oleh

Hadiri Mujahadah Kubro NU Jatim di Ponorogo, Kusnadi Pun Larut dalam Doa-doa Kiai Sepuh

-Headline-108 kali dibaca

PONOROGO – Ketua DPRD Provinsi Jawa Timur Kusnadi menghadiri Mujahadah Kubro yang digelar Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jatim di Masjid Tegalsari, Kecamatan Jetis, Kabupaten Ponorogo, Minggu (19/6/2022) malam hingga Senin (20/6/2022) dini hari.

Mengenakan kemeja lengan panjang warna putih, celana hitam dan berpeci, Kusnadi datang sebelum acara yang dihadiri belasan ribu Nahdliyyin dari seluruh pelosok Jatim ini dimulai.

Legislator yang juga Ketua DPD PDI Perjuangan Jatim ini larut dalam acara yang merupakan bagian dari rangkaian Peringatan Satu Abad NU tersebut.

Sebagaimana belasan ribu Nahdliyyin yang memadati tanah lapang sekitar Masjid Tegalsari, Kusnadi yang dipersilakan duduk di panggung pun dengan khidmat mengikuti alunan doa, serta sholawat dipimpin para kiai sepuh.

Di antaranya, Rais Syuriah PWNU Jatim KH Anwar Mansur, Ketua PWNU Jatim KH Marzuki Mustamar, dan pengasuh Ponpes Tremas Pacitan KH Lukman Dimyati.

Lalu pengasuh Pondok Pesantren Tebuireng Jombang KH Fahmi Amrullah Hadziq, hingga pengasuh Ponpes Alfalah Al Kholili Bangkalan KH Abdul Adzim Kholili, serta kiai sepuh lainnya.

Hadir juga dalam Mujahadah Kubro tersebut, Bupati Ponorogo Sugiri Sancoko serta Wakil Bupati Lisdyarita.

Baca juga:
👉🏼Mujahadah Kubro NU di Ponorogo, Bunda Rita: Sugeng Rawuh Para Kyai
👉🏼DPD Jatim Gelar Halalbihalal, Diisi Ceramah KH Marzuki Mustamar
👉🏼Silaturahmi ke Kyai Marzuki Mustamar, Untari: Pesan Beliau, Agar Kaum Nasionalis dan Islam Terus Bersatu

“Alhamdulillah, saya bisa menjadi bagian dari acara Mujahadah Kubro dengan hadir langsung. Acara yang pada intinya mendoakan yang terbaik bagi bangsa dan negara, agar tetap utuh, bersatu, tanpa perpecahan, selain doa agar kaum Nahdliyyin tetap kompak dan menjaga komitmen keaswajaan,” ucap Kusnadi, usai acara.

Dia pun menyampaikan keyakinan, bahwa sampai kapan pun kalangan NU tetap akan teguh dengan komitmen kebangsaannya.

Dan itu bisa dilihat dari pelaksanaan Mujahadah Kubro kali ini, yang di antaranya secara batiniah berdoa agar negara Indonesia khususnya, bisa segera bangkit kembali setelah dua tahun dilanda pandemi Covid-19.

“Ikhtiar lahir yang dilakukan pemerintah dan elemen lainnya, harus dibarengi ikhtiar batin, seperti melalui acara ini,” tuturnya.

Sedang KH Marzuki Mustamar kepada media menjelaskan, di Mujahadah Kubro ini para kiai berdoa agar Nahdliyyin tetap kompak dan berkomitmen menjaga keaswajaan, kemanusiaan, dan keindonesiaan.

Selain itu, diselenggarakannya Mujahadah Kubro ini untuk menyambungkan keilmuan dan pengetahuan dengan ulama terdahulu.

Menurut pengasuh Ponpes Sabilurrosyad, Gasek, Kota Malang tersebut ada ulama-ulama yang sangat berjasa dalam dakwah dan penyebaran agama Islam dalam masa di antara Wali Songo dan KH Hasyim Asyari.

Salah satu ulama tersebut adalah Kiai Hasan Besari yang gerakan-gerakannya dimulai dari Ponorogo.

Kiai Hasan Besari juga mendirikan Pondok Pesantren Gebang Tinatar pada abad 18 yang mempunyai ribuan santri.

Sementara itu, warga Nahdliyyin yang menghadiri Mujahadah Kubro datang dari berbagai daerah di Jawa Timur. Di sepanjang jalan memasuki kawasan masjid Tegalsari, banyak penjual ‘dadakan’.

Warga sekitar memanfaatkan momen dengan berjualan makanan, minuman. Bahkan ada pula yang dari luar Ponorogo menjual berbagai macam aksesoris seperti peci, kaligrafi, tasbih, bendera NU, dan lain-lain.

Antusias para nahdliyin pun sangat luar biasa. Terlihat ketika di pertengahan acara sempat hujan turun sebentar, mereka tetap tidak beranjak dari tempatnya hingga Mujahadah Kubro berakhir. (jrs/pr)