Rabu
22 Juli 2026 | 9 : 13

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Harga Cabai Anjlok Jadi Rp 5 ribu, Erma Desak Satgas Pangan Jatim Lakukan Ini

pdip-jatim-erma-susanti-220421-1

BLITAR – Anggota Fraksi PDI Perjuangan DPRD Provinsi Jawa Timur Erma Susanti menyebut anjloknya harga cabai hingga Rp. 5.000 perkilogram ditengarai karena dua faktor.

Pertama, karena dampak dari penerapan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM), dan kedua penyalahgunaan cabai impor industri.

Menurut Erma, penerapan PPKM yang sampai saat ini belum usai berdampak pada sepinya pembeli atau pengunjung di pasar-pasar lokal. Hal tersebut jelas mempengaruhi harga cabai karena ketersediaan cabai yang melimpah atau sering disebut over supply.

“Bukan hanya itu, anjloknya harga cabai juga dikarenakan adanya aktivitas impor cabai yang sebenarnya diperuntukkan industri ternyata disalahgunakan dengan memperjualbelikan di pasaran,” sebut Erma, saat di Blitar, Kamis (19/8/2021).

Hal ini dia sampaikan menyikapi anjloknya harga cabai saat ini. Sekadar diketahui, harga cabai di pasaran saat ini untuk jenis cabai merah besar Rp. 6.000 – Rp. 8.000, cabai merah keriting Rp. 6.000 dan cabai merah rawit/kecil diharga Rp. 8.500 – Rp. 10.000.

Oleh karenanya, dia mendesak Satuan Tugas (Satgas) Pangan Jatim, Dinas Perindustrian dan Perdagangan, Dinas Pertanian, dan Aparat Penegak Hukum untuk melakukan pengawasan secara intensif di pasaran dan menindak serius apabila menemukan praktik tersebut terjadi di lapangan.

“Tujuannya, agar tidak lagi cabai impor dari negara China, Malaysia, Spanyol, dan Australia yang menjadi negara pemasok cabai ke Indonesia sepanjang Semester I-2021 beredar di pasaran sehingga ketersediaan cabai tidak over supply dan imbang dengan kebutuhan masyarakat,” tambah dia.

Lebih detil lagi, Wakil Ketua DPD PDI Perjuangan Jatim ini menyebut jika sebaiknya Dinas Pertanian memberikan perhatian khusus kepada petani agar tidak merugi.

Beberapa opsi yang dia sampaikan adalah dengan pembentukan program pembagian benih gratis atau KUR petani.

Hal tersebut, dinilai Erma dapat meringankan beban rugi petani sehingga bisa melakukan penanaman kembali.

Dia juga berharap kepada Menteri Perdagangan untuk merevisi kebijakan impor cabai yang ditengarai dapat menimbulkan dampak merugi para petani cabai. (arif/pr)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

HEADLINE

Said Abdullah Salurkan Seluruh Dana Reses untuk Renovasi Rumah Warga Miskin di Sumenep

Anggota Fraksi PDI Perjuangan DPR RI Said Abdullah menyalurkan seluruh dana reses periode ini untuk membantu ...
LEGISLATIF

Zulham Dorong Pasar Sumedang Dikerjasamakan dengan Swasta agar Tak Terus Mangkrak

Wakil Ketua Fraksi PDI Perjuangan DPRD Kabupaten Malang Zulham Akhmad Mubarok mendorong pengelolaan Pasar Sumedang ...
SEMENTARA ITU...

Syaifuddin Zuhri Dorong Turnamen Usia Dini Digelar Rutin untuk Cetak Pesepak Bola Berkualitas

SURABAYA – Ketua DPRD Surabaya Syaifuddin Zuhri mendorong turnamen sepak bola usia dini digelar secara rutin ...
KABAR CABANG

DPC Bojonegoro Gandeng Praktisi, Latih Petani Bikin Pupuk Organik Murah Meriah

BOJONEGORO – Upaya menjaga ketahanan pangan dan merespons tingginya harga pupuk kimia terus dilakukan di daerah. ...
KRONIK

Sambut Bulan Kemerdekaan, Bupati Lukman Pimpin ASN Percantik Kota Bangkalan

BANGKALAN – Menyambut Bulan Kemerdekaan, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bangkalan menggerakkan aparatur sipil negara ...
EKSEKUTIF

Pemkab Ngawi Siapkan Regulasi Mengemudi Sepeda Motor bagi Anak Usia 17 Tahun Ke Bawah

NGAWI – Bupati Ngawi Ony Anwar Harsono mengaku prihatin atas meningkatnya kasus kecelakaan lalu lintas yang ...