Jumat
28 Agustus 2026 | 7 : 07

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Ribuan Warga Padati Siraman Gong Kyai Pradah, Tradisi Leluhur Blitar Tetap Lestari di Tengah Efisiensi

pdip jatim 260828 gong kyai pradah 1

Ribuan warga memadati Alun-alun Lodoyo menyaksikan Siraman Gong Kyai Pradah. Tradisi leluhur Blitar tetap dilestarikan di tengah efisiensi dan didorong menggerakkan UMKM.

BLITAR – Ribuan warga memadati Alun-Alun Lodoyo, Kecamatan Sutojayan, Kabupaten Blitar, Kamis (27/8/2026) pagi. Mereka antusias menyaksikan prosesi Siraman atau Jamasan Gong Kyai Pradah yang kembali digelar bertepatan dengan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW.

Tradisi tahunan tersebut berlangsung khidmat. Masyarakat tidak hanya menyaksikan prosesi jamasan pusaka, tetapi juga menanti momen berebut air bekas siraman Gong Kyai Pradah yang selama ini dipercaya membawa keberkahan.

Prosesi diawali dengan iring-iringan pusaka Gong Kyai Pradah menuju lokasi jamasan. Rangkaian kemudian dilanjutkan dengan doa bersama dan ritual penyiraman gong yang menjadi inti tradisi masyarakat Lodoyo.

Siraman Gong Kyai Pradah merupakan salah satu tradisi budaya penting di Kabupaten Blitar. Tradisi tersebut juga telah ditetapkan sebagai Warisan Budaya Takbenda Indonesia.

Bupati Blitar Rijanto memimpin langsung prosesi bersama Anggota DPRD Provinsi Jawa Timur Erma Susanti, Ketua DPRD Kabupaten Blitar Supriadi, jajaran Forkopimda, Sekretaris Daerah, kepala perangkat daerah, camat, serta sejumlah tamu undangan.

Rijanto mengatakan, pelaksanaan Siraman Gong Kyai Pradah menunjukkan bahwa pelestarian tradisi dan budaya daerah tetap dapat berjalan di tengah kebijakan efisiensi anggaran.

Menurutnya, keberlangsungan tradisi leluhur tidak semata menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi membutuhkan keterlibatan masyarakat secara bersama-sama.

“Ini merupakan tanggung jawab kita bersama untuk mendorong masyarakat agar tetap bangkit di tengah kondisi efisiensi anggaran, supaya tradisi peninggalan leluhur ini dapat lestari,” ujar Rijanto.

Rijanto menilai, keberadaan tradisi budaya seperti Siraman Gong Kyai Pradah memiliki potensi lebih luas apabila dikelola secara baik. Selain menjaga warisan leluhur, kegiatan tersebut dapat menjadi bagian dari pengembangan pariwisata Kabupaten Blitar.

Karena itu, pemerintah daerah ingin agar pelaksanaan Siraman Gong Kyai Pradah tidak berhenti sebagai agenda ritual tahunan. Kegiatan budaya tersebut diharapkan mampu memberikan dampak terhadap masyarakat, khususnya pelaku ekonomi kreatif dan UMKM.

“Harapannya setiap tahun ada peningkatan kualitas, sehingga kegiatan ini membawa dampak positif untuk meningkatkan ekonomi kreatif dan UMKM di Kabupaten Blitar,” katanya.

Menurut Rijanto, tingginya antusiasme masyarakat menjadi modal penting untuk mengembangkan wisata budaya di Lodoyo. Dengan penataan dan pengelolaan yang tepat, kedatangan warga maupun wisatawan dapat sekaligus membuka ruang ekonomi bagi masyarakat sekitar.

Erma: Generasi Muda Harus Kenal Sejarah Gong Kyai Pradah

Anggota DPRD Provinsi Jawa Timur Erma Susanti menilai Gong Kyai Pradah memiliki nilai sejarah dan budaya yang kuat bagi masyarakat Blitar. Karena itu, keberlangsungan tradisi tersebut perlu dijaga bersama oleh pemerintah, masyarakat dan generasi muda.

Menurut Erma, pelestarian budaya tidak cukup hanya dengan menggelar prosesi setiap tahun. Nilai dan sejarah yang terkandung di dalam tradisi juga harus terus dikenalkan kepada generasi berikutnya.

“Tradisi harus terus dikenalkan kepada generasi berikutnya sehingga mereka memahami sejarah dan nilai yang terkandung di dalamnya,” ujarnya.

Erma juga melihat peluang besar untuk mengembangkan Siraman Gong Kyai Pradah sebagai bagian dari wisata budaya. Kegiatan tersebut dapat menjadi ruang bagi masyarakat untuk mengembangkan produk lokal, ekonomi kreatif dan UMKM.

Namun, pengembangan wisata budaya menurutnya harus tetap menempatkan nilai tradisi sebagai pijakan utama.

“Kita berharap pengembangan tersebut tetap menjaga karakter asli tradisi. Nilai budaya harus menjadi dasar sehingga pengembangan pariwisata tidak menghilangkan makna yang selama ini melekat pada Gong Kyai Pradah,” kata kader PDI Perjuangan tersebut.

DPRD Dorong Tradisi Beri Manfaat bagi Warga

Sementara itu, Ketua DPRD Kabupaten Blitar Supriadi mengatakan Siraman Gong Kyai Pradah merupakan salah satu kekayaan budaya daerah yang harus terus dipertahankan.

Menurutnya, DPRD memiliki kepentingan untuk memastikan kebijakan pembangunan daerah tetap memberikan ruang bagi pelestarian budaya. Apalagi, tradisi tersebut telah menjadi bagian dari kehidupan sosial masyarakat Lodoyo.

Supriadi melihat antusiasme warga yang tetap hadir setiap tahun sebagai bukti bahwa Gong Kyai Pradah masih memiliki tempat penting dalam kehidupan masyarakat.

“Keterlibatan masyarakat menjadi kekuatan utama dalam menjaga tradisi tersebut,” ujarnya.

Politisi yang juga Sekretaris DPC PDI Perjuangan Kabupaten Blitar itu menambahkan, pengembangan wisata budaya perlu diikuti dengan penataan yang baik. Tujuannya agar kegiatan budaya tidak hanya menarik kunjungan, tetapi juga menghadirkan manfaat ekonomi bagi pelaku usaha lokal.

“Siraman Gong Kyai Pradah dapat menjadi titik temu antara pelestarian warisan budaya dan pengembangan ekonomi daerah. Tradisi tetap dijaga, sementara ruang manfaatnya diperluas bagi masyarakat,” pungkas Supriadi. (arif/pr)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

SEMENTARA ITU...

Ribuan Warga Padati Siraman Gong Kyai Pradah, Tradisi Leluhur Blitar Tetap Lestari di Tengah Efisiensi

Ribuan warga memadati Alun-alun Lodoyo menyaksikan Siraman Gong Kyai Pradah. Tradisi leluhur Blitar tetap ...
KRONIK

Bebas Asap Rokok, Dua Tempat di Banyuwangi Ini Raih Penghargaan Tertinggi di Jawa Timur

BANYUWANGI – Komitmen Kabupaten Banyuwangi dalam menciptakan lingkungan yang sehat mendapat apresiasi di tingkat ...
KRONIK

Serap Aspirasi di Kradenan, Evi Dwitasari: Pokir DPRD Harus Berorientasi Kepentingan Umum

PONOROGO – Anggota Fraksi PDI Perjuangan DPRD Kabupaten Ponorogo, Evi Dwitasari, menyerap aspirasi masyarakat ...
KRONIK

Perusakan ODCB Gumuk Lumpang Dilaporkan ke Polisi, DPRD Soroti Sikap Dinas

JEMBER – Pegiat budaya, Setio Hadi, melaporkan dugaan perusakan Objek Diduga Cagar Budaya (ODCB) Gumuk Lumpang di ...
LEGISLATIF

Bertemu Warga Ngawi, Novita Hardini Dapat Curhatan Nasib UMKM

NGAWI – Anggota Komisi VII DPR RI Fraksi PDI Perjuangan, Novita Hardini bertemu dengan para pelaku UMKM dan digital ...
SEMENTARA ITU...

Peringati 99 Tahun Harlah, Warga Pencak Organisasi Lumajang Gelar Tabur Bunga di TMP

LUMAJANG – Memperingati lahirnya Pencak Organisasi (PO) yang ke-99 tahun, warga PO Kabupaten Lumajang menggelar ...