Banteng Jatim FC menahan imbang Banteng Kalbar di laga kedua Soekarno Cup 2026. Tim ini membawa 25 talenta terbaik hasil seleksi dari sekitar 1.600 pemain.
SURABAYA – Banteng Jatim FC menunjukkan perkembangan positif pada laga kedua Soekarno Cup 2026 setelah menahan imbang Banteng Kalimantan Barat di Gelora 10 November, Surabaya, Kamis (13/8/2026).
Hasil tersebut menjadi bagian dari proses pembentukan tim yang membawa 25 talenta terbaik hasil penjaringan dari sekitar 1.600 pemain. Soekarno Cup menjadi panggung penting bagi para pemain muda Jawa Timur untuk mendapatkan pengalaman menghadapi kompetisi tingkat nasional.
Pelatih Banteng Jatim FC, Junianto Hendra Setiawan, menilai performa anak asuhnya mengalami peningkatan dibandingkan pertandingan sebelumnya.
“Secara permainan kami lebih baik. Anak-anak mampu menjalankan instruksi dan menciptakan banyak peluang. Memang masih ada beberapa peluang yang belum bisa dimanfaatkan dengan sempurna, tetapi kami melihat perkembangannya sudah hebat,” ujar Hendra seusai pertandingan.

Menurut pelatih yang akrab disapa Hendra itu, setiap pertandingan menjadi bagian dari proses pembentukan mental dan karakter pemain.
Tekanan pertandingan di level nasional dinilai penting untuk menguji sejauh mana pemain mampu menerapkan kemampuan yang mereka miliki.
“Kami bersyukur bisa terus berproses. Ke depan kami akan memperbaiki penyelesaian akhir, menambah semangat anak-anak, dan memperkuat mental mereka agar semakin siap menghadapi pertandingan selanjutnya,” katanya.
Banteng Jatim FC memang datang ke Soekarno Cup bukan dengan skuad yang terbentuk secara instan. Para pemain harus melewati proses seleksi yang melibatkan sekitar 1.600 pesepak bola muda sebelum akhirnya mengerucut menjadi 25 pemain terbaik.
Mereka kemudian dipercaya membawa nama Jawa Timur menghadapi talenta muda dari berbagai provinsi dalam turnamen tersebut.

Karena itu, bagi Hendra, setiap pertandingan memiliki arti lebih dari sekadar mengejar hasil. Para pemain mendapatkan pengalaman, belajar menghadapi tekanan, sekaligus melihat aspek permainan yang masih harus diperbaiki.
Meski demikian, target kompetitif tetap dipasang. Banteng Jatim FC ingin meraih hasil maksimal pada setiap pertandingan yang dijalani.
“Target kami sejak awal adalah tiga poin di setiap pertandingan. Hasil hari ini akan menjadi bahan evaluasi dan motivasi untuk pertandingan selanjutnya,” tegas Hendra.
Hasil imbang melawan Banteng Kalbar pun menjadi modal bagi Banteng Jatim FC untuk memperbaiki sejumlah aspek, terutama penyelesaian akhir.
Dengan perjalanan kompetisi yang masih berlangsung, tim tuan rumah kini dituntut menjaga konsistensi permainan sekaligus meningkatkan mental bertanding agar target meraih kemenangan pada laga berikutnya dapat diwujudkan. (yols/pr)
BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS










