Rabu
15 Juli 2026 | 6 : 41

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Jadi Pembicara Seminar Daring DPP PDIP, Bupati Ony Beberkan Ngawi Produsen Ubi Jalar Terbesar Se-Jatim

IMG-20260414-WA0004

NGAWI – Bupati Ngawi, Ony Anwar Harsono, tampil sebagai narasumber dalam seminar daring bertema ketahanan pangan yang diselenggarakan oleh DPP PDI Perjuangan Bidang Pertanian dan Pangan, Senin (13/4/2026).

Dalam forum itu, Bupati Ony mengupas tentang strategi pertanian ramah lingkungan, pengembangan komoditas tanaman pangan pendamping beras, hingga upaya menyejahterakan kaum marhaen, khususnya para petani di daerahnya.

Selama ini, Kabupaten Ngawi dikenal luas sebagai salah satu lumbung padi nasional. Namun, Ony membeberkan bahwa potensi tanaman pendamping beras di wilayahnya juga sangat unggul.

“Ngawi tidak hanya produsen padi. Kami juga memiliki produksi ubi jalar yang angkanya tercatat paling tinggi se-Jawa Timur,” ujar Bupati Ony.

Ia mengungkapkan, produksi ubi jalar dari petani Ngawi mencapai lebih dari 67 ribu ton per tahun. Capaian ini merupakan bentuk komitmen daerah dalam menjalankan arahan Ketua Umum PDI Perjuangan, Megawati Soekarnoputri, guna menggenjot diversifikasi pangan.

“Sesuai arahan Ibu Ketua Umum, produksi tanaman pangan pendamping beras seperti ubi jalar, jagung, dan singkong memang harus dipikirkan dan digenjot serius,” tambahnya.

Selain diversifikasi pangan, Ony juga menyoroti ancaman kemarau panjang akibat fenomena El Nino Godzilla. Musim kemarau yang diprediksi berlangsung lebih lama dan terik ini akan mempercepat laju penguapan air. Menghadapi tantangan cuaca ekstrem tersebut, manajemen air yang bijak menjadi kunci keberhasilan pertanian.

Di Kabupaten Ngawi sendiri, pemenuhan air irigasi telah didukung oleh manajemen Electric for Farm (Elfarm) atau pemanfaatan sumur dalam bersumber energi listrik. Meski demikian, Ony mewanti-wanti agar penggunaannya tidak serampangan dan harus diimbangi dengan metode pertanian ramah lingkungan.

“Eksploitasi air yang berlebih tanpa dibarengi mitigasi risiko sangat berbahaya. Kalau kita berlebihan menyedot air tanah dalam, itu bisa menurunkan permukaan air tanah,” tegasnya.

Ony menjelaskan, lahan yang menerapkan sistem pertanian ramah lingkungan secara otomatis akan memperbaiki struktur tanah. Tanah menjadi lebih absorber atau memiliki daya simpan air yang jauh lebih lama ketimbang lahan dengan pertanian konvensional yang sarat bahan kimia.

“Bayangkan jika eksploitasi air tanah berlebihan, sementara tanahnya tandus dan tak mampu mengikat air. Lama-kelamaan sumber air dalam bisa kering. Jadi manajemen pemenuhan air pertanian ini penting, namun tidak boleh mengabaikan prinsip kelestarian lingkungan,” pungkasnya. (amd/hs)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

KABAR CABANG

DPRD Jember Kaji Obligasi Daerah untuk Perkuat Fiskal di Tengah Berkurangnya Transfer Pusat

DPRD Jember mulai mengkaji penerapan obligasi daerah atau municipal bond sebagai alternatif pembiayaan pembangunan ...
KRONIK

Perkuat Sinergitas Antarlembaga, Komisi I DPRD Banyuwangi Kunker ke Lapas

BANYUWANGI – Komisi I DPRD Banyuwangi melakukan kunjungan kerja ke Lembaga Pemasyarakatan kelas II A Banyuwangi ...
KRONIK

Gen Z dan Karang Taruna Motor Ekonomi Kreatif Kampung, Anas: Beri Kesempatan Seluas-luasnya

SURABAYA – Generasi muda dinilai memiliki peran krusial dalam memperkuat pembangunan berbasis masyarakat. Karang ...
KRONIK

Empat SD Negeri di Ponorogo Nihil Siswa Baru, Riyanto Minta Dindik Siapkan Solusi

PONOROGO – Empat sekolah dasar negeri (SDN) di Kabupaten Ponorogo tidak mendapatkan satu pun siswa baru pada ...
LEGISLATIF

Mia Desak Pemkot Malang Evaluasi Data Kemiskinan agar Bansos Tepat Sasaran

Ketua DPRD Kota Malang Amithya Ratnanggani Sirraduhita mendesak Pemkot Malang mengevaluasi data kemiskinan agar ...
LEGISLATIF

Fraksi PDIP DPRD Surabaya Ajak Anak Muda Kikis Stigma Negatif Politik

SURABAYA – Ketua Fraksi PDI Perjuangan DPRD Kota Surabaya, Budi Leksono, menegaskan bahwa lembaga legislatif selalu ...