Rabu
13 Mei 2026 | 3 : 12

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Dari Anak Buruh Tani, Hafif Memilih Masuk Politik: “Anak Muda Jangan Cuma Mengeluh dari Kejauhan”

pdip jatim 260512 hafif jember

Kisah Hafif Rohmatullah, anak buruh tani asal Jember yang memilih masuk politik lewat PDIP demi memperjuangkan persoalan rakyat desa.

JEMBER — Di saat banyak anak muda memilih menjauh dari politik karena dianggap kotor, ribet, atau penuh kepentingan, langkah berbeda justru diambil Hafif Rohmatullah.

Pemuda 25 tahun asal Desa Kamal, Kecamatan Arjasa, Kabupaten Jember itu memilih masuk ke dunia politik.

Bukan lewat jalan populer. Bukan pula karena ambisi jabatan.

Ia datang dari desa. Anak seorang buruh tani.

Dan seperti banyak pemuda kampung lainnya, hari-harinya dulu lebih sering diisi melihat kehidupan berjalan apa adanya:

Harga kebutuhan naik, bantuan sosial kadang tidak tepat sasaran, sementara banyak orang kecil memilih diam karena merasa suaranya tidak pernah didengar.

Namun perlahan, cara pandangnya berubah.

Awalnya sederhana.

Dari layar ponsel kecil yang hampir tiap malam ia buka.

Di situ, Hafif mulai sering mengikuti potongan video dan pernyataan politisi PDI Perjuangan, Adian Napitupulu.

Bagi Hafif, gaya bicara Adian terasa berbeda.

Santai. Kadang keras. Tapi menurutnya tetap berpihak pada rakyat kecil.

“Cara beliau bicara itu sederhana, nggak bertele-tele, tapi pesannya sampai,” cerita Hafif.

Dari situlah ketertarikannya terhadap politik mulai tumbuh.

Politik Bukan Lagi Sesuatu yang Jauh

Bagi sebagian anak muda desa, politik sering terasa seperti urusan orang-orang di kota.

Jauh dari kehidupan sehari-hari.

Namun Hafif mulai melihat hal berbeda.

Ia sadar, hampir semua persoalan warga sebenarnya berhubungan dengan keputusan politik. Mulai bantuan sosial, pembangunan jalan, layanan kesehatan, sampai data warga miskin.

“Kalau anak muda cuma marah-marah dari luar tanpa mau masuk dan belajar, ya keadaan nggak akan berubah,” ujarnya pelan.

Kesempatan itu datang ketika proses kaderisasi di PDI Perjuangan membuka ruang bagi anak muda untuk ikut terlibat.

Lewat rekomendasi koleganya yang juga kader Fraksi PDIP DPRD Jember, Wahyu Prayudi Nugroho, Hafif akhirnya resmi bergabung.

Tak sekadar jadi anggota biasa, ia bahkan dipercaya menjadi Bendahara PAC PDI Perjuangan Kecamatan Arjasa.

Sebuah posisi yang mungkin dulu tak pernah ia bayangkan.

Belajar Politik dari Desa

Namun bagi Hafif, politik bukan sekadar struktur partai atau rapat organisasi.

Ia justru melihat politik sebagai ruang belajar.

Ruang memahami kehidupan masyarakat secara lebih dekat.

Keinginannya semakin kuat setelah mengetahui adanya sekolah partai yang digelar DPC PDI Perjuangan Kabupaten Jember.

Di sana, ia mulai memahami bahwa politik bukan hanya soal pemilu dan perebutan kekuasaan.

Tetapi juga tentang bagaimana negara hadir dalam kehidupan rakyat kecil.

“Saya ingin belajar bagaimana politik itu penting dalam kehidupan sehari-hari, terutama bagi anak muda supaya tidak anti terhadap politik,” katanya.

Saat Bantuan Sosial Tak Selalu Tepat Sasaran

Dari aktivitas organisasi itulah, Hafif mulai melihat persoalan lain di desanya.

Tentang bantuan sosial yang kadang tidak tepat sasaran.

Tentang warga miskin yang justru belum masuk Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS).

Ia mengaku sering mendengar keluhan warga yang merasa layak menerima bantuan, tetapi namanya tidak pernah muncul.

Sementara ada pula yang secara ekonomi dianggap sudah mampu, namun tetap tercatat sebagai penerima.

“Masih ada warga yang sebenarnya layak menerima bantuan, tetapi belum masuk DTKS. Itu yang ingin kami bantu advokasi,” ujarnya.

Persoalan data bantuan sosial memang masih menjadi pekerjaan rumah di banyak daerah, termasuk Jember.

Bahkan beberapa waktu lalu, Pemkab Jember sampai menugaskan ASN melakukan verifikasi data warga kategori desil 1.

Namun di lapangan, proses itu belum sepenuhnya berjalan mulus.

Ada petugas yang belum benar-benar memahami kondisi wilayah maupun karakter sosial masyarakat yang didata.

Generasi Muda dan Politik Akar Rumput

Di tengah situasi seperti itu, kemunculan anak-anak muda desa yang mulai tertarik masuk politik menjadi fenomena tersendiri.

Tidak banyak memang.

Tetapi setidaknya ada yang mulai mencoba masuk, belajar, lalu memahami persoalan rakyat dari dekat.

Bagi Hafif, politik tidak cukup hanya dikritik dari kejauhan.

Politik juga perlu diisi oleh generasi muda yang mau turun melihat kehidupan masyarakat secara langsung.

Mungkin langkahnya masih kecil.

Masih sebatas PAC di tingkat kecamatan.

Masih belajar memahami ritme organisasi dan kehidupan politik.

Tetapi dari desa kecil di lereng Arjasa itu, Hafif percaya satu hal:

Perubahan tidak selalu lahir dari orang-orang besar.

Kadang justru dimulai dari anak buruh tani yang memilih untuk tidak lagi sekadar menjadi penonton. (art/pr)

 

Hafif Rohmatullah, anak muda masuk politik, PDIP Jember, politik anak muda, DTKS Jember, Adian Napitupulu

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

KABAR CABANG

Perkuat Narasi Digital, DPC Ngawi Gembleng Kader Muda Kelola Media Sosial

NGAWI – Dinamika era digital telah mengubah perilaku publik secara fundamental, mulai dari cara mengakses informasi ...
LEGISLATIF

Puan Maharani Ingatkan Jangan Sampai Indonesia Jadi Basis Judi Online Internasional

Puan Maharani mengingatkan pentingnya antisipasi agar Indonesia tidak menjadi basis operasional judi online ...
SEMENTARA ITU...

Dari Anak Buruh Tani, Hafif Memilih Masuk Politik: “Anak Muda Jangan Cuma Mengeluh dari Kejauhan”

Kisah Hafif Rohmatullah, anak buruh tani asal Jember yang memilih masuk politik lewat PDIP demi memperjuangkan ...
EKSEKUTIF

Rijanto: Pramuka Harus Cetak Generasi Tangguh dan Berakhlak Mulia

Rijanto menegaskan Gerakan Pramuka harus menjadi ruang pembinaan generasi muda yang tangguh, disiplin, dan ...
KABAR CABANG

PDIP Tulungagung Minta Plt Bupati Tidak Sewenang-wenang Hentikan Pelaksanaan Kegiatan Sesuai APBD

TULUNGAGUNG – DPC PDI Perjuangan Kabupaten Tulungagung meminta Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Tulungagung tidak ...
LEGISLATIF

Legislator PDIP Soroti Validitas Data Stunting dan Pergeseran Anggaran Dinkes Jember

Legislator PDIP DPRD Jember menyoroti validitas data stunting dan pergeseran anggaran Dinkes yang dinilai belum ...