TULUNGAGUNG – Wakil Ketua Komisi C DPRD Tulungagung Heru Santoso mengapresiasi masyarakat Desa Mulyosari khususnya yang berada di wilayah Kampung Pelangi. Pasalnya warga lingkungan Kampung Pelangi telah membuat inovasi pengembangan energi listrik dengan menggunakan kincir air.
“Sebagai wakil rakyat di Dapil V ini, saya sangat bangga dan memberi apresiasi yang luar biasa kepada masyarakat Desa Mulyosari khususnya warga Kampung Pelangi,” kata Heru Santoso di Tulungagung, Sabtu (13/8/2022).
Untuk mendukung inovasi masyarakat dalam kedaulatan energi, Heru mengaku siap membuka akses fasilitas pemerintah melalui pokir (pokok pikiran) yang dimilikinya. Syaratnya, Pemerintah Desa harus membuat pengajuan program pengembangan energi listrik dengan kincir air itu.
Menurut Heru, pengembangan energi listrik dengan kincir air, jika dilihat dari sisi biaya jauh lebih murah dan lebih praktis.
Selain itu, pengembangan energi listrik dengan kincir air juga bisa sebagai wahana wisata edukasi dan wisata teknologi tepat guna bagi masyarakat Tulungagung khusunya yang berada di wilayah pegunungan.
“Inovasi ini, dari segi biaya lebih murah dan praktis sekaligus bisa sebagai wahana wisata edukasi dan wisata teknologi tepat guna bagi masyarakat,” jelasnya.
Wakabid Pemenang Pemilu DPC PDI Perjuangan Tulungagung ini menyebutkan, krisis energi menjadi momok bagi banyak negara di dunia. Kenaikan tarif dasar listrik juga menjadi momok bagi sebagian besar masyarakat Indonesia, khususnya bagi yang mempunyai usaha sektor kecil.
Belajar dari kondisi itulah, maka masyarakat Desa Mulyosari khususnya yang berada di wilayah Kampung Pelangi, tergugah kesadarannya dan bergotong royong membuat inovasi pengembangan energi listrik yang murah dan ramah lingkungan.

“Dipicu karena kenaikan tarif listrik dan gangguan pada jaringan PLN yang menyebabkan sering terjadi pemadaman, para warga yang sebagian besar hidup di sektor wisata dan ternak sapi ini mencari alternatif pengunaan energi listrik yang murah dan ramah lingkungan,” beber Heru.
Selain itu, secara geografis wilayah Kampung Pelangi juga berada di dataran tinggi yaitu di lereng Gunung Wilis atau sisi barat dari Kabupaten Tulungagung. Sehingga kondisi alam yang mendukung dan berlimpah itu merupakan modal besar dalam membuat energi alternatif.
“Dengan sumberdaya air yang berlimpah, pembuatan kincir air sebagai penghasil daya listrik menjadi pilihan yang tepat dan cerdas. Dan inovasi itu bisa dimanfaatkan untuk lampu penerangan jalan lingkungan dan Kampung Pelangi,” tutupnya.
Sementara itu, Kepala Desa Mulyosari Agil Wuisan mengatakan, adanya kincir air karya warganya itu memberikan nilai positif dan memberikan dampak pada Desa, karena warga Desa Mulyosari khususnya wilayah Kampung Pelangi bisa menghemat biaya listrik.
Menurut Kades, tujuan pembuatan kincir air adalah dalam rangka memanfaatkan sumberdaya alam yang ada di Desa. Derasnya aliran air di sungai Desa akan menghasilkan energi listrik untuk menyalakan lampu hias di Kampung Pelangi sehingga tidak perlu lagi memakai listrik PLN, maka secara otomatis akan menghemat biaya listrik.
“Semoga inovasi ini bisa membawa dampak ekonomi bagi warga Desa Mulyosari,” harap Agil Wuisan.
Inovasi kincir air itu dipersembahkan dalam terkait Hari Ulang Tahun (HUT) Kampung Pelangi Ke- 5. Perayaan HUT Kampung Pelangi juga diisi dengan kegiatan bazar produk-produk UMKM dari Desa Mulyosari dan berlangsung selama 2 hari, Jumat dan Sabtu (12-13 Agustus 2022).
Acara HUT Kampung Pelangi ke- 5, juga dihadiri Wakil Bupati Tulungagung Gatut Sunu Wibowo, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Bambang Ernawan, Forkopimca Pagerwojo, perangkat desa, dan LPM. (sin/pr)
BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS









