Senin
22 Juni 2026 | 1 : 43

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Jokowi: Tinggalkan Kultur yang Penuh Kepalsuan dan Kemunafikan

pdip-jatim-perayaan-natal-nasional

pdip-jatim-perayaan-natal-nasionalJAKARTA – Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengemukakan, sudah saatnya bagi Bangsa Indonesia untuk bergerak meninggalkan kultur yang penuh kepalsuan, semu, kemunafikan, hanya mementingkan diri sendiri, dan kurang berbagi dengan sesama.

Saat menghadiri peringatan Natal Nasional yang diselenggarakan di Alun-alun Rumah Jabatan Gubernur NTT, Kupang, Senin (28/18), Presiden Jokowi menegaskan, merayakan Natal berarti menjalankan revolusi karakter, revolusi mental. Karena inti dari revolusi karakter dan mental adalah menjadi manusia baru yang lebih disiplin, lebih produktif, lebih optimis, dan lebih bekerja keras.

Presiden menyampaikan rasa syukurnya karena Natal kali ini bangsa Indonesia, khususnya umat Kristiani diingatkan akan pemahaman keluarga yang tidak terbatas pada keluarga inti. “Tetapi juga keluarga lain dalam satu kesatuan bangsa Indonesia, dalam satu kesatuan umat Tuhan,” ujar Presiden.

Untuk itu, menurut Presiden, kita mempunyai tanggung jawab untuk menjadikan hidup bersama di bumi ini semakin baik, saling memberi api dan air, saling tolong-menolong, saling gotong royong. “Api ‘ata ‘ola hege, air ‘ata ‘ola neni,” kata Presiden seraya mengutip sepenggal pepatah masyarakat NTT.

Presiden Jokowi mengingatkan, bahwa kita bersyukur merayakan Natal dalam keluarga Indonesia yang ber-Bhineka Tunggal Ika dimana leluhur bangsa Indonesia telah membuat ikrar satu nusa, satu bangsa, satu bahasa dan bukan satu agama.

Warisan asli Nusantara, spirit Bhinneka Tunggal Ika itu, menurut Presiden harus dirawat agar cita-cita bersama mewujudkan Indonesia sejahtera, adil, berdaulat terus menggema dalam sukma dan kalbu bangsa Indonesia.

“Pancasila harus menjadi habitus bangsa dalam menjalankan iman, harapan, dan kasih,” tegas Presiden.

Kepada umat Kristiani, Presiden Jokowi mengatakan, perayaan Natal harus membawa perubahan sikap mendasar dalam kehidupan bersama sebagai bangsa.

“Jangan sampai Natal hanyalah seremonial belaka tanpa perubahan sikap mendasar,” lanjut Presiden.

Mengutip pesan Paus Fransiskus, Presiden Jokowi mengatakan, Natal tanpa pembaharuan dan perubahan perilaku hanyalah sekadar sandiwara. Natal harus membawa komitmen kepada bangsa dan negara.

“Kita harus kerja keras. Kita bagerik kita baeng pili. Kita bekerja, kita mendapat hasil. Indonesia harus semakin makmur, Indonesia harus sejahtera, Indonesia harus damai dan Indonesia harus penuh suka cita,” ujar Presiden.

Presiden juga mengutip pernyataan Uskup Soegijopranoto yang mengatakan bahwa urusan Indonesia lebih jujur, lebih adil, dan lebih sejahtera adalah tugas kita semua termasuk Umat Kristiani Indonesia. (setkab)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

KRONIK

Sonny PDIP Bagikan 400 Paket Ikan Bermutu, Dorong Ketahanan Pangan dari Banyuwangi

BANYUWANGI – Anggota Komisi IV DPR RI, Sonny T. Danaparamita bersama Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) ...
KABAR CABANG

Mengenang Bung Karno Melalui Alunan Musik Anak dan Band Lokal di Tuban

​TUBAN – Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PDI Perjuangan Kabupaten Tuban menggelar festival musik bertajuk Soekarno ...
KABAR CABANG

DPC Tulungagung Gaungkan Gerakan Makan Telur, Erma: Gotong Royong dan Solidaritas Ekonomi

TULUNGAGUNG – Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PDI Perjuangan Kabupaten Tulungagung mengampanyekan gerakan makan telur ...
KABAR CABANG

Kader PDIP dan Warga Magetan Perbaiki Jalan hingga Rawat Monumen di Momen Bulan Bung Karno

Kader PDI Perjuangan Magetan bersama masyarakat bergotong royong memperbaiki jalan, mengecat jembatan, serta ...
KABAR CABANG

Mas Dhito Buka Peluang Bentuk Akademi E-Sport Kediri, 83 Tim Ramaikan Turnamen Free Fire

Sebanyak 83 tim mengikuti Turnamen Bung Karno E-Sport 2026 di Kabupaten Kediri. Melihat antusiasme peserta, Bupati ...
KABAR CABANG

Banteng Magetan Gotong Royong Rawat Punden Desa hingga Makam Leluhur Peringati Bulan Bung Karno 2026

Kader PDI Perjuangan Magetan bersama masyarakat merawat punden desa, makam tokoh leluhur, dan situs bersejarah ...