PDIP menegaskan pentingnya ajaran Bung Karno sebagai arah kerja politik dan penguatan ideologi partai.
BLITAR — PDI Perjuangan menegaskan pentingnya menjaga dan menghidupkan ajaran Bung Karno dalam Musyawarah Anak Cabang (Musancab) serentak se-Kota Blitar, sebagai arah utama kerja politik partai.
Musancab yang digelar DPC PDIP Kota Blitar di Hotel Puri Perdana, Kota Blitar, Selasa (14/4/2026) malam itu menjadi momentum konsolidasi sekaligus penguatan ideologi partai. Konsolidasi organisasi itu dihadiri jajaran pengurus DPD PDI Perjuangan Jawa Timur bersama struktur partai di tingkat DPC hingga PAC.
Sekretaris DPD PDI Perjuangan Jawa Timur, Deni Wicaksono, menegaskan posisi Blitar sebagai ruang historis yang tak terpisahkan dari jejak perjuangan Proklamator RI, Ir. Soekarno.

Menurutnya, kedekatan historis tersebut harus tercermin dalam kerja politik yang nyata dan berpihak kepada rakyat.
“Blitar bukan sekadar wilayah administratif, tetapi ruang historis perjuangan Bung Karno. Semangat itu harus terus dihidupkan dalam setiap kerja politik,” ujarnya.
Deni menekankan, penguatan ideologi harus berjalan beriringan dengan kaderisasi berkelanjutan.
Regenerasi kader, kata Wakil Ketua DPRD Jatim tersebut, bukan sekadar pergantian posisi, melainkan proses membentuk kader ideologis yang mampu menjawab dinamika zaman.

“Partai harus memberi ruang bagi generasi muda agar nilai-nilai Bung Karno tetap hidup dan relevan,” tegasnya.
Sementara itu, Wakil Ketua Bidang Sumber Daya DPD PDIP Jatim, Pulung Agustanto, menyebut konsolidasi organisasi juga diarahkan untuk memastikan keberpihakan partai pada program-program kerakyatan.
Pengawasan terhadap program seperti Makan Bergizi Gratis (MBG) dan Koperasi Merah Putih menjadi bagian dari implementasi nilai perjuangan tersebut.
“Kerja politik harus nyata dirasakan rakyat. Program besar harus tepat sasaran dan membawa manfaat,” tegas legislator DPR RI dari Dapil VI Jatim (Blitar Raya, Kediri Raya dan Tulungagung) tersebut.

Lebih lanjut, Pulung menilai kekuatan PDIP di Kota Blitar sebagai basis historis Bung Karno menjadi modal penting dalam menghadapi Pemilu 2029.
Meski demikian, kekuatan tersebut harus terus dirawat melalui kerja-kerja konkret di tengah masyarakat.
Partai juga mulai memberi ruang lebih luas bagi kader muda untuk mengisi posisi strategis, khususnya di tingkat PAC, sebagai bagian dari regenerasi.
“Ini upaya menghadirkan energi baru sekaligus memastikan nilai-nilai Bung Karno terus hidup di generasi berikutnya,” pungkasnya. (arif/pr)
BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS










