Sabtu
11 April 2026 | 1 : 07

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Komisi B DPRD Jember Minta Anggaran 2026 Disparbud Lebih Efektif dan Merata

Candra-Ary-Fianto
Ketua Komisi B DPRD Jember Candra Ary Fianto
Ketua Komisi B DPRD Jember Candra Ary Fianto

JEMBER – Rencana anggaran kegiatan untuk Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Pemerintah Kabupaten Jember banyak diminta DPRD untuk diefektifkan lagi agar pemerataan anggaran lebih berdampak pada semua sektor yang dicakup. Permintaan itu terungkap rapat dengar pendapat (RDP) di DPRD Jember, Senin (24/11/2025).

Beberapa anggaran yang diminta untuk diefektifkan lagi itu di antaranya JFC direncanakan ditambah Rp 2 miliar untuk tahun 2026, ditetapkan Rp 1,5 miliar seperti tahun 2025. Selanjutnya, Jember Fashion Week diwacanakan tak lebih dari Rp 100 juta.

Ketua Komisi B DPRD Jember Candra Ary Fianto pada RDP itu mengatakan, banyak kegiatan seni kebudayaan lain tidak mendapat anggaran hanya karena terfokus pada kegiatan-kegiatan tersebut di atas.

Untuk itu, sambungnya, agar semua sektor seni dan kebudayaan bisa terakomodir lebih merata, maka anggaran-anggaran seperti diatas tak perlu ditambah. Anggaran yang ada dimaksimalkan.

“Selama ini kita melihat JFC itu sejak awal lahir merupakan kegiatan yang mandiri. Tapi semakin ke depan kok berbeda,” ujar Candra.

Apalagi, sambung politisi Banteng tersebut, meski sudah disupport anggaran dari APBD sebesar Rp 1,5 miliar fakta di lapangan masih ditemukan adanya penjualan tiket masuk senilai ratusan ribu.

Selanjutnya untuk anggaran Jember Fashion Week, komisi B memandang anggaran kegiatan Rp 100 juta cukup karena ada kemiripan kegiatan dengan JFC. Sama-sama menampilkan peragaan busana.

Sementara di tahun 2025 ada beberapa seniman yang tak bisa berkegiatan karena tidak memiliki support anggaran. Alhasil mereka berkegiatan mandiri dengan tampilan seadaya.

Sementara di tempat yang sama, Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Bobby Ari Sandi menyikapi wacana penyelarasan anggaran tersebut tidak mempersoalkan. Namun pada keterangan di RDP usulan anggaran untuk JFC ditambah, karena memang ada kegiatan yang memiliki anggaran besar dan tak bisa dicover seperti di tahun 2025.

“Contohnya untuk me-mokup kereta yang digunakan pada rangkaian JFC itu besar,” terangnya. (art/pr)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

KABAR CABANG

Tuntas Musancab, DPC Kota Pasuruan Pastikan Komposisi PAC Akomodir Senior dan Kader Muda

SURABAYA – DPC PDI Perjuangan Kota Pasuruan siap all out melaksanakan kerja-kerja politik kerakyatan melalui ...
KABAR CABANG

PDI Perjuangan Sampang Libatkan Tokoh Lintas Agama di Kepengurusan PAC

SURABAYA – DPC PDI Perjuangan Kabupaten Sampang menegaskan komitmennya untuk gas pol memperkuat struktur partai ...
KRONIK

Untari: Aplikasi Parenting Bisa Jadi Solusi Orang Tua Awasi Anak di Era Digital

SURABAYA — Ketua Komisi E DPRD Provinsi Jawa Timur, Sri Untari Bisowarno, menekankan pentingnya peran orang tua ...
SEMENTARA ITU...

Gowes ke Kantor, Cara Ketua DPRD Ngawi Menjawab Imbauan Hemat Energi

NGAWI – Pagi itu, suasana jalanan Ngawi belum terlalu padat. Di antara lalu lalang kendaraan bermotor, seorang pria ...
KABAR CABANG

Usai Musancab, DPC Sidoarjo Siap Tuntaskan Musyawarah Ranting di 346 Desa/Kelurahan Akhir Juni 2026

SURABAYA — Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PDI Perjuangan Kabupaten Sidoarjo, Hari Yulianto menegaskan ...
HEADLINE

PDIP Jatim Apresiasi Dominasi Anak Muda dan Perempuan di PAC, Energi Baru Partai Menguat

SURABAYA — DPD PDI Perjuangan Jawa Timur mengapresiasi dominasi anak muda dan perempuan dalam komposisi ...