Rabu
16 September 2026 | 11 : 15

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Kenakan Pakaian Adat, PDI Perjuangan Jember Gelar Upacara HUT ke-77 RI

PDIP-Jatim-DPC-Jember-18082022

JEMBER – Memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-77 Kemerdekaan Republik Indonesia, seluruh jajaran pengurus DPC PDI Perjuangan Jember menggelar upacara pengibaran bendera merah putih dengan mengenakan pakaian adat daerah dari seluruh Indonesia, di Kantor PDI Perjuangan Jember, Jalan Salamet Riyadi, Kecamatan Patrang, Rabu (17/8/2022).

Sekretaris DPC PDI Perjuangan Jember, Widarto, mengatakan, pada upacara bendera memperingati HUT ke-77 RI ini, pihaknya mewajibkan seluruh jajaran pengurus DPC untuk hadir dan mengikuti upacara bendera ini dengan mengenakan pakaian adat dari berbagai wilayah di Indonesia.

“Dalam upacara bendera HUT ke-77 RI ini para pengurus menggunakan pakaian adat dari berbagai daerah. Hal tersebut kami lakukan untuk menunjukkan rasa bangga kami sekaligus menunjukan bahwa bangsa Indonesia kaya akan ragam suku dan budaya,” ujar Widarto.

Selain itu, penggunaan pakaian adat dalam upacara HUT ke-77 RI juga untuk merefleksikan bahwa kemerdekaan Indonesia bisa dicapai dengan adanya gotong-royong dan kesepakatan untuk bersatu dari ribuan suku, budaya, dan bahasa yang mendiami Indonesia dari Sabang sampai Merauke.

Menurut Widarto, penggunaan pakaian adat dalam upacara memperingati Hari Kemerdekaan ini juga merupakan implementasi dari spirit dan semangat kader-kader PDI Perjuangan Jember untuk selalu bergotong-royong dalam menjaga Pancasila dan nasionalisme Indonesia.

“Karena kita tahu bahwa Indonesia sejatinya adalah bangsa yang plural, dan masyarakat yang majemuk, namun tetap dalam satu bingkai Pancasila. Dan inilah yang menjadi kekuatan besar kita,” jelasnya.

Lebih lanjut, politisi yang akrab disapa Cak Wid ini juga mengungkapkan, di tengah gempuran globalisasi yang masuk ke Indonesia, eksistensi kebudayaan lokal perlahan tergerus. Sebab itu, perlu upaya untuk terus menjaga dan merawat warisan budaya dari leluhur bangsa agar tetap lestari dan tak lekang dimakan zaman.

“Kita pahami bersama bagaimana arus globalosasi perlahan mulai menggerus kebudayaan kita hari ini. Maka sebelum budaya kita semakin tergerus lagi, yang harus kita lakukan adalah menjaga kekayaan budaya itu. Salah satunya dengan bangga memakai pakaian adat ini, di mana hal tersebut diharapkan mampu untuk menumbuhkan semangat dalam merawat kemerdekaan bangsa, dan menjaga kekayaan budaya kita,” pungkasnya. (ryo/set)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

KRONIK

Kawal Penyaluran Air, Natasha Devianti Pastikan Bantuan Masuk Wilayah Kekeringan Bojonegoro

BOJONEGORO – Anggota Komisi C DPRD Kabupaten Bojonegoro, Natasha Devianti, bergerak, mengawal penyaluran air bersih ...
EKSEKUTIF

Rijanto Cek Jalan dan Jembatan di Blitar, Pastikan Pembangunan Tepat Sasaran dan Bermanfaat

BLITAR — Bupati Blitar Rijanto turun langsung mengecek progres pembangunan infrastruktur di sejumlah wilayah ...
KRONIK

Mengurai Ruwet Distribusi Pupuk Subsidi di Magetan, dari Kendala NIK Petani hingga Jumlah Poktan

MAGETAN – Persoalan masih saja membelit di seputar pupuk bersubsidi. Meski pemerintah dan produsen menyatakan stok ...
KRONIK

KPU Kabupaten Pasuruan Kaji Penataan Dapil Pemilu 2029, DPC PDIP Sampaikan Pertimbangan Beban Anggaran

KABUPATEN ‎PASURUAN – KPU Kabupaten Pasuruan, secara internal mulai mengkaji penataan daerah pemilihan (dapil) ...
KRONIK

IKS-PI Cup 3 Jadi Ruang Pembinaan Remaja, Doding: Silat Harus Bermuara ke Prestasi  

IKS-PI Cup 3 Trenggalek menjadi ruang pembinaan pesilat muda sekaligus menekan tawuran dan kenakalan remaja. Doding ...
HEADLINE

Said Abdullah: Gaji P3K 2027 Ditanggung Pusat, Disiapkan Anggaran Rp23 Triliun

JAKARTA — Kabar baik bagi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (P3K). Mulai 2027, gaji atau honorarium P3K ...