Ketua DPRD Surabaya Syaifuddin Zuhri mengajak Bonek menyalurkan keberanian dan loyalitas menjadi energi positif untuk menjaga dan membangun Surabaya. Pesan itu disampaikan saat silaturahmi dan nobar Piala Dunia bersama Bonek dalam momentum HUT Persebaya ke-99.
SURABAYA – Ketua DPRD Surabaya Syaifuddin Zuhri mengajak Bonek menyalurkan keberanian, loyalitas, dan militansi mereka menjadi energi positif untuk menjaga sekaligus membangun Kota Surabaya. Menurut dia, semangat khas arek-arek Bonek tak boleh berhenti sebagai identitas tribun, tetapi harus tumbuh menjadi kekuatan sosial yang ikut merawat Kota Pahlawan.
Ajakan itu disampaikan Syaifuddin saat menggelar silaturahmi dan nonton bareng pertandingan Piala Dunia bersama Bonek Mania di rumah dinasnya, Selasa (23/6/2026). Kegiatan itu digelar bertepatan dengan peringatan Hari Ulang Tahun Persebaya Surabaya ke-99.
“Kesempatan ini kami manfaatkan untuk mengenal lebih dekat arek-arek Bonek yang memiliki militansi, loyalitas, dan ikatan persaudaraan yang sangat kuat,” kata Syaifuddin.
Bagi Syaifuddin, Bonek bukan sekadar kelompok suporter, melainkan salah satu identitas sosial Surabaya yang memiliki pengaruh besar di tengah masyarakat. Karena itu, ia menilai keberanian yang selama ini melekat pada Bonek harus diarahkan menjadi energi untuk menjaga ketertiban, memperkuat solidaritas, dan ikut memajukan kota.
“Keberanian dan loyalitas itu harus kita rumuskan bersama agar memberikan nuansa bahwa arek Surabaya itu berani, tetapi bukan berani merusak kotanya atau membuat masyarakat merasa takut,” tegasnya.
Sekretaris DPC PDI Perjuangan Kota Surabaya itu menilai Bonek adalah aset penting bagi Kota Pahlawan. Militansi dan persaudaraan yang kuat di kalangan suporter, kata dia, merupakan modal sosial yang besar jika dikelola ke arah yang positif. Karena itu, Bonek diharapkan tampil sebagai komunitas yang kreatif, produktif, dan selalu hadir membawa manfaat bagi kota.
“Bonek adalah aset Kota Surabaya. Yang terpenting, keberadaan mereka tidak menimbulkan ketakutan di tengah masyarakat, tetapi justru menjadi bagian dari kekuatan yang menjaga Surabaya,” ujarnya.
Momentum ulang tahun Persebaya ke-99, menurut Syaifuddin, seharusnya tidak hanya dirayakan sebagai hari jadi klub kebanggaan Kota Pahlawan. Lebih dari itu, momen tersebut juga menjadi pengingat bahwa Persebaya dan Bonek adalah bagian dari denyut kehidupan Surabaya yang tak bisa dipisahkan.
Karena itu, ia berharap semangat kebersamaan yang selama ini tumbuh di tribun bisa dibawa ke ruang-ruang sosial kota. Mulai dari menjaga ketertiban, menguatkan gotong royong, hingga terlibat dalam kegiatan yang memberi dampak positif bagi masyarakat.
Untuk memperkuat komunikasi dengan komunitas suporter, Syaifuddin juga membuka rumah dinas DPRD Surabaya sebagai ruang berkumpul dan bermusyawarah bagi Bonek. Ia mempersilakan tempat tersebut digunakan untuk menyatukan gagasan, memperkuat solidaritas, dan merancang program yang tak hanya mendukung Persebaya, tetapi juga memberi manfaat bagi Surabaya.
“Saya persilakan komunitas Bonek menggunakan rumah dinas ini untuk berkumpul, bermusyawarah, menyatukan visi dan misi. Tidak hanya mendukung Persebaya sebagai klub kebanggaan Surabaya, tetapi juga mendukung Surabaya agar tetap aman, tenteram, dan solid dalam semangat gotong royong,” katanya.
Di mata Syaifuddin, loyalitas Bonek adalah kekuatan besar yang tidak boleh disia-siakan. Jika diarahkan dengan baik, keberanian khas arek Surabaya itu bisa menjadi energi yang menjaga kota tetap hidup, guyub, dan punya kebanggaan kolektif.
Dari tribun stadion, semangat itu diharapkan menjalar ke kehidupan sehari-hari: menjaga kota, menghormati warga lain, dan membuktikan bahwa Bonek bukan hanya simbol fanatisme sepak bola, tetapi juga bagian dari kekuatan sosial Surabaya. (nia/pr)
BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS










