Kamis
22 Oktober 2026 | 4 : 32

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Jokowi Minta Menteri Kerja Lebih Cepat dan Tak Terikat SOP

pdip-jatim-jokowi-160520

JAKARTA – Presiden Joko Widodo minta semua menterinya menyadari bahwa saat ini Indonesia tengah mengalami krisis ekonomi dan kesehatan akibat Covid-19. Untuk itu, dia minta mereka tak lagi bisa bersantai untuk segera merealisasikan berbagai program kerja di masyarakat.

“Jangan sampai (seperti) tiga bulan lalu kita menyampaikan kerja dari rumah. Work from home. Yang saya lihat, ini kayak cuti malahan,” kata Jokowi saat membuka rapat terbatas pada Selasa (7/7/2020) yang videonya baru ditayangkan di kanal Youtube Sekretariat Presiden, Rabu (8/7/2020).

Dia minta para menterinya bekerja lebih cepat dan lebih keras. Penyusunan peraturan menteri yang memakan waktu dua pekan dimintanya untuk dipangkas menjadi hanya satu hari.

Jokowi pun minta para menterinya tak lagi terikat standar operasional prosedur (SOP) normal di masa krisis, tapi menciptakan berbagai terobosan untuk membuat prosedur birokrasi menjadi lebih sederhana.

“Kita harus ganti channel ke SOP yang short cut. Kita ganti ke SOP yang smart short cut. Gimana caranya? Bapak Ibu dan saudara-saudara lebih tahu dari saya menyelesaikan ini. Kembali lagi, jangan biasa-biasa saja,” kata Jokowi.

“Karena saya merasakan ini mengerikan, lho. Kepala negara yang saya telepon, hampir semua yang saya telepon mengatakan hal yang sama,” ungkapnya.

Jokowi pun menilai sudah ada perbaikan kinerja para menteri usai ia mengungkapkan kejengkelan dalam rapat kabinet paripurna 18 Juni lalu. Meski demikian, Jokowi mengaku belum puas dengan perbaikan itu.

“Saya melihat setelah kita rapat kabinet di sini ada pergerakan, tapi belum sesuai yang saya harapkan,” ujarnya.

Jokowi menyebut, penyaluran bantuan sosial untuk masyarakat terdampak pandemi Covid-19 sudah berjalan cukup baik. Namun penanganan pandemi di sektor kesehatan masih perlu dipercepat.

Begitu juga stimulus ekonomi bagi pengusaha mikro, kecil, menengah hingga besar belum terasa dampaknya. “Sudah bergerak lebih baik, lebih bagus, tapi belum (cukup),” sambungnya.

Dia mengaku sengaja kembali mengumpulkan para menteri yang memiliki anggaran besar dalam rapat tersebut. Kepala Negara berharap seluruh jajaran yang hadir untuk segera mempercepat belanja anggaran.

Dengan belanja anggaran tersebut, ia berharap ekonomi bisa lebih bergairah.

“Saya minta semuanya dipercepat, terutama yang anggarannya besar-besar. Ini Kemendikbud ada Rp 70,7 triliun, Kemensos Rp 104,4 triliun, Kemenhan Rp 117,9 triliun, Polri Rp 92,6 triliun, Kementerian Perhubungan Rp 32,7 triliun,” urainya.

“Dalam situasi seperti ini siapa yang bisa gerakkan ekonomi? Enggak ada yang lain kecuali belanja pemerintah,” sambung dia. (goek)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

KRONIK

Masa Tunggu Haji Diseragamkan, Ina Ingatkan Ketatnya Syarat Istitha’ah

BONDOWOSO – Pemerintah memperbarui sistem antrean keberangkatan ibadah haji untuk musim haji 1448 Hijriah/2027 ...
LEGISLATIF

DPRD Jember Ingatkan Ancaman Benturan Lahan Rumah Murah dan Pangan

JEMBER – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Jember mengingatkan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jember ...
KRONIK

Video Call Rombongan Penari Gandrung Sewu Korban Kapal Terbakar, Bupati Ipuk Semangati Tetap Tampil

BANYUWANGI – Mendengar kabar lima penari Gandrung Sewu asal Palembang dan Lampung merupakan penumpang KMP Batmandi ...
HEADLINE

Said Abdullah: Kekeringan dan Karhutla Tak Boleh Jadi Bencana Tahunan yang Dianggap Biasa

SURABAYA – Ketua DPD PDI Perjuangan Jawa Timur Said Abdullah mengingatkan pemerintah daerah untuk memperkuat ...
LEGISLATIF

APBD Magetan 2027 Menurun Secara Makro, Fraksi PDI Perjuangan Pertanyakan Target RPJM

MAGETAN — Fraksi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P) DPRD Kabupaten Magetan memberikan sorotan tajam ...
LEGISLATIF

Kampus II UB Ditargetkan Tampung 6.000 Mahasiswa, Darmadi Dorong Manfaat bagi Warga Lokal

MALANG – DPRD Kabupaten Malang memastikan akan mengawal pembangunan Kampus II Universitas Brawijaya (UB) di ...