Selasa
15 September 2026 | 5 : 03

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Dorong Pengembangan Pisang Cavendish, Bupati Ipuk Berharap Tingkatkan Pendapatan Petani

PDIP-Jatim-Bupati-Ipuk.-03072024

BANYUWANGI – Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani, mengatakan bahwa pihaknya akan terus mendukung pengembangan komoditas pertanian, salah satunya, pisang cavendish atau ambon putih yang saat ini mulai berkembang di Banyuwangi dan diminati pasar.

“Potensinya besar dan kita memiliki alam yang cocok untuk jenis pisang ini,” ujar Bupati Ipuk saat mengunjungi sentra pisang cavendish milik Sunarto di Kecamatan Cluring, Rabu (3/7/2024).

Sehingga kemudian, lanjut Bupati Ipuk, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Banyuwangi akan berupaya untuk mengoptimalkan agar pendapatan dan kesejahteraan petani Banyuwangi bisa meningkat.

Bupati Ipuk menjelaskan, pisang cavendish juga merupakan komoditas buah tropis yang sangat populer di dunia sehingga memiliki prospek pasar yang luas.

“Pengembangan buahnya diharapkan dapat meningkatkan pendapatan petani hortikultura di Banyuwangi,” tutur politisi PDI Perjuangan itu.

Seperti diketahui, Sunarto memiliki total luasan tanaman pisang Cavendish mencapai 10 hektar. Dia mengembangkan pisang Cavendish jenis Grand Nine (G9) yang memiliki ukuran buah lebih besar, tekstur daging buah yang lembut, serta rasa manis asam.

Dia menceritakan, awalnya dia merupakan petani cabai, namun sejak lima tahun lalu, dia beralih menjadi petani pisang Cavendish karena dinilai lebih menguntungkan. Selain harganya lebih stabil, perawatannya tidak rumit dan biaya operasionalnya juga lebih murah.

“Permintaan pisang cavendish sangat tinggi, sehingga prospek ke depan lebih menjanjikan. Kita tidak kerepotan mencari pasar karena buah ini sangat diminati,” terangnya.

Rata-rata satu pohon miliknya mampu memproduksi pisang cavendish seberat 20 kilogram dan hasil panennya akan langsung diambil oleh pengepul, untuk diproses dan dipasarkan ke sejumlah supermarket di wilayah Surabaya, Bali, dan beberapa kota besar lainnya.

“Harga dari kami Rp6.000 per kilogram. Jadi, kalau dirata-rata per pohon bisa menghasilkan Rp120.000,” ujarnya.

Sunarto sendiri menanam 500 pohon Cavendish di lahannya. Kalau dirata-rata, produksinya bisa mencapai 1 ton dengan omset mencapai Rp60 juta dalam satu musim tanam. (ftr/set)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

HEADLINE

Said Abdullah: Gaji P3K 2027 Ditanggung Pusat, Disiapkan Anggaran Rp23 Triliun

JAKARTA — Kabar baik bagi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (P3K). Mulai 2027, gaji atau honorarium P3K ...
EKSEKUTIF

Rijanto: Komunikasi Lintas Kelompok Penting untuk Jaga Kerukunan Blitar

BLITAR — Bupati Blitar Rijanto menegaskan pentingnya komunikasi dengan berbagai kelompok keagamaan untuk menjaga ...
EKSEKUTIF

Eri Siapkan Bendera Hitam untuk PD yang Gagal Bina Kampung Pancasila

SURABAYA — Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi menyiapkan sanksi simbolik berupa bendera hitam bagi perangkat daerah ...
KRONIK

Amin Thohari Kembali Salurkan Air Bersih, Kini 2 Desa di Kedungadem

BOJONEGORO– Anggota DPRD Kabupaten Bojonegoro Fraksi PDI Perjuangan, Amin Thohari, kembali menyalurkan bantuan air ...
LEGISLATIF

Raperda P-APBD 2026 Disepakati, Syaifuddin: Anggaran Pendidikan dan Kesehatan Tak Boleh Dicoret

SURABAYA — Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) tentang Perubahan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (P-APBD) ...
LEGISLATIF

DPRD Magetan Sidak Gudang Pengepul Kentang Mitra Indofood usai Keluhan Petani Soal Panen Lambat

MAGETAN — Komisi B DPRD Kabupaten Magetan turun langsung meninjau gudang pengepul kentang di Jalan Raya ...