Jumat
09 Oktober 2026 | 2 : 29

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Tolak Utang Rp786 Miliar, Fraksi PDI-P Jember Tinggalkan Paripurna KUA-PPAS 2027

PDIP-Jatim-Edi-Cahyo-Purnomo-08092026

JEMBER – Fraksi PDI Perjuangan DPRD Jember memilih tidak masuk ruang paripurna saat penandatanganan nota kesepakatan KUA-PPAS APBD 2027 pada Senin(7/9/2026). Sikap itu menjadi bentuk penolakan terhadap rencana pemerintah daerah menggunakan utang Rp786,573 miliar untuk membiayai pembangunan.

Ketua Fraksi PDI Perjuangan DPRD Jember, Edi Cahyo Purnomo, mengatakan bahwa fraksinya bukan menolak pembangunan. Yang mereka persoalkan adalah pilihan pemerintah daerah menutup kebutuhan pembiayaan melalui utang ketika masih terdapat sumber fiskal yang dinilai bisa dimaksimalkan.

“Kami tidak anti pembangunan. Tetapi jangan kemudian pembangunan itu dibebankan kepada APBD tahun-tahun berikutnya melalui utang,” ujar Ipung, sapaan akrabnya, dalam penjelasan sikap Fraksi PDI Perjuangan terhadap penandatanganan KUA-PPAS 2027.

Menurut Ipung, Fraksi PDI Perjuangan sejak awal mempersoalkan rencana pinjaman Rp786,573 miliar. Salah satu alasannya adalah adanya tambahan transfer dari pemerintah pusat sekitar Rp223 miliar yang terdiri atas tambahan Dana Alokasi Umum sekitar Rp151,6 miliar dan kurang bayar Dana Bagi Hasil sekitar Rp71,5 miliar.

Bagi Ipung, tambahan dana tersebut semestinya lebih dulu diarahkan untuk memperkuat kemampuan fiskal daerah, termasuk mempercepat perbaikan infrastruktur yang selama ini menjadi kebutuhan masyarakat.

Fraksi PDI Perjuangan juga menilai kemampuan Pendapatan Asli Daerah (PAD) masih dapat digenjot. Salah satu peluang yang disorot adalah rencana pemerintah menghidupkan kembali kebijakan parkir berlangganan yang ditargetkan paling lambat Oktober 2026.

Karena itu, Ipung menilai proyeksi PAD 2027 perlu dihitung kembali secara realistis. Dalam dokumen pandangan fraksi, proyeksi PAD 2027 sekitar Rp1,294 triliun justru lebih rendah dibanding target PAD 2026 sebesar Rp1,367 triliun.

Di titik inilah, Fraksi PDI Perjuangan mempertanyakan logika penyusunan KUA-PPAS 2027. Menurut mereka, kemampuan pendapatan semestinya dihitung dan dioptimalkan terlebih dahulu, kemudian disesuaikan dengan kebutuhan belanja. Jika masih terdapat kekurangan, barulah pembiayaan dipertimbangkan.

Ipung menilai pola sebaliknya justru terjadi dalam pembahasan KUA-PPAS 2027: kebutuhan belanja dan pembiayaan telah disiapkan, sementara kekurangan fiskal ditutup dengan rencana utang.

“Jangan sampai utang menjadi solusi pertama ketika kemampuan fiskal daerah masih bisa dioptimalkan,” kata Ipung.

Fraksi PDI Perjuangan juga meminta pemerintah mengevaluasi belanja yang dinilai belum menjadi prioritas, termasuk sejumlah kegiatan seremonial. Namun, fraksi tidak menganggap seluruh festival, kegiatan promosi, atau acara pemerintah sebagai pemborosan. Persoalannya adalah skala, proporsi, prioritas, serta manfaat yang kembali kepada masyarakat.

Karena sikap tersebut, Fraksi PDI Perjuangan memilih tidak masuk ke ruang paripurna saat penandatanganan KUA-PPAS 2027. Mereka tetap berada di gedung DPRD Jember, tetapi tidak mengikuti proses penandatanganan sebagai bentuk konsistensi politik terhadap penolakan pembiayaan pembangunan melalui utang.

Ipung menegaskan, ketidakhadiran fraksinya bukan bentuk mangkir dari agenda DPRD. Menurut dia, keputusan tersebut sengaja diambil secara terbuka untuk menunjukkan bahwa Fraksi PDI Perjuangan tidak ingin memberikan persetujuan politik terhadap skema pembangunan yang menambah beban fiskal daerah.

“Ketidakhadiran kami bukan mangkir. Kami tetap ada di DPRD, tetapi memilih tidak masuk karena kami tidak sepakat pembangunan dibiayai dengan utang,” ujar Ipung.

Sikap Fraksi PDI Perjuangan itu menempatkan persoalan KUA-PPAS 2027 bukan semata soal ada atau tidaknya anggaran pembangunan. Perdebatan bergeser pada pilihan sumber pembiayaan: mengoptimalkan pendapatan dan efisiensi belanja atau menambah utang daerah hingga Rp786,573 miliar. Bagi Ipung, pembangunan tetap harus berjalan. Namun, cara membiayainya yang dipersoalkan. (art/set)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

KABAR CABANG

DPC Banyuwangi Tuntaskan Musran dan Musanran, 217 Ranting serta 840 Anak Ranting Terbentuk

BANYUWANGI – DPC PDI Perjuangan Banyuwangi telah menuntaskan pelaksanaan Musyawarah Ranting (Musran) dan Musyawarah ...
LEGISLATIF

Puan di Forum IPU: Tata Kelola Pemerintahan yang Baik Haruslah Adil

Puan Maharani menegaskan di Sidang Umum IPU ke-153 bahwa tata kelola pemerintahan yang baik haruslah adil, ...
LEGISLATIF

Desak PSU Perumahan Vaganza Segera Diserahkan ke Pemkab Malang, DPRD Siap Kawal

MALANG – Komisi III DPRD Kabupaten Malang mendesak Prasarana, Sarana, dan Utilitas (PSU) Perumahan Vaganza segera ...
SEMENTARA ITU...

Prof Kyungyon Moon Apresiasi Inovasi Bupati Trenggalek, Siapkan Program Pemberdayaan Pemuda

TRENGGALEK – Inovasi Pemerintah Kabupaten Trenggalek mendapat apresiasi dari Prof. Kyungyon Moon dari Jeonbuk ...
LEGISLATIF

DPRD Banyuwangi Ajukan Raperda Inisiatif Pembentukan Produk Hukum Daerah untuk Dibahas

BANYUWANGI – DPRD Kabupaten Banyuwangi mengajukan Rancangan peraturan daerah (Raperda) inisiatif tentang ...
UMKM

Bupati Gresik Perintahkan Dinas Koperasi Tetap Lakukan Pendampingan Pasca-Pelatihan kepada UMKM

GRESIK – Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani meminta Program Bunda Puspa tidak berhenti pada pelatihan. Para alumni ...