Jumat
24 Juli 2026 | 2 : 32

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

KAA ITS Siap Kawal Program Kelautan Jokowi

pdip-jatim-kaa-its-surabaya

pdip-jatim-kaa-its-surabayaSURABAYA – Hasil akhir Pemilihan Presiden 2014 yang dimenangkan pasangan nomor urut 2 Joko Widodo – Jusuf Kalla resmi ditetapkan Komisi Pemilihan Umum Selasa (22/7/2014) malam kemarin, disambut suka cita pendukungnya. Tak ingin larut dalam euforia kemenangan, relawan Jokowi yang tergabung dalam Komite Arek Alumni ITS (KAA ITS) memilih untuk menggelar tasyakuran dan diskusi di posko mereka Jalan Sidosermo Airdas Kav 23 Surabaya Rabu (8/7/2014) malam.

Koordinator KAA ITS Ermawan Wibisono menjelaskan model perayaan kemenangan sederhana dengan tasyakuran ini dipilih selain untuk menghormati bulan Ramadan juga untuk menciptakan situasi kondusif pasca pilpres yang cukup tajam persaingan antar kandidat dan pendukungnya. “Kebetulan bulan puasa, jadi kami buka puasa bersama saja sekalian,” ujar Ermawan yang biasa disapa Pak Lurah ini.

Sebagaimana semangat relawan yang sukarela, hidangan yang tersaji untuk tasyakuran ini pun dipikul gotong royong antar relawan. “Jadi seru ya, ada yang menyumbang tumpeng, ada yang membawa es buah, yang lain membawa puding, bahkan ada yang nyumbang kerupuk. Semangatnya sukarela itu kami jaga terus. Kami bangga dengan modal sukarela ini bisa mengantar seorang Jokowi ke kursi presiden Indonesia ke-7,” tambah Ermawan.

Usai tasyakuran, mereka menggelar diskusi tentang bagaimana para alumni kampus teknologi besar di Surabaya ini bisa mengambil peran dalam mengawal pemerintahan Jokowi-JK ke depan. Salah satu yang dibahas adalah bagaimana KAA ITS bisa mengawal program kelautan yang ada di dalam visi misi Jokowi-JK.

“Kami akan memberikan rekomendasi-rekomendasi terkait kemaritiman kepada Pak Jokowi karena selama ini ITS cukup memiliki alumni-alumni yang memahami dan menguasai keilmuan maupun persoalan itu, bentuknya akan menjadi sebuah buku,” kata Dr.Yeyes Mulyadi alumni Teknik Kelautan ITS 1992 dalam diskusi.

Lebih lanjut, Sugiyanto alumni Teknik Kimia 1983 mengatakan bahwa ITS memiliki banyak alumni yang secara teknis mumpuni dalam keilmuannya, namun nilai tambah sebagai ilmuwan (added value engineer) akan tumbuh ketika mereka berada dalam lingkungan yang mendukungnya. “Dan untuk itu dibutuhkan pemimpin yang mampu menciptakan munculnya added value itu. Dan sosok pemimpin itu ada pada sosok Jokowi,” ujar dia.

Masnun alumni MIPA Fisika 1999 mengatakan, ke depan KAA ITS akan memberikan rekomendasi person-person juga untuk mendukung pelaksanaan program-program Jokowi-JK. “Kami sumbangkan pikiran dan tenaga kami untuk mewujudkan program-program itu sehingga kesejahteraan rakyat terutama di sektor maritim benar-benar bisa terwujud,” ucapnya. (sa)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

KRONIK

Pedagang Pasar Baru Magetan Cemas Tergusur Rencana Pembangunan Bioskop, DPRD Turun Tangan

MAGETAN – Kawasan Pasar Baru Magetan kembali menjadi sorotan. Belum usai persoalan penataan parkir, kini muncul ...
KABAR CABANG

PDIP Trenggalek Mulai Musran-Musanran, Perkuat Konsolidasi hingga Akar Rumput

DPC PDI Perjuangan Kabupaten Trenggalek memulai Musyawarah Ranting dan Musyawarah Anak Ranting dari Kecamatan ...
EKSEKUTIF

Eri Cahyadi Tertibkan Parkir Surabaya, 250 Lokasi Disegel dan Makam Keputih Terapkan Gate System

Pemkot Surabaya menertibkan pengelolaan parkir dengan menyegel 250 lokasi yang belum berizin serta menerapkan gate ...
LEGISLATIF

Hari Anak Nasional, Kanang Berbagi Motivasi kepada Wali Murid SDN Margomulyo 2 Ngawi

NGAWI – Peringatan Hari Anak Nasional 2026 menjadi momen istimewa bagi keluarga besar SDN Margomulyo 2 Ngawi. ...
LEGISLATIF

Dukung Sekolah Terintegrasi, Fraksi PDIP DPRD Kabupaten Malang Tolak Pengambilalihan Aset Daerah

Fraksi PDI Perjuangan DPRD Kabupaten Malang mendukung pembangunan Sekolah Nasional Terintegrasi dan Sekolah Rakyat, ...
RUANG MERAH

Menghitung Genarasi Emas dari Lambung

Oleh Martin Rachmanto ADA sebuah fragmen ingatan yang abadi dari dekade 1950-an, ketika halaman Istana Negara belum ...