PDIP Kota Blitar menargetkan merebut kursi wali kota dengan memperkuat PAC sebagai ujung tombak konsolidasi hingga tingkat akar rumput.
BLITAR — PDI Perjuangan Kota Blitar menargetkan rebut kembali kursi wali kota dengan memperkuat struktur partai hingga tingkat Pengurus Anak Cabang (PAC) melalui Musyawarah Anak Cabang (Musancab).
Momentum Musancab yang digelar DPC PDI Perjuangan Kota Blitar kemarin, dimanfaatkan untuk mempertegas penguatan struktur partai di tingkat bawah.
Ketua DPC PDIP Kota Blitar, Yudi Meira, menegaskan PAC menjadi ujung tombak pergerakan politik sekaligus kunci kemenangan partai dalam kontestasi mendatang.
Baca juga: Musancab se-Kota Blitar, PDIP Tegaskan Warisan Bung Karno Jadi Arah Politik Partai
Menurutnya, terbentuknya struktur PAC baru bukan sekadar pelengkap organisasi, melainkan bagian dari strategi besar meningkatkan kekuatan politik menuju Pemilu 2029 dan Pilkada.
“PAC yang baru harus langsung bekerja. Tidak hanya administratif, tetapi hadir di tengah masyarakat dan mampu meningkatkan capaian politik partai,” ujar Yudi Meira, Selasa (14/4/2026) malam.
Dia secara terbuka menyebut target besar PDIP di Kota Blitar, yakni merebut kembali kursi wali kota pada pemilihan kepala daerah mendatang. Menurutnya, peluang tersebut sangat terbuka selama konsolidasi internal berjalan solid hingga ke tingkat akar rumput.
“Kalau struktur kuat sampai bawah dan komunikasi dengan masyarakat terjaga, peluang merebut kursi wali kota sangat terbuka,” tegasnya.
Selain penguatan PAC, ia juga menyoroti munculnya wajah-wajah baru dalam struktur kepengurusan sebagai bagian dari penyegaran organisasi. Menurutnya, kombinasi kader lama dan kader baru akan menjadi kekuatan penting dalam menjaga dinamika partai.
“Regenerasi itu penting. Kita butuh pengalaman sekaligus energi baru agar organisasi tetap hidup dan responsif,” kata Yudi.
Lebih lanjut, dia mengacu pada arahan Ketua DPD PDI Perjuangan Jawa Timur, Said Abdullah, terkait pentingnya efektivitas struktur organisasi. Salah satu poinnya adalah pembatasan jumlah pengurus inti agar tetap proporsional, dengan komposisi sekitar 10 orang.
Selain itu, keterlibatan kader muda juga menjadi perhatian serius. Sekitar 60 persen struktur diharapkan diisi kader produktif, termasuk generasi muda. “Kader muda harus diberi ruang. Mereka punya energi dan cara pandang baru untuk memperkuat partai,” pungkasnya. (arif/pr)
BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS











