Jumat
28 Agustus 2026 | 4 : 57

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Jokowi: Penelitian Trust Barometer, Medsos Makin Tak Dipercaya

pdip-jatim-jokowi-hari-pers-00

SURABAYA – Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengungkapkan, sesuai penelitian trust barometer 2018 media konvensional atau media arus utama ternyata tetap lebih dipercaya dibandingkan media sosial (medsos).

Angka-angkanya, 2016: tingkat kepercayaan kepada media konvensional 59 persen dibanding 45 persen untuk media sosial; 2017: 58 persen : 42 persen; 2018: 63 persen : 40 persen.

“Semakin ke sini semakin tidak percaya kepada media sosial,” kata Jokowi saat pidato sambutan puncak peringatan Hari Pers Nasional 2019, di Grand City, Surabaya, Sabtu (9/2/2019).

Baca juga:
> Jokowi Batalkan Remisi Pembunuh Wartawan
> Minta Remisi Pembunuh Wartawan Dibatalkan, PDIP: Dirgahayu Pers Indonesia

Jokowi mengungkapkan kegembiraannya dengan situasi ini, karena di era digital yang diikuti perkembangan masif media sosial saat ini masyarakat disajikan berlimpahnya informasi.

Menurutnya, lewat medsos saat ini setiap orang bisa jadi wartawan, bisa jadi pemred, kadang menciptakan kegaduhan. Ada pula yang membangun ketakutan dan pesimisme.

Di tengah suasana seperti ini, menurut dia, insan media arus utama justru sangat dibutuhkan. Dibutuhkan untuk menjadi rumah penjernih informasi, menyajikan informasi-informasi yang terverifikasi, menjalankan peran sebagai communication of hope, dan dibutuhkan untuk bisa memberikan harapan-harapan besar kepada bangsa Indonesia.

Jokowi menegaskan, peran utama media kini semakin penting antara lain dalam mengamplifikasi kebenaran dan menyingkap fakta, terutama di tengah keganasan paska fakta dan paska kebenaran.

“Media arus utama diharapkan mampu menjaga dan mempertahankan misinya untuk mencari kebenaran, misinya untuk membangun optimisme,” tegasnya.

Ketika pemerintah memaparkan tentang capaian pembangunan, tambah Jokowi, tujuannya adalah agar masyarakat mendapatkan informasi yang jelas, ikut memanfaatkan capaian pembangunan yang ada, dan membangun optimisme serta mengajak apa yang harus diperjuangkan bersama.

Kalau pemerintah aktif dalam membangun well informed society, dia minta jangan terburu-buru itu dianggap sebagai sebuah kampanye atau pencitraan. Ia menegaskan, itu adalah bagian dari upaya untuk membentuk masyarakat yang sadar informasi.

“Saya berharap media menjadi amplifier atas informasi tentang pembangunan, termasuk kekurangan yang harus kita benahi bersama-sama,” tutur Jokowi.

Untuk itu, Presiden mengajak pers untuk terus meneguhkan jati dirinya sebagai sumber informasi yang akurat bagi masyarakat, meneguhkan jati dirinya mengedukasi masyarakat, meneguhkan jati dirinya untuk tetap melakukan kontrol sosial, untuk terus memberikan kritik-kritik yang konstruktif.

Pada akhir sambutannya, presiden yang didampingi Ibu Negara Iriana Joko Widodo tidak lupa menyampaikan ucapan selamat Hari Pers Nasional kepada insan media yang hadir di acara tersebut, dan yang sedang bertugas di seluruh pelosok tanah air.

Di sela acara puncak peringatan Hari Pers Nasional 2019 itu, Presiden Jokowi menerima penghargaan Kemerdekaan Pers. Penghargaan ini diserahkan oleh Ketua Dewan Pers, Yosep Adi Prasetyo.

Penanggung jawab peringatan Hari Pers Nasional 2019 Margiono mengatakan, penghargaan Kemerdekaan Pers diberikan karena Presiden Jokowi dinilai sudah menjamin kebebasan pers, dan memiliki kepedulian terhadap perkembangan pers nasional. “Biarkan ini keinginan dari kami untuk memberikan apresiasi kepada pejabat tertinggi negara karena tidak pernah mencederai kehidupan pers dan selalu mendukung kemerdekaan pers,” kata Margiono. (goek)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Artikel Terkini

KRONIK

Setengah Jam di Posko Baguna, Tempat Para Penggembira Muktamar Melepas Lelah

JOMBANG – Matahari sedang terik-teriknya ketika jarum jam menunjuk pukul 13.30 WIB, Kamis (27/8/2026). Sinar ...
EKSEKUTIF

Bupati Malang Ingin Purna PMI Tak Kembali Jadi Pencari Kerja, tapi Penggerak Ekonomi Daerah

Bupati Malang HM Sanusi ingin purna PMI tak kembali menjadi pencari kerja, tetapi mampu memanfaatkan modal dan ...
LEGISLATIF

Fraksi PDIP Soroti APBD Perubahan Kota Madiun, Bansos Turun hingga BTT Melonjak

MADIUN — Fraksi PDI Perjuangan DPRD Kota Madiun menyoroti sejumlah perubahan komposisi anggaran dalam Raperda ...
KRONIK

Soroti Anggaran Pemeliharaan Aplikasi Rp310 Juta, Alfan PDIP Jember: Belum Sebanding Kualitas Layanan

JEMBER – Anggaran pemeliharaan aset tidak berwujud dan aplikasi layanan masyarakat sebesar Rp310,3 juta di Dinas ...
KRONIK

Soroti 903 KK Minta Update Data, Agung Priyanto: Jangan Sampai Rakyat Kehilangan Hak Gara-Gara Desil

PONOROGO – Anggota Fraksi PDI Perjuangan DPRD Kabupaten Ponorogo, Agung Priyanto, menyoroti penggunaan desil ...
SEMENTARA ITU...

Ribuan Warga Padati Siraman Gong Kyai Pradah, Tradisi Leluhur Blitar Tetap Lestari di Tengah Efisiensi

Ribuan warga memadati Alun-alun Lodoyo menyaksikan Siraman Gong Kyai Pradah. Tradisi leluhur Blitar tetap ...