Jumat
18 September 2026 | 1 : 27

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Yordan Soroti Kesenjangan Antarwilayah Jadi Tantangan Utama Pembangunan Jatim

pdip jatim 260210 bangyo

Yordan M Batara Goa menyoroti kesenjangan antarwilayah sebagai tantangan utama pembangunan Jawa Timur dalam RKPD 2027.

SURABAYA — Anggota DPRD Jawa Timur Yordan M Batara Goa menyoroti kesenjangan antarwilayah yang masih tinggi sebagai tantangan utama dalam pembangunan Jawa Timur ke depan.

Sorotan tersebut disampaikan Yordan terkait rencana pembangunan yang tertuang dalam Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) 2027.

Sekretaris Fraksi PDI Perjuangan DPRD Jatim itu menyebut, meski RKPD mengusung penguatan pelayanan dasar untuk mendorong pertumbuhan ekonomi berkualitas, persoalan disparitas wilayah masih menjadi pekerjaan rumah serius.

“RKPD ini disusun dengan menyinergikan program pemerintah provinsi, pokok pikiran DPRD, serta rencana kerja pemerintah pusat,” jelas Yordan, Rabu (15/4/2026).

Namun, menurutnya, kesenjangan antara wilayah perkotaan dan pedesaan, termasuk kawasan kepulauan dan pesisir selatan, masih cukup lebar.

Ia mencontohkan wilayah Madura kepulauan dan kawasan pantai selatan yang secara ekonomi relatif tertinggal dibanding daerah industri. “Daerah seperti Madura kepulauan dan pantai selatan dari dulu memang relatif lebih rendah dibanding kawasan industri,” sebutnya.

Yordan yang juga Ketua Bapemperda DPRD Jatim itu pun mengingatkan pentingnya kehati-hatian dalam aspek fiskal RKPD 2027.

Ia mencatat total anggaran mencapai sekitar Rp27,3 triliun dengan target Pendapatan Asli Daerah (PAD) sebesar Rp17,6 triliun.

Menurutnya, kondisi ekonomi global yang tidak menentu, termasuk tekanan nilai tukar rupiah dan kenaikan harga minyak, perlu menjadi pertimbangan serius. “Kalau tidak dihitung matang, target anggaran ini bisa tidak tercapai,” tegasnya.

Di sisi lain, ia juga menyoroti sejumlah sektor yang masih perlu diperkuat, seperti pendidikan, kesehatan, dan pengangguran berdasarkan evaluasi LKPJ 2025.

Meski indikator makro menunjukkan perbaikan, ia menilai capaian pada level detail masih belum optimal. “Indikator umum memang membaik, tapi indikator detailnya masih ada yang belum tercapai,” ujarnya.

Yordan menambahkan, persoalan pengangguran juga berkaitan dengan kualitas pendapatan masyarakat yang belum mencukupi kebutuhan hidup. Karena itu, ia mendorong agar pembangunan tidak hanya terpusat di kawasan industri, melainkan lebih merata hingga ke sektor pertanian dan wilayah pedesaan.

“Tantangan terbesar Jatim adalah bagaimana pembangunan industri bisa merata dan ekonomi benar-benar berpihak pada petani, sehingga mereka tidak harus pindah ke kota,” pungkasnya. (yols/pr)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

LEGISLATIF

95 Persen Peternak di Lamongan Tak Punya Legalitas, Terkendala Rumitnya Perizinan PBG

LAMONGAN – Berbagai aturan justeru menyulitkan peternak dalam mengakses program pemerintah hingga akses perbankan. ...
EKSEKUTIF

Eri Cahyadi Tak Ingin Bantuan Intan Berhenti di Bansos, Dorong Usaha Menjahit

SURABAYA – Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi tak ingin bantuan kepada Intan, ibu yang menjadi tulang punggung keluarga ...
KRONIK

Hari Kesadaraan Nasional, Bupati Ipuk: Birokrat Harus Peka

BANYUWANGI – Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani, memimpin upacara peringatan Hari Kesadaran Nasional (HKN) di ...
KRONIK

Sadarestuwati: Padi MSP 65 Bisa Jadi Salah Satu Solusi Swasembada Pangan

JOMBANG – Padi MSP 65 atau GP 65 Bogor yang dikembangkan di lahan demplot Kabupaten Jombang menunjukkan hasil di ...
HEADLINE

Padi MSP 65 Panen 10 Ton per Hektare di Jombang, Ganjar Minta Uji Coba 3-4 Kali

JOMBANG – Padi GP 65 Bogor atau MSP 65 yang diuji coba di Kabupaten Jombang mencatat hasil panen rata-rata sekitar ...
HEADLINE

Wabup Ngawi Terus Pantau Kebakaran Lereng Utara Lawu, Sekat Bakar Dibuat untuk Melokalisir Api

NGAWI – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di lereng utara Gunung Lawu wilayah Kabupaten Ngawi, Jawa Timur, ...