Rabu
02 September 2026 | 5 : 22

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Dugaan Keracunan Menu MBG, Kali Ini Menimpa Pelajar Ngawi

IMG-20251001-WA0041_copy_645x404

NGAWI – Gejala keracunan dialami sejumlah pelajar ditengarai karena menu makan bergizi gratis (MBG) kembali terjadi di Jawa Timur. Kali ini di Kabupaten Ngawi.

Puluhan siswa SMK Negeri 1 Sine di Kabupaten Ngawi dilaporkan mengalami gejala keracunan. Mereka mengalami gejala mual, pusing, dan muntah setelah satu hari sebelumnya mengonsumsi menu makan bergizi gratis (MBG).

Puluhan siswa harus dilarikan ke Puskesmas Sine untuk mendapatkan pertolongan medis. Total ada 35 siswa yang mengalami gejala keracunan dan di rawat di puskesmas setempat.

Wakil Bupati Ngawi Dwi Rianto Jatmiko yang mengetahui kabar tersebut langsung bergegas meninjau lokasi perawatan. Wabup Antok ingin memastikan para pasien mendapatkan perawatan yang baik, sehingga bisa segera pulih.

“Prioritas kami ingin memastikan para pasien yang mengalami gejala keracunan mendapatkan penanganan yang terbaik,” pada Rabu (1/10/2025).

Menurut Wabup Antok, siswa SMK Negeri 1 Sine yang mengalami gejala keracunan telah mendapat perawatan dengan baik. Siswa yang mengalami keracunan juga dilarikan ke Puskesmas Ngrambe, dan Klinik Aisyah di Kecamatan Sine.

Baca juga: Belasan Siswa di Lamongan Keracunan Usai Santap MBG, DPRD Sarankan Ada Petugas Khusus Mencicip

Menurut Wabup Antok, pemerintah daerah bersama instansi terkait masih melakukan pendalaman terkait insiden ini. Menurutnya, gejala yang dialami para siswa cukup beragam, sehingga penyebab keracunan tidak bisa disimpulkan dengan segera. Termasuk gejala yang dialami baru muncul selang satu hari setelah para siswa mengonsumsi menu MBG.

“Penyebabnya belum bisa disimpulkan. Prioritas kami keselamatan dari anak-anak yang mengalami gejala keracunan, dapat tertangani dengan baik dan bisa segera pulih,” jelas Ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten Ngawi itu.

Pasca kejadian ini, program MBG masih berlangsung di sekolah tersebut. Wabup Antok menegaskan, secara teknis kegiatan MBG menjadi wewenang pihak dapur dan bukan dari pemerintah daerah.

Pemerintah Daerah bersama dengan Dinas Kesehatan telah menyiapkan langkah antisipasi menghadapi berbagai kemungkinan. Pasca kejadian ini, evaluasi untuk mengetahui penyebab pasti masih dalam pendalaman. (and/hs)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

LEGISLATIF

Puan: Karhutla Sudah KLB, Penanganan Harus Lintas Kementerian

JAKARTA – Ketua DPR RI Puan Maharani menyebut kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) yang masih terjadi di sejumlah ...
EKSEKUTIF

Rijanto Dorong Parade Baris Berbaris Pelajar Blitar Digelar Rutin Tiap Tahun

BLITAR – Bupati Blitar Rijanto mendorong Parade Baris Berbaris pelajar digelar rutin setiap tahun. Menurutnya, ...
KRONIK

Antisipasi Karhutla saat Kemarau, Bupati Fauzi Terbitkan SE Larangan Bakar Lahan

SUMENEP – Ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) selama musim kekeringan 2026 menjadi perhatian serius ...
LEGISLATIF

Fraksi PDIP Minta Proyeksi Pembiayaan Pilgub Jatim dan Dasar Dana Cadangan Rp600 M Diperjelas

SURABAYA – Fraksi PDI Perjuangan DPRD Jawa Timur meminta Pemprov Jatim memperjelas proyeksi keseluruhan kebutuhan ...
LEGISLATIF

Fraksi PDIP DPRD Kabupaten Malang: Perubahan APBD Jangan Sekadar Geser Angka, Harus Berdampak ke Rakyat

MALANG — Fraksi PDI Perjuangan DPRD Kabupaten Malang mengingatkan Pemerintah Kabupaten Malang agar Perubahan APBD ...
HEADLINE

Dua Ambulans DPC Sidoarjo Bantu Evakuasi Ratusan Santri Keracunan Makanan 

SIDOARJO – DPC PDI Perjuangan Kabupaten Sidoarjo menerjunkan dua tim ambulans dalam peristiwa keracunan massal ...