NGAWI – Pelestarian sumber mata air di Kabupaten Ngawi tidak hanya berhenti sebagai slogan, melainkan dirawat melalui kearifan lokal yang turun-temurun. Hal ini dibuktikan warga Dusun Pancuran, Desa Pacing, Kecamatan Padas, melalui tradisi bersih desa di Sumber Yuyu Rumpung, Senin (13/4/2026).
Sumber mata air Yuyu Rumpung merupakan jantung kehidupan bagi masyarakat setempat. Selain memenuhi kebutuhan harian warga, air jernih dari sumber ini juga menjadi penopang utama layanan Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) di dua kecamatan di wilayah Kabupaten Ngawi.
Wakil Bupati Ngawi, Dwi Rianto Jatmiko, yang hadir dalam kegiatan tersebut menegaskan bahwa bersih desa bukan sekadar ritual tahunan. Ada nilai konservasi lingkungan yang sangat krusial di dalamnya.
“Tradisi bersih desa ini tujuannya mulia. Selain wujud syukur dan doa bersama agar masyarakat sejahtera, ini adalah langkah nyata menjaga keberlanjutan sumber daya air kita,” ujar Wabup Antok.

Ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten Ngawi ini menekankan bahwa Sumber Yuyu Rumpung memiliki nilai strategis. Oleh karena itu, memanfaatkannya saja tidak cukup; warga harus aktif merawatnya secara konkret.
“Keberadaan sumber air ini harus kita jaga bersama melalui langkah nyata, seperti penghijauan di area tangkapan air dengan tanaman yang mampu menyimpan cadangan air tanah,” tegasnya.
Pemerintah Kabupaten Ngawi berkomitmen untuk terus mendorong sinergi lintas sektor, termasuk melibatkan PDAM dalam upaya pelestarian lingkungan di sekitar sumber-sumber air vital.
Wabup Antok juga mengapresiasi semangat gotong royong warga Dusun Pancuran yang secara konsisten menjaga tradisi ini setiap tahun. Menurutnya, partisipasi aktif masyarakat adalah modal sosial terpenting dalam pembangunan daerah yang berbasis lingkungan.
“Antusiasme warga menunjukkan bahwa kepedulian terhadap alam masih terjaga dengan baik. Harapan kami, sinergi antara pemerintah dan masyarakat terus diperkuat agar kearifan lokal ini tetap lestari sekaligus mampu menjaga alam untuk generasi mendatang,” pungkasnya. (amd/hs)
BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS












