Indonesia Jawara ASEAN Para Games 2022, Puan: Terima Kasih Pahlawan Olahraga

 54 pembaca

JAKARTA – Ketua DPR RI Puan Maharani merasa bangga dan mengapresiasi para atlet disabilitas yang mampu membawa Indonesia keluar sebagai juara umum ASEAN Para Games 2022.

“Selamat atas keberhasilan tim Indonesia yang keluar sebagai juara umum ASEAN Para Games 2022. Keberhasilan ini berkat kerja keras seluruh pihak yang terlibat hingga dapat mengharumkan nama bangsa,” ucap Puan di Jakarta, Senin (8/8/2022).

Secara khusus, perempuan pertama yang menjabat sebagai Ketua DPR RI ini memberi apresiasi untuk para atlet Para Games Indonesia. Menurut Puan, seluruh atlet yang mengikuti perhelatan ASEAN Para Games menjadi bukti bahwa penyandang disabilitas masih tetap bisa berprestasi.

“Terima kasih kepada para pahlawan olahraga yang telah kembali membawa Indonesia menjadi juara umum ASEAN Para Games. Termasuk juga bagi pelatih, ofisial, dan volunteer yang membantu atlet disabilitas berjuang demi nama baik Indonesia,” ucapnya.

Puan berterima kasih kepada pemerintah yang telah mendukung terselenggaranya multievent olahraga bagi atlet disabilitas se-Asia Tenggara itu. Apresiasi juga diberikan kepada Indonesia ASEAN Para Games Organizing Committee (INASPOC) selalu pelaksana, TNI/Polri, Satgas Penanganan Covid-19, dan seluruh instansi maupun pihak yang membantu penyelenggaraan event ini.

“Keberhasilan Indonesia menyelenggarakan ASEAN Para Games menjadi bukti bahwa negara memfasilitasi kegiatan olahraga dan prestasi bagi penyandang disabilitas,” sebut Puan.

Untuk diketahui, perolehan medali emas Indonesia di ASEAN Para Games 2022 menjadi pencapaian terbesar sepanjang keikutsertaan Tim Garuda sejak tahun 2001. Indonesia menempati posisi puncak setelah merebut 426 medali dengan rincian 175 medali emas, 144 medali perak, dan 107 medali perunggu.

DPR berharap prestasi Indonesia dapat terus meningkat pada penyelenggaraan ASEAN Para Games tahun 2023 di Kamboja. Oleh karenanya, Puan mengajak seluruh stakeholder untuk mendukung sepenuhnya pembinaan atlet penyandang disabilitas selama 1 tahun ke depan.

“Pembinaan atlet penyandang disabilitas tentu membutuhkan biaya yang tidak sedikit, tapi demi mengharumkan nama Indonesia di dunia internasional, DPR akan terus memberi dukungan lewat fungsi-fungsi kedewanan,” ungkap mantan Menko PMK itu.

“Kami juga mengajak pemerintah, termasuk pemerintah daerah, bekerja optimal dalam melakukan pembinaan dan memberi dukungan kepada para atlet penyandang disabilitas,” imbuh Puan.

Dengan dukungan yang maksimal kepada tim Para Games, diharapkan Indonesia dapat mempertahankan gelar juara di mana tahun ini merupakan kali ketiga Indonesia menjadi juara umum ASEAN Para Games setelah 2014 di Naypyidaw, Myanmar, dan 2017 di Kuala Lumpur, Malaysia.

Ketua DPP PDI Perjuangan ini menyoroti Indonesia yang juga memiliki rapor bagus di sejumlah cabang olahraga di ajang ASEAN Para Games.

“Seperti bulutangkis, catur, renang, atletik, blind judo, power lifting, voli duduk, dan tenis meja. Maka tingkatkan pembinaan di cabang-cabang olahraga yang berpotensi mendulang medali sambil terus berupaya memajukan cabang-cabang olahraga lainnya,” tuturnya.

Di sisi lain, Puan mengingatkan pemerintah untuk menjamin hak para atlet penyandang disabilitas seperti yang diamanatkan oleh UU Nomor 11 Tahun 2022 tentang Keolahragaan. Mulai dari hak pembinaan, pengembangan, serta kesejahteraan olahragawan penyandang disabilitas.

“Artinya, negara harus dapat menjamin anggaran, program, serta fasilitas yang lebih baik. Para atlet penyandang disabilitas harus mendapat hak yang sama dengan atlet lainnya ketika mereka telah bekerja keras untuk bisa berprestasi, termasuk dalam pemberian bonus,” jelas Puan.

Cucu Proklamator RI Bung Karno itu pun menilai pembibitan atlet-atlet penyandang disabilitas lewat kejuaraan di tingkat daerah perlu terus dilakukan. Menurut Puan, hal tersebut dapat menjadi salah satu cara untuk menyeleksi atlet penyandang disabilitas di tingkat nasional.

“Kesempatan yang luas untuk berkiprah di bidang olahraga harus diberikan kepada penyandang disabilitas, baik sebagai atlet maupun tim pendukung. Misalnya sebagai pelatih atau akademisi, hingga tim ofisial yang membantu atlet,” paparnya.

Puan optimistis ada banyak putra-putri bangsa yang berpotensi dan memiliki semangat juang untuk bisa berprestasi di bidang olahraga, sekalipun tidak memiliki kesempurnaan fisik. Negara ditegaskan harus mampu memfasilitasi mereka.

“Jangan pernah kita memupus mimpi-mimpi para penyandang disabilitas untuk bisa menorehkan prestasi dan mencatat sejarah yang dapat mengangkat harkat dan martabat bangsa dan negara,” kata Puan.

Tak hanya itu, kesejahteraan para atlet juga perlu diperhatikan bahkan di saat para penyandang disabilitas tak lagi bergelut di bidang olahraga karena faktor usia. Puan menyebut, sudah selayaknya mantan atlet disabilitas mendapat jaminan hidup sejahtera hingga saat tua nanti.

“DPR berharap sektor olahraga mampu memberdayakan potensi para penyandang disabilitas agar dapat berkontribusi bagi bangsa,” pungkasnya. (goek)