Rabu
10 Juni 2026 | 7 : 57

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Yordan Soroti Kesenjangan Antarwilayah Jadi Tantangan Utama Pembangunan Jatim

pdip jatim 260210 bangyo

Yordan M Batara Goa menyoroti kesenjangan antarwilayah sebagai tantangan utama pembangunan Jawa Timur dalam RKPD 2027.

SURABAYA — Anggota DPRD Jawa Timur Yordan M Batara Goa menyoroti kesenjangan antarwilayah yang masih tinggi sebagai tantangan utama dalam pembangunan Jawa Timur ke depan.

Sorotan tersebut disampaikan Yordan terkait rencana pembangunan yang tertuang dalam Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) 2027.

Sekretaris Fraksi PDI Perjuangan DPRD Jatim itu menyebut, meski RKPD mengusung penguatan pelayanan dasar untuk mendorong pertumbuhan ekonomi berkualitas, persoalan disparitas wilayah masih menjadi pekerjaan rumah serius.

“RKPD ini disusun dengan menyinergikan program pemerintah provinsi, pokok pikiran DPRD, serta rencana kerja pemerintah pusat,” jelas Yordan, Rabu (15/4/2026).

Namun, menurutnya, kesenjangan antara wilayah perkotaan dan pedesaan, termasuk kawasan kepulauan dan pesisir selatan, masih cukup lebar.

Ia mencontohkan wilayah Madura kepulauan dan kawasan pantai selatan yang secara ekonomi relatif tertinggal dibanding daerah industri. “Daerah seperti Madura kepulauan dan pantai selatan dari dulu memang relatif lebih rendah dibanding kawasan industri,” sebutnya.

Yordan yang juga Ketua Bapemperda DPRD Jatim itu pun mengingatkan pentingnya kehati-hatian dalam aspek fiskal RKPD 2027.

Ia mencatat total anggaran mencapai sekitar Rp27,3 triliun dengan target Pendapatan Asli Daerah (PAD) sebesar Rp17,6 triliun.

Menurutnya, kondisi ekonomi global yang tidak menentu, termasuk tekanan nilai tukar rupiah dan kenaikan harga minyak, perlu menjadi pertimbangan serius. “Kalau tidak dihitung matang, target anggaran ini bisa tidak tercapai,” tegasnya.

Di sisi lain, ia juga menyoroti sejumlah sektor yang masih perlu diperkuat, seperti pendidikan, kesehatan, dan pengangguran berdasarkan evaluasi LKPJ 2025.

Meski indikator makro menunjukkan perbaikan, ia menilai capaian pada level detail masih belum optimal. “Indikator umum memang membaik, tapi indikator detailnya masih ada yang belum tercapai,” ujarnya.

Yordan menambahkan, persoalan pengangguran juga berkaitan dengan kualitas pendapatan masyarakat yang belum mencukupi kebutuhan hidup. Karena itu, ia mendorong agar pembangunan tidak hanya terpusat di kawasan industri, melainkan lebih merata hingga ke sektor pertanian dan wilayah pedesaan.

“Tantangan terbesar Jatim adalah bagaimana pembangunan industri bisa merata dan ekonomi benar-benar berpihak pada petani, sehingga mereka tidak harus pindah ke kota,” pungkasnya. (yols/pr)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

LEGISLATIF

Komisi II DPRD Ngawi Sidak SPMB, Temukan Kesenjangan Jumlah Pendaftar Antar Sekolah

NGAWI – Komisi II DPRD Kabupaten Ngawi melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke sejumlah SMP Negeri di wilayah ...
KABAR CABANG

Dapur Umum DPC Sidoarjo Mengepul, Bagikan Ratusan Nasi Kotak untuk Pekerja Jalanan

SIDOARJO – Dapur Umum DPC PDI Perjuangan Sidoarjo kembali mengepul. Ratusan kotak nasi beserta lauk dibagikan ...
KABAR CABANG

Tantri Bararoh: Pelemahan Rupiah Harus Dijawab dengan Penguatan Ekonomi Kerakyatan dan Ketahanan Pangan

Bendahara DPC PDI Perjuangan Kabupaten Malang Tantri Bararoh mengingatkan pelemahan rupiah berpotensi menekan daya ...
EKSEKUTIF

Mas Dhito Pastikan Layanan Kesehatan Warga Banyakan Tetap Berjalan Pasca Puskesmas Tiron Terbakar

Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana memastikan layanan kesehatan bagi warga Kecamatan Banyakan tetap berjalan ...
KRONIK

Bupati Sumenep Tegaskan Sinergi dengan TNI AL Perkuat Kemajuan Daerah Maritim

SUMENEP – Bupati Sumenep, Achmad Fauzi Wongsojudo, menegaskan bahwa sinergi antara pemerintah daerah dan TNI ...
LEGISLATIF

Candra Ary Fianto: Promosi Potensi Jember Jangan Sampai Membebani ASN

Ketua Komisi B DPRD Jember Candra Ary Fianto mendukung promosi potensi daerah melalui media sosial, namun meminta ...