Senin
01 Juni 2026 | 5 : 05

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Hamas Disebut Provokator, Gus Mis: Itu Narasi Buatan Israel

pdip-jatim-zuhairi-misrawi-170521

JAKARTA – Cendekiawan Nahdlatul Ulama yang juga Analis Pemikiran dan Politik Timur-Tengah Zuhairi Misrawi menegaskan, agresi tentara Israel ke sejumlah wilayah Palestina sejak 8 Mei lalu bukan merupakan aksi bela diri atas provokasi kelompok Hamas di Jalur Gaza.

Sebab nyatanya, kelompok Fatah yang menguasai wilayah Tepi Barat Palestina ikut mengecam dan melawan serangan Israel.

“Narasi bahwa Hamas selalu memprovokasi dan Israel cuma membela diri itu yang terus dibangun Israel, dan belakangan muncul di media sosial di negara kita,” kata Zuhairi Misrawi, dilansir dari detik.com, Senin (17/5/2021).

Menurutnya, dalam beberapa kasus terdahulu mungkin benar Hamas dengan ideologi politiknya pernah sekali-dua kali melakukan provokasi, tapi kali ini lain.

Baca juga:
=> Serangan Israel Akibatkan Ratusan Warga Palestina Meninggal, Puan: Hentikan!
=> Kutuk Keras Serangan Terhadap Palestina, Jokowi: Agresi Israel Harus Dihentikan

Ketua Pengurus Pusat Baitul Muslimin Indonesia (Bamusi) PDI Perjuangan yang akrab disapa Gus Mis ini menyebut, pemicunya adalah perilaku tentara Israel yang masuk ke dalam Masjidil Aqsa ketika warga Palestina tengah menunaikan Salat Taraweh. Dalihnya adalah untuk menangkap pengunjuk rasa Palestina.

“Tindakan tentara Israel itu yang justru memantik kemarahan Hamas sehingga mereka menembakkan rudal ke wilayah Israel,” sebut Gus Mis.

Sebelumnya, warga Palestina menggelar unjuk rasa di Jalan Sheikh Jarrah Yerusalem Timur. Mereka menentang aneksasi warga Yahudi atas sejumlah lahan milik warga Palestina.

Lahan di sana ada yang sudah ditempati warga Palestina selama hampir satu abad, bahkan ada seorang warganya telah berusia 103 tahun.

Pada waktu hampir bersamaan, warga Israel tengah merayakan “Yerusalem Day” di tembok ratapan yang menempel persis dengan Kubah Emas Dome of Rock. Di tengah euforia itu ada sebagian warga Israel yang memprovokasi tentara mereka untuk mengepung kawasan Masjidil Aqsa.

Tapi anehnya narasi yang berkembang justru sebaliknya, seolah Hamas yng melakukan provokasi. Selain kerap menyebut Hamas sebagai provokator, Israel dan Amerika Serikat juga sukses menjadikan Hamas sebagai kelompok teroris.

Toh begitu, Gus Mis yang meraih gelar Sarjana Filsafat dari Universitas Al-Azhar Mesir menyarankan agar Hamas dan Fatah melakukan rekonsiliasi.

Intelektual muda NU kelahiran Sumenep, Madura ini berharap dua kekuatan besar di Palestina ini harus duduk bersama merumuskan kembali pola perjuangan meraih kemerdekaan.

“Bila perlu, perundingan untuk rekonsiliasi dilakukan di Jakarta,” usul Gus Mis. (goek/*)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

KRONIK

PDI Perjuangan Jatim Rayakan Harlah Pancasila Bareng Tukang Becak dan Satgas

SURABAYA – DPD PDI Perjuangan Jatim memperingati Hari Lahir Pancasila dengan upacara dan potong tumpeng. Upacara ...
KABAR CABANG

Harlah Pancasila Jadi Momentum Konsolidasi, DPC PDIP Kota Blitar Perkuat Barisan Kader

BLITAR – DPC PDI Perjuangan Kota Blitar menggelar upacara bendera memperingati Hari Lahir Pancasila, 1 Juni 2026, ...
UMKM

Ketika UMKM Kue Jadul dan Komunitas Gowes Bertemu di Ecopark Randuagung

GRESIK – Pemerintah Desa Randuagung, Kecamatan Kebomas, meluncurkan Pasar Ahad Jajanan Jadul di Ecopark Desa ...
KABAR CABANG

Upacara Harlah Pancasila, Kader Banteng Kota Madiun Diingatkan Tidak Melupakan Sejarah

MADIUN – DPC PDI Perjuangan Kota Madiun menggelar upacara bendera dalam rangka memperingati Hari Lahir Pancasila, ...
KABAR CABANG

Harlah Pancasila, DPC Sidoarjo Gelar Upacara Bendera dan Beri Penghargaan kepada Penanam Bibit Sukun

SIDOARJO – Dewan Pimpinan Cabang PDI Perjuangan Sidoarjo menggelar upacara bendera di kantor sekretariat, Jl Jati ...
HEADLINE

Upacara Hari Lahir Pancasila, PDI Perjuangan Jatim Ingatkan Pesan Persatuan Bung Karno

Sekretaris DPD PDI Perjuangan Jawa Timur Deni Wicaksono mengajak kader menghidupkan nilai-nilai Pancasila dalam ...