KABUPATEN PASURUAN – Menjelang arus mudik Hari Raya Idulfitri 1447 H, DPC PDI Perjuangan Kabupaten Pasuruan berkolaborasi dengan PC GP Ansor Bangil dan Satkorcab Banser resmi membuka “Posko Mudik Gotong Royong”. Posko yang berlokasi di area strategis Masjid Cheng Hoo, Pandaan, ini diresmikan pada Selasa (17/3/2026) malam.
Acara peresmian tersebut dihadiri oleh jajaran pengurus DPC PDI Perjuangan Kabupaten Pasuruan, pengurus Ansor dan Banser Bangil, serta unsur Forkopimcam Pandaan. Turut hadir pula perwakilan DPD PDI Perjuangan Jawa Timur, Andro Wahyudi, untuk meninjau langsung kesiapan fasilitas.
Ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten Pasuruan, Arifin, menjelaskan bahwa pendirian posko ini merupakan wujud nyata kepedulian partai untuk membantu masyarakat yang sedang menempuh perjalanan jauh menuju kampung halaman.
“Kami ingin partai hadir dan memberikan manfaat langsung bagi masyarakat yang melintasi jalur Pandaan dan sekitarnya. Posko ini bertujuan menyediakan layanan dasar bagi para pemudik agar perjalanan mereka tetap aman dan nyaman,” ujar Arifin.
Posko ini dijadwalkan beroperasi hingga 28 Maret 2026, dengan jam layanan mulai pukul 12.00 hingga 00.00 WIB. dengan penyediaan fasilitas sepertr, Fasilitas kesehatan dasar, area istirahat (rest area), penyediaan air minum, kopi, dan konsumsi ringan secara gratis hingga layanan bekam Konsultasi Hukum.
Senada dengan Arifin, Ketua PC GP Ansor Bangil, Abdul Rozak, menambahkan bahwa kolaborasi tahun ini membawa terobosan baru dengan menyediakan layanan tambahan yang jarang ditemui di posko mudik biasa.
“Selain layanan dasar, kami juga memfasilitasi pemudik dengan layanan pijat, bekam, hingga konsultasi hukum yang ditangani langsung oleh Lembaga Bantuan Hukum (LBH) PC GP Ansor,” jelas Rozak.

Dalam operasionalnya, posko ini juga bersinergi dengan satuan lalu lintas dari kepolisian setempat guna memastikan kelancaran arus kendaraan di kawasan Pandaan yang dikenal sebagai titik padat jalur mudik.
Rozak menegaskan bahwa kolaborasi lintas organisasi ini merupakan potret kedewasaan dalam bergerak. Menurutnya, kepentingan publik harus diletakkan di atas kepentingan kelompok atau golongan.
“Kolaborasi ini menunjukkan kedewasaan Ansor. Kita tidak melihat latar belakang partai, tetapi demi kemaslahatan umat harus tetap diutamakan,” pungkasnya.(mdf/hs)
BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS











