Kamis
23 Juli 2026 | 6 : 07

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Jokowi Minta Menteri Kerja Lebih Cepat dan Tak Terikat SOP

pdip-jatim-jokowi-160520

JAKARTA – Presiden Joko Widodo minta semua menterinya menyadari bahwa saat ini Indonesia tengah mengalami krisis ekonomi dan kesehatan akibat Covid-19. Untuk itu, dia minta mereka tak lagi bisa bersantai untuk segera merealisasikan berbagai program kerja di masyarakat.

“Jangan sampai (seperti) tiga bulan lalu kita menyampaikan kerja dari rumah. Work from home. Yang saya lihat, ini kayak cuti malahan,” kata Jokowi saat membuka rapat terbatas pada Selasa (7/7/2020) yang videonya baru ditayangkan di kanal Youtube Sekretariat Presiden, Rabu (8/7/2020).

Dia minta para menterinya bekerja lebih cepat dan lebih keras. Penyusunan peraturan menteri yang memakan waktu dua pekan dimintanya untuk dipangkas menjadi hanya satu hari.

Jokowi pun minta para menterinya tak lagi terikat standar operasional prosedur (SOP) normal di masa krisis, tapi menciptakan berbagai terobosan untuk membuat prosedur birokrasi menjadi lebih sederhana.

“Kita harus ganti channel ke SOP yang short cut. Kita ganti ke SOP yang smart short cut. Gimana caranya? Bapak Ibu dan saudara-saudara lebih tahu dari saya menyelesaikan ini. Kembali lagi, jangan biasa-biasa saja,” kata Jokowi.

“Karena saya merasakan ini mengerikan, lho. Kepala negara yang saya telepon, hampir semua yang saya telepon mengatakan hal yang sama,” ungkapnya.

Jokowi pun menilai sudah ada perbaikan kinerja para menteri usai ia mengungkapkan kejengkelan dalam rapat kabinet paripurna 18 Juni lalu. Meski demikian, Jokowi mengaku belum puas dengan perbaikan itu.

“Saya melihat setelah kita rapat kabinet di sini ada pergerakan, tapi belum sesuai yang saya harapkan,” ujarnya.

Jokowi menyebut, penyaluran bantuan sosial untuk masyarakat terdampak pandemi Covid-19 sudah berjalan cukup baik. Namun penanganan pandemi di sektor kesehatan masih perlu dipercepat.

Begitu juga stimulus ekonomi bagi pengusaha mikro, kecil, menengah hingga besar belum terasa dampaknya. “Sudah bergerak lebih baik, lebih bagus, tapi belum (cukup),” sambungnya.

Dia mengaku sengaja kembali mengumpulkan para menteri yang memiliki anggaran besar dalam rapat tersebut. Kepala Negara berharap seluruh jajaran yang hadir untuk segera mempercepat belanja anggaran.

Dengan belanja anggaran tersebut, ia berharap ekonomi bisa lebih bergairah.

“Saya minta semuanya dipercepat, terutama yang anggarannya besar-besar. Ini Kemendikbud ada Rp 70,7 triliun, Kemensos Rp 104,4 triliun, Kemenhan Rp 117,9 triliun, Polri Rp 92,6 triliun, Kementerian Perhubungan Rp 32,7 triliun,” urainya.

“Dalam situasi seperti ini siapa yang bisa gerakkan ekonomi? Enggak ada yang lain kecuali belanja pemerintah,” sambung dia. (goek)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

KRONIK

Hari Anak Nasional 2026, PDI Perjuangan Tegaskan Komitmen Wujudkan Generasi Emas

JAKARTA — PDI Perjuangan menyampaikan pesan penting dalam peringatan Hari Anak Nasional (HAN) 2026. Partai ...
KRONIK

Banyuwangi Asri, Ribuan Warga Bergerak Bersihkan Pantai Ancol Plengsengan

BANYUWANGI – Lebih dari seribu orang bergerak membersihkan pantai di kawasan Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) ...
EKSEKUTIF

Eri Cahyadi Minta Pemeriksaan Dugaan Penyimpangan Dana Rp8 Miliar di KBS Dituntaskan

SURABAYA – Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi meminta proses pemeriksaan dugaan penggunaan dana tidak wajar sekitar Rp8 ...
LEGISLATIF

Perkuat Tata Kelola Pengadaan, Candra Minta Pemkab Jember Tindak Lanjuti Rekomendasi MCP KPK

JEMBER – Ketua Komisi B DPRD Jember, Candra Ary Fianto, meminta Pemerintah Kabupaten Jember segera menindaklanjuti ...
LEGISLATIF

Puan Dorong Pemenuhan Hak Anak Jadi Indikator Utama Keberhasilan Pembangunan Nasional

JAKARTA – Ketua DPR RI Puan Maharani mendorong pemerintah menjadikan pemenuhan hak anak sebagai indikator utama ...
LEGISLATIF

Erma Susanti Salurkan Puluhan Alat Bantu bagi Penyandang Disabilitas di Blitar

BLITAR – Anggota Komisi B DPRD Jawa Timur, Erma Susanti, menyalurkan 60 unit alat bantu bagi penyandang disabilitas ...