Sabtu
17 Oktober 2026 | 9 : 59

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Dugaan Keracunan Menu MBG, Kali Ini Menimpa Pelajar Ngawi

IMG-20251001-WA0041_copy_645x404

NGAWI – Gejala keracunan dialami sejumlah pelajar ditengarai karena menu makan bergizi gratis (MBG) kembali terjadi di Jawa Timur. Kali ini di Kabupaten Ngawi.

Puluhan siswa SMK Negeri 1 Sine di Kabupaten Ngawi dilaporkan mengalami gejala keracunan. Mereka mengalami gejala mual, pusing, dan muntah setelah satu hari sebelumnya mengonsumsi menu makan bergizi gratis (MBG).

Puluhan siswa harus dilarikan ke Puskesmas Sine untuk mendapatkan pertolongan medis. Total ada 35 siswa yang mengalami gejala keracunan dan di rawat di puskesmas setempat.

Wakil Bupati Ngawi Dwi Rianto Jatmiko yang mengetahui kabar tersebut langsung bergegas meninjau lokasi perawatan. Wabup Antok ingin memastikan para pasien mendapatkan perawatan yang baik, sehingga bisa segera pulih.

“Prioritas kami ingin memastikan para pasien yang mengalami gejala keracunan mendapatkan penanganan yang terbaik,” pada Rabu (1/10/2025).

Menurut Wabup Antok, siswa SMK Negeri 1 Sine yang mengalami gejala keracunan telah mendapat perawatan dengan baik. Siswa yang mengalami keracunan juga dilarikan ke Puskesmas Ngrambe, dan Klinik Aisyah di Kecamatan Sine.

Baca juga: Belasan Siswa di Lamongan Keracunan Usai Santap MBG, DPRD Sarankan Ada Petugas Khusus Mencicip

Menurut Wabup Antok, pemerintah daerah bersama instansi terkait masih melakukan pendalaman terkait insiden ini. Menurutnya, gejala yang dialami para siswa cukup beragam, sehingga penyebab keracunan tidak bisa disimpulkan dengan segera. Termasuk gejala yang dialami baru muncul selang satu hari setelah para siswa mengonsumsi menu MBG.

“Penyebabnya belum bisa disimpulkan. Prioritas kami keselamatan dari anak-anak yang mengalami gejala keracunan, dapat tertangani dengan baik dan bisa segera pulih,” jelas Ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten Ngawi itu.

Pasca kejadian ini, program MBG masih berlangsung di sekolah tersebut. Wabup Antok menegaskan, secara teknis kegiatan MBG menjadi wewenang pihak dapur dan bukan dari pemerintah daerah.

Pemerintah Daerah bersama dengan Dinas Kesehatan telah menyiapkan langkah antisipasi menghadapi berbagai kemungkinan. Pasca kejadian ini, evaluasi untuk mengetahui penyebab pasti masih dalam pendalaman. (and/hs)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

KRONIK

Sri Untari: Gaji ASN Lewat Koperasi Merah Putih Bisa Timbulkan Kegaduhan

SURABAYA – Ketua Komisi E DPRD Jawa Timur Sri Untari Bisowarno mengingatkan Kementerian Koperasi agar mengkaji ...
KRONIK

PDI Perjuangan Gelar Pekan Sampah Nasional, Ajak Masyarakat Ubah Sampah Jadi Berguna

MALANG – PDI Perjuangan mengajak masyarakat dan komunitas di berbagai daerah menjadikan pengelolaan sampah sebagai ...
KRONIK

Hasto Ajak Anak Muda Rawat Mangrove, Pelestarian Lingkungan Harus Berkelanjutan

MALANG – Sekretaris Jenderal DPP PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto mengajak generasi muda terlibat langsung dalam ...
KRONIK

Hadiri Lomba Mewarnai Tugu Keris, Bupati Fauzi Puji Kreativitas Ratusan Anak

SUMENEP – Komunitas Lakona Lakone sukses menggelar lomba mewarnai tugu keris tingkat Taman Kanak-Kanak (TK) dan ...
HEADLINE

Hasto Tawarkan Moratorium Hutan dan Penataan Ulang Tata Ruang untuk Atasi Karhutla

MALANG – Sekretaris Jenderal DPP PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto menawarkan dua langkah mendasar untuk mengatasi ...
KRONIK

Kanang Minta Kader PDIP yang Ingin Jadi Wabup Ponorogo Perkuat Konsolidasi Lintas Partai

PONOROGO – Anggota Komisi VI DPR RI, Ir. Budi Sulistyono atau Kanang, meminta kader PDI Perjuangan yang ...