oleh

Hasto: Elektabilitas Ahok Naik karena PDIP Banyak Mengalah 

YOGYAKARTA – Sekretaris Jenderal Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan Hasto Kristiyanto optimistis pasangan Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok dan Djarot Saiful Hidayat memenangi pemilihan kepala daerah DKI Jakarta pada 15 Februari 2017.

“Survei terakhir kami, (elektabilitas Ahok-Djarot) sudah di atas 38 persen. Kami optimistis menang karena peningkatannya (elektabilitas) itu secara konsisten,” ucap Hasto dalam lawatannya ke Yogyakarta, Senin, 30 Januari 2017.

Hasto berujar, naiknya elektabilitas Ahok-Djarot karena selama ini kubu pengusung pasangan calon Gubernur-Wakil Gubernur DKI nomor urut dua itu lebih banyak mengalah meskipun “pancingan” konflik selama masa kampanye pilkada cukup tinggi.

Hasto mencatat, ada sejumlah momentum selama masa pilkada yang terekam bernuansa politis. Ia mencontohkan, saat tim sukses Ahok-Djarot akan menggelar acara pertunjukan wayang bagi warga, muncul keberatan dari Front Pembela Islam. Saat itu PDIP mengalah.

Saat menggelar pengobatan gratis bagi warga dan ditolak lagi oleh FPI, PDIP juga mengalah. Lalu dalam kegiatan kampanye Ahok-Djarot yang banyak dihadang di berbagai tempat pun, PDIP kembali mengalah. “Bahkan, saat anggota ranting PDIP kami dikeroyok (saat mengawal kampanye Djarot), kami juga mengalah,” tutur Hasto.

Namun, kata Hasto, ketika sikap mengalah PDIP selama ini kemudian diikuti dengan upaya memperkarakan Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri atas pidatonya saat hari ulang tahun PDIP ke-44, seluruh jajaran partai langsung bersiaga penuh. “Kami jelas tak mungkin membiarkan martabat partai dilecehkan dengan cara seperti itu,” ucap Hasto.

Hasto berujar, PDIP sangat mengharapkan kemenangan mutlak Ahok-Djarot dalam satu putaran. Sebab, hal itu akan mendatangkan banyak keuntungan bagi masyarakat dan negara. “Dengan menang satu putaran, tentu negara menghemat anggaran untuk pilkada dan ketegangan politik belakangan ini segera secepatnya diatasi,” tuturnya.

Selain itu, kata Hasto, program Presiden Joko Widodo dalam mempercepat program-program nasional yang melibatkan DKI Jakarta sebagai ibu kota Republik Indonesia segera berlanjut tanpa persoalan. “Pasangan Ahok-Djarot jelas akan membawa DKI Jakarta betul-betul menjadi representasi dari seluruh jati diri keindonesiaan kita,” ucap Hasto.

Hasto berujar, PDIP dan partai pengusung Ahok-Djarot lain dalam sisa masa kampanye ini akan bekerja lebih keras agar target menang satu putaran dapat tercapai tanpa kendala berarti. “Bagaimana pun, kami, juga para relawan, merasa tak berani mempertaruhkan masa depan DKI kepada mereka yang belum berpengalaman,” tuturnya. (tempo)