Rabu
14 Oktober 2026 | 8 : 12

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Doding Ajak Kader GMNI Peka terhadap Persoalan Sosial dan Berani Bela Wong Cilik

pdip jatim 260713 kaderisasin

Ketua DPRD Trenggalek Doding Rahmadi mengajak kader GMNI memiliki kepekaan sosial, berani membela wong cilik, dan hadir di tengah masyarakat saat memberikan materi pada KTD GMNI 2026.

TRENGGALEK – Ketua DPRD Kabupaten Trenggalek Doding Rahmadi mengajak kader Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) memiliki kepekaan terhadap persoalan sosial dan berani membela kepentingan wong cilik.

Menurutnya, karakter tersebut harus menjadi jati diri setiap kader dalam menjalankan peran di tengah masyarakat.

Pesan itu disampaikan Doding saat menjadi pemateri pada Kaderisasi Tingkat Dasar (KTD) GMNI Trenggalek 2026 yang digelar di Desa Bendorejo, Kecamatan Pogalan, Minggu (12/7/2026).

Dalam kegiatan bertema Marhaenisme Sebagai Jalan Menghadapi Tantangan Zaman untuk Mencapai Sosialisme Indonesia itu, Doding menyampaikan materi mengenai konstelasi politik kontemporer.

Menurutnya, kader GMNI tidak hanya dituntut memahami dinamika politik, tetapi juga memiliki kepedulian terhadap persoalan yang dihadapi masyarakat.

“Kader GMNI harus berani dan peka dengan kondisi di masyarakat. Ketika ada persoalan yang menyangkut wong cilik, kader harus hadir dan berani bersuara untuk membela mereka,” ujarnya.

Sekretaris DPC PDI Perjuangan Kabupaten Trenggalek 99menilai nilai-nilai Marhaenisme yang diajarkan Bung Karno tetap relevan dalam menghadapi berbagai tantangan bangsa saat ini, terutama semangat kemandirian dan keberpihakan kepada rakyat kecil.

Menurutnya, jati diri seorang Marhaenis tercermin dari kemampuan mengandalkan potensi yang dimiliki serta tidak bergantung kepada pihak lain.

“Jati diri Marhaen adalah kemandirian. Mandiri dan tidak bergantung, tetapi mampu memanfaatkan apa yang ada di sekitar untuk kemajuan bersama,” katanya.

Ia mengapresiasi pelaksanaan KTD GMNI Trenggalek sebagai bagian dari proses pembentukan karakter kader sekaligus memperkuat pemahaman tentang demokrasi, kepemimpinan, dan tanggung jawab sosial.

Selain materi politik kontemporer, peserta kaderisasi juga memperoleh pembekalan mengenai ekonomi kreatif, kepemudaan, serta hakikat demokrasi sebagai bekal menjalankan peran organisasi maupun pengabdian di tengah masyarakat. (azz/pr)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

LEGISLATIF

Fraksi PDIP Usulkan MJC Digitalisasi 2.574 Pasar Rakyat Jatim, Libatkan 100 Talenta Muda

SURABAYA – Digitalisasi 2.574 pasar rakyat di Jawa Timur diusulkan melibatkan talenta muda melalui program ...
LEGISLATIF

Ony Setiawan Dorong Tuban Jadi Motor Ekonomi Pantura Berbasis Industri, Maritim, dan Pariwisata

SURABAYA – Anggota Komisi B DPRD Jawa Timur Ony Setiawan mendorong Kabupaten Tuban dikembangkan sebagai motor ...
LEGISLATIF

Puan Desak Tambahan Pasokan BBM Bali Diikuti Perbaikan Distribusi hingga SPBU

JAKARTA – Ketua DPR RI Puan Maharani mendesak pemerintah dan Pertamina memastikan tambahan pasokan bahan bakar ...
KRONIK

PDIP Surabaya Fokus Konsolidasi dan Kerja Kerakyatan untuk Menangkan Pemilu 2029

SURABAYA – DPC PDI Perjuangan Kota Surabaya memprioritaskan konsolidasi organisasi dan penguatan kerja kerakyatan ...
KRONIK

Pemkab Banyuwangi Gelar Operasi Katarak Gratis, Bantu 4.869 Warga

BANYUWANGI –  Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Banyuwangi melalui kolaborasi dengan Palang Merah Indonesia (PMI) ...
KRONIK

Apresiasi Dedikasi Guru Ngaji, Hj. Ansari PDIP Salurkan Bantuan untuk Nenek Suidah

PAMEKASAN – Ketulusan Nenek Suidah (100), guru ngaji sebatang kara asal Dusun Toronan, Desa Larangan Badung, ...