Jumat
01 Mei 2026 | 12 : 17

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Komisi B DPRD Jember Minta Anggaran 2026 Disparbud Lebih Efektif dan Merata

Candra-Ary-Fianto
Ketua Komisi B DPRD Jember Candra Ary Fianto
Ketua Komisi B DPRD Jember Candra Ary Fianto

JEMBER – Rencana anggaran kegiatan untuk Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Pemerintah Kabupaten Jember banyak diminta DPRD untuk diefektifkan lagi agar pemerataan anggaran lebih berdampak pada semua sektor yang dicakup. Permintaan itu terungkap rapat dengar pendapat (RDP) di DPRD Jember, Senin (24/11/2025).

Beberapa anggaran yang diminta untuk diefektifkan lagi itu di antaranya JFC direncanakan ditambah Rp 2 miliar untuk tahun 2026, ditetapkan Rp 1,5 miliar seperti tahun 2025. Selanjutnya, Jember Fashion Week diwacanakan tak lebih dari Rp 100 juta.

Ketua Komisi B DPRD Jember Candra Ary Fianto pada RDP itu mengatakan, banyak kegiatan seni kebudayaan lain tidak mendapat anggaran hanya karena terfokus pada kegiatan-kegiatan tersebut di atas.

Untuk itu, sambungnya, agar semua sektor seni dan kebudayaan bisa terakomodir lebih merata, maka anggaran-anggaran seperti diatas tak perlu ditambah. Anggaran yang ada dimaksimalkan.

“Selama ini kita melihat JFC itu sejak awal lahir merupakan kegiatan yang mandiri. Tapi semakin ke depan kok berbeda,” ujar Candra.

Apalagi, sambung politisi Banteng tersebut, meski sudah disupport anggaran dari APBD sebesar Rp 1,5 miliar fakta di lapangan masih ditemukan adanya penjualan tiket masuk senilai ratusan ribu.

Selanjutnya untuk anggaran Jember Fashion Week, komisi B memandang anggaran kegiatan Rp 100 juta cukup karena ada kemiripan kegiatan dengan JFC. Sama-sama menampilkan peragaan busana.

Sementara di tahun 2025 ada beberapa seniman yang tak bisa berkegiatan karena tidak memiliki support anggaran. Alhasil mereka berkegiatan mandiri dengan tampilan seadaya.

Sementara di tempat yang sama, Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Bobby Ari Sandi menyikapi wacana penyelarasan anggaran tersebut tidak mempersoalkan. Namun pada keterangan di RDP usulan anggaran untuk JFC ditambah, karena memang ada kegiatan yang memiliki anggaran besar dan tak bisa dicover seperti di tahun 2025.

“Contohnya untuk me-mokup kereta yang digunakan pada rangkaian JFC itu besar,” terangnya. (art/pr)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

LEGISLATIF

DPRD Magetan Berhemat Anggaran Daerah, Siap Tiadakan Pokir dan Batasi Seremonial

MAGETAN – DPRD Magetan menegaskan komitmennya untuk memperkuat postur Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) ...
ROMANTIKA

Orde Baru Mengganti Hari Buruh dengan Hari Pekerja

SEJARAH perayaan Hari Buruh (May Day) di Indonesia mengalami pasang surut seiring dengan dinamika politik dan ...
LEGISLATIF

Paripurna LKPj 2025, Hosnan PDIP Tekankan Pentingnya Pemerataan dan Peningkatan Layanan

SUMENEP – DPRD Kabupaten Sumenep menggelar rapat paripurna penyampaian laporan Panitia Khusus (Pansus) terhadap ...
LEGISLATIF

Indah Kurnia Dorong Gaya Hidup Sehat, Ingatkan Bahaya Penyakit Tidak Menular

Indah Kurnia dorong gaya hidup sehat dan ingatkan bahaya penyakit tidak menular melalui edukasi Germas dan kontrol ...
KRONIK

PDIP Turun ke Buruh Rokok Malang, Deni Tegaskan Partai Harus di Barisan Terdepan Bela Pekerja

PDIP turun langsung ke buruh rokok Malang jelang May Day 2026. Deni Wicaksono tegaskan partai di barisan terdepan ...
KRONIK

KBS Berhasil Kembangbiakkan Komodo, Eri Cahyadi: Bisa Menaikkan Animo Masyarakat

SURABAYA – Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi, menyatakan kebanggaannya atas pencapaian Kebun Binatang Surabaya (KBS) ...