Selasa
13 Oktober 2026 | 6 : 23

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Fraksi PDI Perjuangan Lamongan Walk Out Dari Rapat Paripurna Persetujuan Pertanggungjawaban APBD 2020

pdip-jatim-legislatif-lamongan-150621-darwoto

LAMONGAN – Delapan anggota Fraksi PDI Perjuangan DPRD Lamongan melakukan aksi walk out dari rapat paripurna dengan agenda persetujuan Rancangan Perda Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD Tahun 2020, Selasa (15/6/2021).

Langkah ditempuh seluruh anggota fraksi PDI Perjuangan sebagai sikap kontra atas ketidakterbukaan pemkab dalam penggunaan anggaran penanganan Covid-19 sebesar Rp 215 miliar. Dan, tidak diberikannya dokumen laporan hasil pemeriksaan (LHP) BPK kepada dewan. Walk out dilakukan sesaat sebelum pembacaan rekomendasi oleh pimpinan dewan.

“Bagaimana kita bisa memberikan rekomendasi penggunaan anggaran itu, kalau kita sendiri dibutakan untuk apa saja angka 215 miliar rupiah itu,” ungkap Wakil Ketua DPRD dari Fraksi PDI Perjuangan, H Darwoto.

Soal aksi tersebut, lanjut Darwoto, menjadi akhir dari perjuangan pihaknya dalam menjalankan fungsi pengawasan atas penggunaan anggaran.

“Ya biar publik Lamongan nanti yang menilainya, terpenting kita sudah melaksanakan kewajiban kita untuk mengawasi penggunaan anggaran. Tapi kita semua tahu akhir dari perjuangan pengawasan itu terhalang tembok tebal,” ungkapnya.

Ketua Fraksi PDI Perjuangan, Ratna Mutia Marhaeni, mengaku, hingga hari ini dirinya tak habis pikir dengan sikap pemkab yang tidak menunjukkan keterbukaan.  

“Nggak tahu apa yang mereka sembunyikan dari kita semua, khususnya rakyat Lamongan. Dana 215 miliar rupiah itu bukan angka kecil, lho. Logikanya saja, kalau (penggunaan) itu bener, kenapa harus takut untuk dibuka ke publik,” tandasnya.

Pihak dewan, kata Ratna, hingga detik ini belum menerima dokumen penggunaan dana penanganan Covid-19 sebesar Rp 215 miliar dan LHP BPK. Dokumen tersebut sedianya sebagai bahan pertimbangan bagi dewan dalam memberikan persetujuan dan pengesahan raperda pertanggungjawaban APBD Tahun 2020.

Sebelumnya, pihak fraksi dalam beberapa kali rapat antara dewan dan pemkab, tak henti meminta dokumen tersebut. Namun, pemkab terus mengulur waktu dan tetap tidak memberikan dengan alasan tidak masuk akal seperti diberitakan sebelumnya, Lhadalah! Rapat Bahas Rp 215 M Tanpa Dokumen, Pemkab Lamongan Alasan Belum Sempat Fotokopi. (ak/hs)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

KRONIK

Traktor Bantuan APBN Diduga Menyimpang, DPRD Jember: Dinas Pertanian Tidak Bisa Memberikan Data

JEMBER – Dugaan penyimpangan bantuan traktor dari APBN 2025 di Kabupaten Jember belum terjawab. Sejumlah kelompok ...
KRONIK

Gema 111.111 Al-Waqiah di Sumenep, Bupati Fauzi Ajak ASN Perkuat Budaya Religius

SUMENEP – Kementerian Agama Kabupaten Sumenep menginisiasi gerakan pembacaan bersama 111.111 kali Surat Al-Waqiah. ...
KRONIK

Atasi Kekeringan Dampak El Nino, Sonny Salurkan Bantuan Air Bersih ke Siliragung

BANYUWANGI – Dampak musim kemarau panjang akibat fenomena El Nino mulai dirasakan oleh sejumlah warga di wilayah ...
EKSEKUTIF

Promosi dan Mutasi Pejabat Pemkab Blitar Bakal Berbasis Manajemen Talenta

BLITAR – Bupati Blitar Rijanto menegaskan promosi dan mutasi pejabat di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) ...
KABAR CABANG

DPC Tulungagung Dorong Media Partai Jadi Penyambung Lidah Rakyat

TULUNGAGUNG – Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PDI Perjuangan Kabupaten Tulungagung mendorong perombakan mendasar dalam ...
LEGISLATIF

Sampah Sungai Ancam Picu Banjir, Ketua DPRD Kota Malang Dorong Pemasangan Trash Boom

MALANG – Ketua DPRD Kota Malang Amithya Ratnanggani Sirraduhita mendorong Pemerintah Kota Malang memperkuat ...