Kamis
20 Agustus 2026 | 9 : 14

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Komisi B DPRD Jember Soroti Gerobak Cinta dan Kebocoran Retribusi Pasar

PDIP-Jatim-Candra-Ary-Fianto-20082026

JEMBER – Komisi B DPRD Jember meminta Pemerintah Kabupaten (Pemkab) setempat menggeser anggaran sejumlah program yang dinilai kurang mendesak untuk membiayai kebutuhan masyarakat yang lebih prioritas. Salah satunya pengelolaan sampah dan perbaikan drainase pasar.

Ketua Komisi B DPRD Jember, Candra Ary Fianto, mengatakan bahwa salah satu program yang perlu dievaluasi ialah Gerobak Cinta. Menurut dia, proses penganggaran hingga pelaksanaan program tersebut bermasalah.

“Program ini kalau kita lihat proses penganggarannya hingga eksekusinya sudah semrawut. Daripada dipaksakan, anggarannya bisa dialihkan ke program yang menyentuh masyarakat secara langsung,” ujar Candra di Jember, pada Rabu (19/8/2026).

Candra mengusulkan, anggaran tersebut dialihkan untuk pengelolaan sampah di pasar. Ia mencontohkan Pasar Tanjung yang menghasilkan sekitar 14 ton sampah setiap hari.

Selain sampah, Komisi B meminta pemkab segera memperbaiki drainase pasar yang rusak. Candra meminta Dinas Koperasi, UMKM dan Perdagangan menyerahkan data lengkap mengenai kondisi drainase di seluruh pasar.

Komisi B juga menyoroti potensi kebocoran retribusi pasar. Candra mengaku menerima informasi adanya perbedaan antara pungutan retribusi dengan setoran ke kas daerah.

Anggota Fraksi PDI Perjuangan ini meminta pemerintah menelusuri persoalan tersebut karena retribusi pasar merupakan salah satu sumber Pendapatan Asli Daerah.

“Kami banyak menerima informasi bahwa di Pasar Tanjung ada masalah penarikan retribusi. Nominal yang dipungut berbeda dengan yang disetorkan ke kas daerah,” jelas Candra.

Relokasi PKL Harus Jelas

Komisi B juga meminta pemkab memperjelas rencana pembangunan kawasan food street yang akan digunakan untuk menata dan merelokasi pedagang kaki lima di sekitar alun-alun. Candra meminta pemerintah tidak sekadar memindahkan pedagang, tetapi memastikan relokasi tidak mengurangi pendapatan mereka.

“Kami minta saat merelokasi harus memperhitungkan nasib PKL. Jangan sampai merugikan mereka. Termasuk skema penataannya harus dijelaskan secara matang,” katanya.

Menurut Candra, seluruh usulan tersebut perlu dipertimbangkan dalam penyelarasan KUPA APBD 2026 agar anggaran daerah lebih banyak diarahkan pada kebutuhan yang berdampak langsung kepada masyarakat. (art/set)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

LEGISLATIF

Komisi B DPRD Jember Soroti Gerobak Cinta dan Kebocoran Retribusi Pasar

JEMBER – Komisi B DPRD Jember meminta Pemerintah Kabupaten (Pemkab) setempat menggeser anggaran sejumlah program ...
LEGISLATIF

Fraksi PDI Perjuangan Jember Tolak Tanggung Jawab atas Utang Rp786 Miliar

JEMBER – Fraksi PDI Perjuangan DPRD Jember menolak ikut bertanggung jawab atas rencana pinjaman daerah Rp786,573 ...
SEMENTARA ITU...

Kurangi Ketergantungan Impor, Trenggalek Mulai Kembangkan Bawang Putih

Trenggalek mulai mengembangkan bawang putih di Kecamatan Pule untuk mengurangi ketergantungan impor sekaligus ...
HEADLINE

Banteng Jatim Pesta 6 Gol, Lolos Semifinal Soekarno Cup dan Bidik Juara Lagi

SURABAYA – Banteng Jawa Timur (Jatim) tampil menggila di babak perempat final Soekarno Cup 2026. Bermain di Stadion ...
LEGISLATIF

DPRD Magetan Desak Pemkab Benahi Perizinan Aset Daerah Usai Polemik Izin Alun-Alun

MAGETAN — Komisi C Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Magetan mendesak Pemerintah Kabupaten (Pemkab) ...
EKSEKUTIF

Mas Dhito: Toleransi Beragama di Sekolah Harus Diteruskan Antar Generasi

Mas Dhito berpesan agar semangat toleransi antarumat beragama di sekolah terus dijaga dan diwariskan kepada ...