potensi kebocoran retribusi pasar. Candra mengaku menerima informasi adanya perbedaan antara pungutan retribusi dengan setoran ke kas daerah.

Anggota Fraksi PDI Perjuangan ini meminta pemerintah menelusuri persoalan tersebut karena retribusi pasar merupakan salah satu sumber Pendapatan Asli Daerah.

“Kami banyak menerima informasi bahwa di Pasar Tanjung ada masalah penarikan retribusi. Nominal yang dipungut berbeda dengan yang disetorkan ke kas daerah,” jelas Candra.

Relokasi PKL Harus Jelas

Komisi B juga meminta pemkab memperjelas rencana pembangunan kawasan food street yang akan digunakan untuk menata dan merelokasi pedagang kaki lima di sekitar alun-alun. Candra meminta pemerintah tidak sekadar memindahkan pedagang, tetapi memastikan relokasi tidak mengurangi pendapatan mereka.

“Kami minta saat merelokasi harus memperhitungkan nasib PKL. Jangan sampai merugikan mereka. Termasuk skema penataannya harus dijelaskan secara matang,” katanya.

Menurut Candra, seluruh usulan tersebut perlu dipertimbangkan dalam penyelarasan KUPA APBD 2026 agar anggaran daerah lebih banyak diarahkan pada kebutuhan yang berdampak langsung kepada masyarakat. (art/set)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

KRONIK

DPRD Kabupaten Sumenep Peringati Hari Parlemen 2026 dengan Jalan Sehat Politik

SUMENEP – DPRD Kabupaten Sumenep menggelar Jalan Sehat Politik dalam rangka Hari Parlemen 2026 di area Taman Bunga ...
KRONIK

Maskina, Seragam Partai, dan Bantuan Modal dari Said Abdullah

SUMENEP – Maskina, kader PDI Perjuangan asal Desa Juruan Laok, Kecamatan Batuputih, Kabupaten Sumenep, menerima ...
LEGISLATIF

Karhutla Meluas di Sejumlah Gunung Jatim, Sri Untari Dorong Penanganan Terpadu

SURABAYA – Ketua Komisi E DPRD Jawa Timur Sri Untari Bisowarno mendorong penguatan penanganan kebakaran hutan dan ...
BERITA TERKINI

Saifudin Zuhri Dorong Perwali Wajibkan Pertunjukan Seni Lokal di Sektor Pariwisata Batu

BATU – Anggota Komisi A DPRD Jawa Timur Saifudin Zuhri mendorong Pemerintah Kota Batu menerbitkan Peraturan Wali ...
KRONIK

Ribuan Pelari Meriahkan Bangkalan Run, Bupati Lukman: Peluang Gerakkan Ekonomi Masyarakat

BANGKALAN – Ribuan pelari dari berbagai daerah memeriahkan Bangkalan Run 2026 yang digelar dalam rangka Hari Jadi ...
KRONIK

Apresiasi Penampilan Karya Siswa SR, Bupati Ipuk: Kami Bangga Menyaksikannya

BANYUWANGI – Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani, mengaku bangga atas perkembangan siswa Sekolah Rakyat (SR) ...