Jumat
25 September 2026 | 5 : 30

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

DPC Lamongan Siap Dukung Pusat Tolak Pilkada oleh DPRD

pdip-jatim-ilustrasi-pilkada

LAMONGAN – Aksi menolak Pemilu Kepala Daerah tak langsung oleh DPRD juga disampaikan kalangan pimpinan PDI Perjuangan di Jawa Timur. Seperti Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PDI Perjuangan Kabupaten Lamongan, saat ini menyiapkan petisi menolak RUU Pilkada yang menginginkan kepala daerah dipilih melalui DPRD.

Ketua DPC PDI Perjuangan Lamonga Saim MPd kepada wartawan mengatakan, petisi penolakan ini akan dikirim ke pusat untuk mendukung judicial review ke Mahkamah Konstitusi (MK). Pihaknya juga tengah menjajaki sejumlah partai yang tergabung dalam kubu penolak pilkada tak langsung.

Sampai sekarang, kata Saim, sudah dilakukan diskusi internal partai yang fokus mencari cara agar suara dari daerah-daerah bisa mendukung upaya judicial review, yang dimotori DPP PDI Perjuangan. “Kami dari daerah siap mendukung itu,” tandas Saim, Kamis (11/9/2014).

Tidak hanya dengan partai politik, jelas anggota DPRD Lamongan itu, dukungan penolakan juga akan digalang dengan sejumlah organisasi kemasyarakatan, lembaga swadaya masyarakat, dan organisasi kepemudaan. Nantinya, petisi yang disuarakan bersama akan dikirim ke Jakarta.

Sementara itu, fungsionaris DPP PDI Perjuangan TB Hasanuddin mengajak seluruh elemen masyarakat memboikot pengesahan RUU Pilkada yang menginginkan kepala daerah dipilih melalui DPRD. Menurut Hasanuddin, kepala daerah dipilih DPRD tidak mewakili mayoritas masyarakat.

“Saya imbau boikot nasional saja, yang boikot nasional masyarakat berhak memboikot karena tidak terwakili di DPRD,” ujar TB Hasanuddin di Gedung DPR.

Anggota Fraksi PDI Perjuangan DPR RI ini mengemukakan, yang paling diuntungkan dalam mekanisme pilkada oleh DPRD sebenarnya adalah partai besar seperti PDI Perjuangan dan Golkar. Sebab, perolehan suaranya paling besar dan jika kedua parpol itu kompak di daerah, maka bisa menguasai mayoritas kepala daerah.

“Yang paling diuntungkan adalah Golkar dan PDI Perjuangan. Kalau mau untung-untungan, PDI Perjuangan bisa saling untung sama Golkar. Tinggal nambah partai kecil, kalau mau untung-untungan. Tapi kan ini berbicara demokrasi,” katanya.

Dia menilai dengan sistem pemilihan langsung partai kecil masih punya kesempatan menang di pilkada. Namun jika kepala daerah dipilih DPRD, yang menang hanya calon dari partai besar. (pri/*)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

KABAR CABANG

DPC Ngawi Cek Rutin Kesehatan Pengurus, Agar Tetap Bugar Dampingi Rakyat

NGAWI – DPC PDI Perjuangan Kabupaten Ngawi menggelar pemeriksaan kesehatan bagi pengurus partai di Kantor ...
LEGISLATIF

Novita Hardini: Ekspansi Industri Tak Boleh Abaikan Aspek Ekologis

JAKARTA – Anggota Komisi VII DPR RI Novita Hardini menegaskan ekspansi industri harus berjalan seiring dengan ...
LEGISLATIF

Banggar DPRD Magetan Alihkan Dana Beli Mobil PKK Rp 498,8 Juta untuk Proyek Jalan Bendo–Belotan

MAGETAN – Rencana Pemerintah Kabupaten Magetan untuk membelikan kendaraan dinas baru bagi Tim Penggerak ...
LEGISLATIF

Guntur Wahono Siapkan Sumur Bor Tenaga Surya untuk Atasi Krisis Air Petani Blitar

BLITAR – Krisis air akibat kemarau panjang menjadi keluhan utama petani di wilayah barat Kabupaten Blitar. ...
LEGISLATIF

Yuzar Rasyid Sidak Pasar Bandar dan Pahing, Cari Jalan Keluar Polemik Pedagang

KEDIRI – Anggota Komisi B DPRD Kota Kediri Yuzar Rasyid bersama sejumlah anggota dewan melakukan inspeksi mendadak ...
LEGISLATIF

Fraksi PDIP Kota Pasuruan Setujui P-APBD 2026 dengan Catatan

KOTA PASURUAN – Fraksi PDI Perjuangan DPRD Kota Pasuruan secara resmi menyatakan menerima dan menyetujui Rancangan ...