Minggu
18 Oktober 2026 | 1 : 11

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Kurangi Ketergantungan Impor, Trenggalek Mulai Kembangkan Bawang Putih

pdip jatim 260820 bawang nggalek

Trenggalek mulai mengembangkan bawang putih di Kecamatan Pule untuk mengurangi ketergantungan impor sekaligus membuka alternatif pendapatan bagi petani.

TRENGGALEK – Pemerintah Kabupaten Trenggalek mulai mengembangkan budidaya bawang putih sebagai salah satu upaya mengurangi ketergantungan pasokan komoditas tersebut dari luar negeri. Wilayah pegunungan yang memiliki ketinggian dan suhu relatif sejuk dinilai berpotensi menjadi sentra baru bawang putih.

Pengembangan awal dilakukan di Desa Karanganyar, Kecamatan Pule, dengan lahan percontohan sekitar 1,5 hektare. Lokasi tersebut berada di kawasan perbukitan dengan ketinggian lebih dari 700 meter di atas permukaan laut (MDPL).

Bupati Trenggalek Mochamad Nur Arifin (Mas Ipin) mengatakan karakter wilayah tersebut cukup mendukung untuk pengembangan bawang putih. Namun, budidaya komoditas tersebut tetap menjadi tantangan karena selama ini petani di kawasan Pule lebih banyak menanam sayuran.

“Nah, untuk bawang putih ini menjadi tantangan sendiri. Mudah-mudahan nantinya berhasil. Karena kalau melihat lokasinya, cocok untuk ditanami,” kata Mas Ipin, Rabu (19/8/2026).

Menurutnya, pengembangan bawang putih memiliki peluang strategis karena kebutuhan pasar cukup tinggi. Selama ini Indonesia masih bergantung pada pasokan bawang putih dari luar negeri melalui impor.

Jika budidaya di Trenggalek berhasil dikembangkan, hasil produksi tidak hanya menjadi sumber pendapatan alternatif bagi petani, tetapi juga berpotensi memenuhi kebutuhan pasar lokal.

“Karena permintaan bawang putih tinggi dan pasarnya terbuka lebar. Ini tantangan bagi kita, utamanya para petani. Jika berhasil tentu bisa swasembada pangan bawang putih,” ujar politisi PDI Perjuangan tersebut.

Mas Ipin menjelaskan, pengembangan bawang putih di Trenggalek merupakan bagian dari program yang digulirkan Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo dan dilaksanakan secara serentak di 17 provinsi.

Trenggalek menjadi salah satu daerah yang ikut dalam program tersebut dengan memanfaatkan kawasan pegunungan sebagai lokasi penanaman.

Menurut Mas Ipin, potensi pengembangan bawang putih tidak hanya berada di Kecamatan Pule. Sejumlah wilayah lain juga memiliki karakter geografis yang relatif sesuai, seperti Kecamatan Bendungan hingga Munjungan.

“Kalau ini bisa dikembangkan di Trenggalek tentu menjadi catatan sejarah. Dan menjadi alternatif penghasilan di bidang pertanian,” katanya.

Untuk tahap awal di Pule, sekitar 150 kilogram bibit bawang putih ditanam pada lahan dengan perlakuan khusus.

Budidaya tersebut melibatkan puluhan petani yang tergabung dalam delapan gabungan kelompok tani (gapoktan).

Metode penanaman relatif tidak jauh berbeda dengan bawang merah. Namun, bawang putih membutuhkan perawatan khusus agar pertumbuhannya optimal.

Dengan perlakuan yang tepat, bawang putih ditargetkan dapat dipanen sekitar tiga bulan setelah penanaman.

Bagi Pemkab Trenggalek, keberhasilan tahap awal tersebut akan menjadi pijakan untuk melihat peluang pengembangan dalam skala yang lebih luas.

Jika produktivitasnya sesuai harapan, bawang putih tidak hanya menjadi komoditas baru bagi petani pegunungan Trenggalek, tetapi juga bagian dari upaya memperkuat ketahanan pangan daerah sekaligus mengurangi ketergantungan pada bawang putih impor. (azz/pr)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

KABAR CABANG

Wadahi Bakat Atlet Lokal, Turnamen Catur Piala DRJ Ngawi Disambut Antusias Ratusan Peserta

NGAWI – Permainan papan catur rupanya memiliki tempat tersendiri di hati masyarakat Kabupaten Ngawi. Hal ini ...
KRONIK

Risma Desak Pemulihan Air Sumur di Malang, Keselamatan Warga Jadi Prioritas

MALANG – Ketua Bidang Penanggulangan Bencana DPP PDI Perjuangan Tri Rismaharini menekankan pentingnya pemulihan ...
KRONIK

Sri Untari: Gaji ASN Lewat Koperasi Merah Putih Bisa Timbulkan Kegaduhan

SURABAYA – Ketua Komisi E DPRD Jawa Timur Sri Untari Bisowarno mengingatkan Kementerian Koperasi agar mengkaji ...
KRONIK

PDI Perjuangan Gelar Pekan Sampah Nasional, Ajak Masyarakat Ubah Sampah Jadi Berguna

MALANG – PDI Perjuangan mengajak masyarakat dan komunitas di berbagai daerah menjadikan pengelolaan sampah sebagai ...
KRONIK

Hasto Ajak Anak Muda Rawat Mangrove, Pelestarian Lingkungan Harus Berkelanjutan

MALANG – Sekretaris Jenderal DPP PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto mengajak generasi muda terlibat langsung dalam ...
KRONIK

Hadiri Lomba Mewarnai Tugu Keris, Bupati Fauzi Puji Kreativitas Ratusan Anak

SUMENEP – Komunitas Lakona Lakone sukses menggelar lomba mewarnai tugu keris tingkat Taman Kanak-Kanak (TK) dan ...