Sabtu
02 Mei 2026 | 12 : 07

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Gelar Festival Anak, Cara Pemkot Surabaya Kenalkan Minat dan Bakat Sejak Usia Dini

pdip-jatim-250819-fest-anak-sby

SURABAYA – Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya menggelar Festival Anak Indonesia Hebat dalam rangka Hari Anak Nasional (HAN) 2025, Selasa (19/8/2025).

Acara tersebut diselenggarakan di Lagoon Avenue Mall Sungkono. Kegiatan ini bertujuan memberikan ruang bagi anak untuk mengeksplorasi bakat dan minat mereka melalui kegiatan edukatif dan interaktif.

“Tadi ada banyak sekali permainan, seperti permainan tradisional yang memang terkenal di Kota Surabaya. Maka saya hidupkan kembali di festival anak ini termasuk permainan yang ada di kampung-kampung,” ungkap Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi.

Festival Anak Indonesia Hebat semakin menarik dengan adanya program corporate social responsibility (CSR) untuk mengunjungi KidZania yang ditujukan untuk 100 anak usia PAUD dari setiap perwakilan wilayah di Kota Pahlawan.

“Kalau ada anak yang ingin jadi pilot, ingin jadi pemadam kebakaran, ingin jadi dokter. Di sini ada tempat-tempat yang di mana mereka bisa menjadi seperti itu,” ujarnya.

Pemkot Surabaya juga menegaskan komitmennya untuk meningkatkan pendidikan non akademik guna mengasah minat dan bakat anak.

“Setelah jam 12.00 WIB pelajaran selesai, maka setelah jam 12.00 WIB sampai jam 2.00 WIB itu adalah kegiatan untuk mengasah bakat dan minat. Ada yang membatik, ada yang ikut silat, dan macam-macam. Ini sudah berjalan sejak tahun 2022,” terang Eri.

Dia menyebut, pengembangan minat bakat menjadi penting dalam meningkatkan potensi tiap siswa.

“Ada yang punya kelebihan di akademik, ada yang punya kelebihan di olahraga, ada yang punya kelebihan di seni. Ketika itu dikuatkan dan dikeluarkan, maka dia akan memiliki potensi di bidangnya masing-masing,” jelasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Surabaya, Yusuf Masruh menyampaikan bahwa Festival Anak Indonesia Hebat bertujuan untuk mengenalkan minat bakat anak-anak sejak dini.

“Harapannya, mulai dini anak-anak sudah mulai dikenalkan dengan talenta dan minat bakatnya, juga termasuk pembentukan karakternya,” tutur Yusuf.

Pada kegiatan tersebut terdapat berbagai kegiatan menarik, di antaranya perlombaan permainan tradisional, mendongeng, menari, melukis dan sebagainya.

“Ada lomba mewarnai, lomba bercerita, itu kan langsung aplikasi. Anak-anak langsung menerapkan,” urainya.

Dia berharap anak-anak di Kota Surabaya, khususnya usia PAUD untuk terus dapat mengasah minat dan bakatnya masing-masing.

“Harapannya anak-anak khususnya usia PAUD dapat terus berkembang dalam menentukan minat dan bakatnya sebagai bekal untuk masa depan,” pungkas dia. (gio/pr)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

KRONIK

May Day di DPRD Jatim, Yordan Tegaskan Tuntutan Buruh Akan Diteruskan ke Pusat

Aksi May Day di DPRD Jatim, Yordan Batara-Goa pastikan tuntutan buruh soal outsourcing, upah, dan PHK diteruskan ke ...
KRONIK

Ini, Kunci Sukses Bupati Ipuk Dorong Anak Muda Banyuwangi Berkreasi di Pertanian

BANYUWANGI – Sejak menjabat sebagai Bupati Banyuwangi, salah satu program prioritas Ipuk Fiestiandani adalah sektor ...
EKSEKUTIF

Mas Dhito Tekankan Rekrutmen Sekolah Rakyat Harus Tepat Sasaran, Prioritaskan Warga Kurang Mampu

Mas Dhito tekankan rekrutmen Sekolah Rakyat Kediri harus tepat sasaran bagi desil 1 dan 2, progres pembangunan ...
LEGISLATIF

May Day Produktif, Doding Ajak Buruh Tanam Pohon Perkuat Lingkungan dan Ketahanan Pangan di Trenggalek

Doding Rahmadi ajak buruh tanam pohon saat May Day di Trenggalek, dorong ketahanan pangan dan lingkungan ...
LEGISLATIF

Puan: Isu Outsourcing, Ancaman PHK hingga Ojol Harus Dibaca Satu Kerangka Perlindungan Pekerja

Puan Maharani nilai isu outsourcing, PHK, hingga ojol harus dibaca dalam satu kerangka perlindungan pekerja di May ...
KABAR CABANG

May Day, PDIP Surabaya Rangkul Ojol Perempuan: Serap Aspirasi hingga Salurkan Bantuan

PDIP Surabaya rangkul 250 ojol perempuan saat May Day 2026, salurkan bantuan dan serap aspirasi pekerja informal. ...