SURABAYA – Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya berkoordinasi dengan lintas sektor, seperti Satgas Pangan, untuk melakukan ketersediaan bahan pokok di sejumlah pasar dan distributor jelang Ramadan.
Selain menggelar operasi pasar rutin, Pemkot Surabaya berharap tidak terjadi penimbunan bahan pokok agar masyarakat nantinya bisa khusyu’ menjalani ibadah puasa dengan bahan pokok yang terjangkau. Guna memastikan harga sekaligus ketersediaan bahan pokok itu, Wakil Wali Kota Surabaya Armuji meninjau langsung Pasar Pabean.
“Tadi setelah kami cek beberapa mengalami kenaikan seperti harga ayam, tetapi untuk cabai rawit ada pada kisaran Rp 45.000 per kilogram. Jangan sampai ada gangguan distribusi, sehingga ketersediaan stok aman jelang Ramadan,” kata Armuji, Kamis (10/3/2022).
Cak Ji, sapaan akrabnya, juga berharap penetapan PPKM Level 2 Kota Surabaya, mampu memompa gairah ekonomi di Kota Surabaya. Ia pun menyinggung upaya revitalisasi pasar tradisional yang dimatangkan oleh Pemkot Surabaya, di antaranya Pasar Pabean.
“Ada tiga pasar yang akan direvitalisasi, di antaranya Pasar Keputran Utara, Pasar Pabean, dan Pasar Kembang. Kalau pasar bersih dan rapi nanti ekonomi juga bergerak positif,” tegasnya.
Menurutnya, revitalisasi pasar rakyat itu sangat dibutuhkan, lantaran tempat itu menjadi urat nadi perekonomian warga. Ia juga menegaskan, Pasar Pabean bakal jadi ikon wisata kota tua. Pemkot berencana menggandeng Kementerian Perdagangan (Kemendag) karena anggaran yang diperlukan untuk penataan cukup besar. (dhani/set)
BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS













