Kamis
16 April 2026 | 1 : 47

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Dugaan Keracunan Menu MBG, Kali Ini Menimpa Pelajar Ngawi

IMG-20251001-WA0041_copy_645x404

NGAWI – Gejala keracunan dialami sejumlah pelajar ditengarai karena menu makan bergizi gratis (MBG) kembali terjadi di Jawa Timur. Kali ini di Kabupaten Ngawi.

Puluhan siswa SMK Negeri 1 Sine di Kabupaten Ngawi dilaporkan mengalami gejala keracunan. Mereka mengalami gejala mual, pusing, dan muntah setelah satu hari sebelumnya mengonsumsi menu makan bergizi gratis (MBG).

Puluhan siswa harus dilarikan ke Puskesmas Sine untuk mendapatkan pertolongan medis. Total ada 35 siswa yang mengalami gejala keracunan dan di rawat di puskesmas setempat.

Wakil Bupati Ngawi Dwi Rianto Jatmiko yang mengetahui kabar tersebut langsung bergegas meninjau lokasi perawatan. Wabup Antok ingin memastikan para pasien mendapatkan perawatan yang baik, sehingga bisa segera pulih.

“Prioritas kami ingin memastikan para pasien yang mengalami gejala keracunan mendapatkan penanganan yang terbaik,” pada Rabu (1/10/2025).

Menurut Wabup Antok, siswa SMK Negeri 1 Sine yang mengalami gejala keracunan telah mendapat perawatan dengan baik. Siswa yang mengalami keracunan juga dilarikan ke Puskesmas Ngrambe, dan Klinik Aisyah di Kecamatan Sine.

Baca juga: Belasan Siswa di Lamongan Keracunan Usai Santap MBG, DPRD Sarankan Ada Petugas Khusus Mencicip

Menurut Wabup Antok, pemerintah daerah bersama instansi terkait masih melakukan pendalaman terkait insiden ini. Menurutnya, gejala yang dialami para siswa cukup beragam, sehingga penyebab keracunan tidak bisa disimpulkan dengan segera. Termasuk gejala yang dialami baru muncul selang satu hari setelah para siswa mengonsumsi menu MBG.

“Penyebabnya belum bisa disimpulkan. Prioritas kami keselamatan dari anak-anak yang mengalami gejala keracunan, dapat tertangani dengan baik dan bisa segera pulih,” jelas Ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten Ngawi itu.

Pasca kejadian ini, program MBG masih berlangsung di sekolah tersebut. Wabup Antok menegaskan, secara teknis kegiatan MBG menjadi wewenang pihak dapur dan bukan dari pemerintah daerah.

Pemerintah Daerah bersama dengan Dinas Kesehatan telah menyiapkan langkah antisipasi menghadapi berbagai kemungkinan. Pasca kejadian ini, evaluasi untuk mengetahui penyebab pasti masih dalam pendalaman. (and/hs)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

KRONIK

Bupati Lukman Minta BUMD Tingkatkan Kinerja, Topang Perekonomian Daerah

JAKARTA – Bupati Bangkalan, Lukman Hakim, berkomitmen untuk mendorong kinerja Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) untuk ...
LEGISLATIF

Indri Dukung Larangan Vape, Soroti Potensi Disalahgunakan untuk Narkotika

Indriani Yulia Mariska mendukung larangan vape karena berpotensi disalahgunakan untuk narkotika dan membahayakan ...
LEGISLATIF

Yordan Soroti Kesenjangan Antarwilayah Jadi Tantangan Utama Pembangunan Jatim

Yordan M Batara Goa menyoroti kesenjangan antarwilayah sebagai tantangan utama pembangunan Jawa Timur dalam RKPD ...
LEGISLATIF

Pastikan Keselamatan Pengendara Jalur Magetan – Sarangan, Diana Sasa Minta Peremajaan Alat Tebang Pohon Bina Marga UPT Madiun

MAGETAN – Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Provinsi Jawa Timur melalui Bina Marga UPT Madiun ...
UMKM

Cerita Warsito, Kader Banteng Ngawi Merintis Usaha Greenhouse Anggur

NGAWI – Kesuksesan tidak melulu diukur dari gelimang harta yang melimpah ruah. Menemukan kepuasan batin dalam ...
KABAR CABANG

Musancab PDI Perjuangan Kota Blitar Targetkan Kemenangan Pilkada

PDIP Kota Blitar menargetkan merebut kursi wali kota dengan memperkuat PAC sebagai ujung tombak konsolidasi hingga ...