Rabu
13 Mei 2026 | 1 : 19

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Eri Irawan Inisiasi “Sekolah Sampah”, Dorong Warga Surabaya Mulai Pilah Sampah dari Rumah

pdip jatim 260306 ei

Eri Irawan menginisiasi “Sekolah Sampah” untuk mendorong warga Surabaya memilah dan mengelola sampah dari rumah.

SURABAYA — Ketua Komisi C DPRD Kota Surabaya, Eri Irawan, menginisiasi program edukatif bertajuk “Sekolah Sampah” sebagai upaya membangun kesadaran masyarakat dalam pengelolaan sampah berbasis sumber.

Program tersebut digagas sebagai respons atas masih tingginya volume sampah harian di Kota Surabaya yang mencapai sekitar 1.800 ton per hari.

“Persoalan sampah tidak bisa hanya dibebankan kepada pemerintah, tetapi membutuhkan keterlibatan aktif seluruh elemen masyarakat,” ujar Eri, Selasa (12/5/2026).

Menurut Eri, pengelolaan sampah masih menjadi tantangan besar bagi banyak kota di Indonesia, termasuk Surabaya.

Dari total timbulan sampah harian di Kota Pahlawan, hampir 60 persen di antaranya merupakan sampah organik seperti limbah dapur dan sisa makanan.

Jika tidak dikelola dengan baik, sampah organik tersebut berpotensi menghasilkan gas metana yang memperparah krisis iklim.

Karena itu, Eri menilai pendekatan pengelolaan sampah harus mulai bergeser dari pola berbasis tempat pembuangan akhir (TPA) menuju pengelolaan dari sumbernya. Mulai dari rumah tangga, lingkungan RT/RW, sekolah, hingga komunitas masyarakat.

“Tanpa gerakan pemilahan dan pengolahan sampah berbasis sumber, persoalan sampah tidak akan tuntas sampai kapan pun,” katanya.

Sebagai langkah konkret, Eri menginisiasi “Sekolah Sampah” yang edisi perdananya akan digelar pada 23 Mei 2026. Program tersebut direncanakan berlangsung rutin setiap bulan.

Dalam kegiatan itu, peserta akan mendapatkan edukasi perubahan perilaku dalam pengelolaan sampah rumah tangga. Mulai dari pemilahan sampah sejak dari rumah hingga praktik pengolahan sampah organik secara sederhana.

Suasana program dirancang tidak sekadar teoritis. Peserta nantinya juga akan dikenalkan dengan penggunaan komposter, biopori, hingga pengolahan sampah organik menggunakan maggot skala rumah tangga.

Menariknya, setiap peserta akan mendapatkan fasilitas komposter atau biopori gratis untuk digunakan di lingkungan masing-masing.

Menurut Eri, metode pengolahan sederhana tersebut diharapkan mampu membantu rumah tangga mengurangi volume sampah organik sekaligus memberi manfaat lingkungan.

“Peserta diharapkan bisa menjadi change driver atau penggerak perubahan dalam pengelolaan sampah di wilayahnya,” jelas politisi PDI Perjuangan itu.

Karena itu, program ini memprioritaskan peserta yang aktif dalam kegiatan masyarakat. Seperti kader PKK, pengurus RT/RW, Karang Taruna, Kader Surabaya Hebat, majelis taklim, hingga elemen masyarakat lainnya.

Eri menyebut “Sekolah Sampah” juga menjadi bagian dari dukungan terhadap kebijakan Pemerintah Kota Surabaya yang tengah memperkuat pemilahan sampah berbasis sumber.

Salah satunya melalui program Kampung Pancasila dan pembentukan Satgas Lingkungan di tingkat RW.

Selain itu, Pemkot Surabaya juga sedang menyiapkan distribusi fasilitas komposter dan biopori untuk lingkungan RT/RW.

“Ini momentum yang baik untuk transformasi pengelolaan sampah di Surabaya,” pungkasnya. (nia/pr)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

KRONIK

Program Banyuwangi Hijau Layani 23.410 Rumah Tangga, Kelola Sampah Secara Sirkular

BANYUWANGI – Program Banyuwangi Hijau yang mengelola sampah secara sirkular terus mendapatkan animo positif dari ...
LEGISLATIF

Eri Irawan Inisiasi “Sekolah Sampah”, Dorong Warga Surabaya Mulai Pilah Sampah dari Rumah

Eri Irawan menginisiasi “Sekolah Sampah” untuk mendorong warga Surabaya memilah dan mengelola sampah dari rumah. ...
EKSEKUTIF

Eri Cahyadi: Pemimpin Bukan Dinilai dari Penghargaan, Tapi Dampaknya bagi Rakyat

Eri Cahyadi menegaskan pemimpin sejati tidak diukur dari penghargaan, tetapi dampaknya terhadap kesejahteraan ...
KRONIK

Sensus Ekonomi 2026, Bupati Fauzi Ajak Masyarakat Memberikan Data yang Benar dan Jujur

SUMENEP – Bupati Sumenep, Achmad Fauzi Wongsojudo, menyambut baik Sensus Ekonomi 2026 yang dilaksanakan oleh Badan ...
LEGISLATIF

Novita Hardini Minta Pengawasan Daycare Diperketat usai Kasus Kekerasan Anak di Yogyakarta

Novita Hardini meminta pengawasan daycare diperketat usai kasus dugaan kekerasan anak di Yogyakarta menjadi sorotan ...
LEGISLATIF

DPRD Surabaya Kurangi Undangan Reses dari 250 Jadi 200 Orang per Titik

DPRD Surabaya mengurangi jumlah undangan reses dari 250 menjadi 200 orang per titik demi efektivitas dan efisiensi ...